Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Berubah


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu.


Ternyata benar yang di katakan Nathan waktu itu, sejak mereka melakukan tanpa pengaman di vila hingga sekarang Jessy ternyata belum juga ada tanda-tanda jika Nathan junior akan hadir.


Dan Nathan pun tidak mempersalahkan nya, ia masih sabar menunggu hingga malaikat kecil itu hadir dengan sendirinya.


"Nek," sapa Nathan begitu ia sampai di rumah Mariam. Rutinitas seperti biasanya mengantar istrinya ke sekolah, kebetulan hari ini ia masuk siang.


"Nathan," balas Mariam. "Jessy masih di kamarnya," beritahu nya.


"Ya sudah kalau begitu, Nathan langsung ke kamar saja." Ia beranjak dari sana untuk menuju kamar istrinya.


Di saat ia masuk, ternyata Jessy sudah bersiap untuk berangkat dengan kunci motor yang berada di tangannya.


Nathan menutup pintu kamar istrinya, ia berjalan ke arah Jessy di mana istrinya itu membuang pandangannya setelah mengetahui keberadaannya.


Ia tahu jika istrinya itu sedang marah karena hal semalam. "Masih marah?"


Tidak ada jawaban dari mulut istrinya, namun sudah terlihat dari wajah Jessy yang sedang memendam kekesalan terhadapnya.


"Nanti lain kali kita akan ke sana," bujuk Nathan.


Di mana Jessy tengah malam kemarin ingin pergi ke pasar malam, namun yang terletak di kota tetangga. Yang ia lihat dari unggahan salah satu teman di medsosnya.

__ADS_1


Nathan tidak bisa memenuhi itu selain tempatnya yang jauh istrinya itu juga akan mengikuti ujian beberapa hari lagi. Apalagi Jessy meminta pergi ke sana dengan mengendarai motor, padahal cuaca sedang tidak bersahabat akhir-akhir ini.


"Aku udah nggak minat," ketus Jessy.


Nathan menghembuskan nafasnya kasar. Beberapa hari ini mood istrinya sedang naik turun, terkadang seperti kucing lucu dan terkadang seperti singa betina. Seperti saat ini contohnya, ia harus stok ekstra sabar menghadapi itu.


Di dalam perjalan ke arah sekolah pun tidak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulut Jessy, padahal ia tadi sudah bilang memaafkan suaminya namun nampaknya itu hanya berlaku di bibir saja. Oleh karena itu ia sekarang mau di antarkan oleh suaminya.


"Sayang!" Nathan mencekal tangan istrinya ketika Jessy akan turun dari mobilnya untuk masuk ke dalam sekolah.


Jessy menoleh ke arah suaminya namun tanpa berkata.


"Janji lain kali kita akan berangkat lain kali," Nathan yakin jika istrinya itu masih marah terhadapnya.


"Tapi kamu masih marah."


"Aku tidak marah."


"Tapi kelihatannya masih marah."


Jessy menghembuskan nafasnya kasar, kemudian memberikan senyuman manis terhadap suaminya. "Nggak marah kan."


"Tapi itu kelihatanya terpaksa." Nathan yang masih belum yakin.

__ADS_1


Jessy sebenarnya sudah tidak marah dengan suaminya, tapi entah kenapa ia memang hanya tidak ingin bicara saja.


Cup.


Jessy memberikan kecupan sekilas di bibir Nathan. "Aku udah nggak marah kan."


Tentu saja Nathan tersenyum karena itu. "Kalau begitu nanti malam dua ronde kan?"


Wajah ramah yang tadi sudah terlihat di wajah Jessy, kini hilang seketika. Ia berubah menjadi singa betina yang siap menerkam mangsanya. "No!" tegasnya. Setelah itu ia langsung keluar dari mobil suaminya.


Nathan hanya terdiam di dalam mobil dengan mulut menganga, ternyata ucapannya barusan telah membangunkan singa betina. "Salah lagi."


Tanpa di sadari ternyata Tasya sadari tadi mengamati mobil suami kakaknya. Bukan hanya sekali, tapi setiap hari ia selalu berdiri di tempat yang sama hanya untuk melakukan hal yang sama.


Tangannya meremas kuat tas yang terselempang di bahunya, ternyata selama ini cintanya terhadap Nathan tidak mampu ia singkirkan. Ia sudah bekerja keras melakukannya, namun hasilnya masih sama.


Bahkan cinta itu rasanya semakin berkembang, apalagi melihat perubahan Nathan yang semakin hari semakin tampan di matanya. "Kenapa bukan aku yang berada di sampingnya?"


Selalu pertanyaan sama yang ia pertanyakan kepada takdir, padahal tanpa ia sadari seharusnya ia sudah tau jawabannya.


...----------------...


...Maaf gengs aku menghilang beberapa hari tanpa kabar πŸ™πŸ˜’, sebenarnya aku mau nyempetin ngetik waktu di RS. Tapi kenyataanya nggak bisa, apalagi nggak ada yang bantuin gantian jaga di RS. Hasilnya capek banget, selain badan emosi cukup terkuras. Mungkin kalian tahu sendiri yang pernah ngalami kayak aku. Dan alhamdulillah operasi suami berjalan lancar, meskipun begitu masih harus bolak balik kontrol. Sekali lagi maaf ya πŸ™....

__ADS_1


__ADS_2