Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Takut Khilaf


__ADS_3

Jessy semakin merapatkan kedua matanya, ia sama sekali tidak berani menatap Nathan yang berada tepat di depan wajahnya. Entah kenapa untuk kali ini nyalinya benar-benar menciut, seakan keberaniannya hilang tertiup angin.


Nathan yang melihat istrinya seperti itu terus saja mendekati Jessy hingga tidak tersisa jarak di antara mereka.


Tangan Jessy semakin erat mendekap dadanya, ia takut sesuatu hal akan terjadi. Bahkan pikirannya sudah melayang berceceran entah kemana.


"Stop! Jangan mendekat," Jessy yang di landa kegugupan tingkat tinggi. Matanya sama sekali tidak mau terbuka.


"Ya ampun jantung gue goyang disko."


"Buka mata apa nggak ya?"


"Nanti kalau gue khilaf gimana?"


Jessy akhirnya memutuskan untuk tetap menutup mata, jangan sampai ia khilaf justru ia yang ingin menyosor Nathan. Mau di taruh di mana wajahnya. Bukankah biasanya jika di novel-novel cowok yang seharusnya mulai terlebih dahulu, pikirnya.


Nathan hanya tersenyum miring melihat reaksi istrinya. Ia kemudian mendekat ke arah telinga Jessy. "Minggir," ucapnya dan menegakkan kembali tubuhnya.


"Huh!"


Jessy sontak saja seketika membuka matanya, tapi ia belum paham apa yang baru saja Nathan ucapkan. Apalagi sekarang ia bisa melihat wajah tampan suaminya cukup dekat dengannya.

__ADS_1


Nathan rasanya semakin gemas melihat wajah ayu itu yang tengah bingung. "Gue bilang minggir," ia mengulangi ucapannya.


"Minggir!" Jessy juga mengulangi ucapan Nathan. Tapi otaknya masih memproses arti kata itu, setelah tadi otaknya sempat tercemari. Terbukti dari tubuh Jessy yang masih berdiri di tempat.


"Kenapa?" tanya Nathan, hingga kemudian ia tersenyum miring. "Jangan-jangan otak lo travelling kemana-mana!" Nathan menaruh telunjuknya ke kening Jessy dengan tebakan yang tepat sasaran.


Mata Jessy membulat mendengar perkataan suaminya, meskipun itu sebuah kebenaran. Tapi malu dong jika ia harus mengakui. "Enak saja, siapa yang mesum?" tidak terima nya.


"He, siapa yang bilang lo mesum?" kata Nathan. "Berarti bener, otak lo kemana-mana!" cibir nya. "Sekarang minggir," ia menggeser tubuh Jessy dari pintu lemari. Ia mengambil beberapa baju yang sudah tertata rapi di dalam lemari.


Jessy hanya terbengong melihat itu. Ia tidak habis pikir kenapa baju Nathan sudah berada di dalam lemari. Tapi ia sendiri semalam juga tidak membuka lemari hingga ia tidak tau jika sudah ada baju di sana, karena baju Jessy sendiri masih berada di dalam ransel. "Apa bener, otak gue mesum?" gumamnya yang masih di dengar Nathan.


Nathan tersenyum tipis mendengar itu, meskipun ia masih menghadap ke arah lemari.


Jessy masih termenung, memikirkan bagaimana menghindari Nathan. Karena kejadian barusan benar-benar membuatnya malu.


Dengan cepat ia mengambil baju gantinya dan memutuskan membersihkan diri di kamar lain.


Hingga beberapa saat, Jessy sudah selesai membersihkan diri tapi ia tidak berani jika harus kembali ke kamarnya. Ia belum siap bertatap muka dengan Nathan.


Jessy akhirnya memilih mencari keberadaan Meili dan neneknya juga mertuanya, sedari tadi ia belum menemuinya lagi.

__ADS_1


Ia mencari dibeberapa ruangan, tapi masih tidak ada orang. Hingga kakinya melangkah ke arah taman samping vila.


Sayup-sayup ia mendengar suara ramai, dan ketika sudah dekat matanya membulat melihat pemandangan di taman.


"Bukan begitu, apa kamu tidak pernah main?" Omah yang sedikit kesal kepada supirnya. Omah menyuruh supirnya untuk memegang ponselnya dan mengambil video ia, Mariam dan Meili.


Sedangkan papi Tama dan mami Nilam sedang duduk bersantai sambil melihat kelakuan tiga wanita beda generasi itu.


"Nanti saat batu mulai, kamu goyangkan dulu ke segala arah. Kalau dentuman musiknya main baru fokus ke kami." Mariam menjelaskan apa yang mereka mau.


Sedangkan supir Omah hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, nyatanya menuruti keinginan dua wanita tua itu lebih susah dari pada membujuk istrinya ketika marah. Pikirnya.


Kemudian tiga wanita itu segera berbaris dengan posisi Meili berada di tengah.


Supir Omah dengan patuh menjalankan perintah Omah dan Mariam. Dan ketika musiknya sudah main ia segera mengambil video tiga wanita itu yang tengah bergoyang.


"Ayo nek, oma, goyang pargoy nya lebih slebew!" teriak Meili.


Jessy hanya bisa menepuk keningnya. "Ternyata mereka sangat cocok."


...----------------...

__ADS_1



...Sajennya tengah malem, ngetik buat kalian 😄. Gimana nggak tambah bulet coba 🤭...


__ADS_2