Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Malu


__ADS_3

Nathan menautkan kedua alisnya melihat sikap istrinya yang sedari tadi terlihat gelisah, padahal mereka baru saja berangkat.


"Mikirin apa?" Pertanyaan Nathan membuat Jessy menoleh ke arah suaminya.


"Tadi gue kayaknya lihat mobil Papa mau ke rumah nenek!" Jessy memutuskan untuk bercerita, siapa tahu suaminya bisa memberi solusi untuk kegelisahannya. Ia takut jika benar itu adalah papanya maka neneknya bisa ia pastikan akan tahu tentang sakitnya beberapa hari yang lalu. Ia ingin sekali menghubungi Mama Mira untuk menanyakan, tapi ia masih menimbangnya kembali. "Bagaimana kalau Papa cerita pada Nenek tentang gue yang sakit kemarin!"


Di sela-sela Nathan menyetir ia menoleh ke arah istrinya, kemudian tangan kirinya menggapai tangan kanan Jessy. "Tenang saja, semuanya pasti baik-baik saja." Nathan mencoba menenangkan. "Meskipun Nenek tau mungkin dia tidak begitu khawatir, karena sekarang lo baik-baik saja." Nathan mencoba berpikir positif.


Jessy menghembuskan nafasnya pelan, meskipun kegelisahannya tidak sepenuhnya hilang tapi setidaknya perkataan suaminya ada benarnya. Mungkin neneknya tidak akan begitu khawatir karena yang dia tahu sekarang ia dalam keadaan baik-baik saja. "Mudah-mudahan saja begitu."


Setelah beberapa saat Nathan mengemudi menuju tempat acara pernikahan Sofiana, akhirnya kini mereka tiba di tempat tujuan. Terlihat dari luar, rupanya banyak dari keluarga yang sudah hadir.


Jessy yang sudah turun dari mobil, segera mensejajarkan langkahnya dengan Nathan. Ada rasa gugup yang menyelimuti nya, karena ini kali kedua ia bertemu keluarga besar suaminya setelah acara pernikahannya beberapa bulan lalu.


Tanpa di suruh Jessy langsung melingkarkan tangannya pada tangan Nathan. Ia takut jika salah satu dari mereka tidak ada yang menyukainya. Mungkin jika orang lain yang tidak menyukainya, ia akan masa bodoh amat. Tapi ini berbeda, mereka adalah kelurga dari suaminya yang berati juga keluarganya.


Meskipun di dalam sudah ada Mami Nilam dan Papi Tama juga Oma, tapi rasa gugup tidak bisa Jessy hilangkan.


"Tenanglah, mereka tidak akan yang mengigit mu." Nathan mencoba menghibur istrinya yang sedang gugup. Ia tau apa yang di rasakan oleh Jessy, terasa dari tangannya yang di rangkul dengan erat.


Jessy yang tadinya gugup, seketika mencebikkan bibirnya mendengar perkataan suaminya. Ternyata yang di lakukan Nathan memang benar-benar ampuh.


"Bagaimana kalau gue yang gigit lo?" godanya dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Apaan si!" Jessy tak habis pikir, di situasi begini masih saja suaminya berbicara seperti itu. Tapi itu semua mampu membuat pipi Jessy seketika merona.


"Tapi lo suka," Nathan masih tidak mau berhenti menggoda Jessy. "Gimana kalau setelah ini kita langsung aja ke kamar?" ujarnya semakin menjadi.


"Nathan ih," Jessy yang semakin kesal dan gemas secara bersamaan karena sikap suaminya yang terus menggodanya. Ia menghadiahi suaminya capitan panas di lengan kekar itu.

__ADS_1


"Aduh, aduh, aduh ampun!" Nathan mencoba menghindari tangan istrinya yang masih tidak puas mencubit nya.


Tak lama perdebatan suami istri itu berhenti karena seseorang yang menginterupsinya. "Hei!" teriak Mami Nilam, ia menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang seperti anak kecil. Padahal anaknya itu jarang sekali bertingkah seperti itu jika di tempat umum, dan ia rasa semua ini karena menantu cantiknya yang mampu mengubah sifat datar Nathan. Ia semakin yakin, jika Oma memang tidak salah mencarikan jodoh untuk putranya.


"Ayo masuk, kenapa kalian masih di sini?" Mami Nilam sebenarnya sudah tau kedatangan putranya dan sang istri, tetapi setelah di tunggu beberapa saat mereka tak kunjung masuk. Dan lihatlah sekarang mereka justru asik bercanda di luar.


"Iya, Mi." sahut Nathan yang kembali berubah datar. Sedangkan Jessy hanya tersenyum kaku.


Nathan kemudian menggandeng tangan Jessy untuk di ajaknya masuk ke dalam. Ketika mereka masuk di dalam, sontak saja mereka menjadi pusat perhatian. Selain mereka pasangan suami istri yang paling muda, mereka juga pasangan yang sangat serasi. Jessy yang terlihat begitu cantik dan anggun, Nathan yang juga terlihat tampan dan gagah dengan setelan jas yang melekat di tubuhnya


Semua keluarga bersorak sorai menyambut kedatangan pasangan itu. Bahkan mereka saling berebut untuk menggoda mereka berdua.


"Wah, pengantin barunya baru tiba."


"Iya, mereka terlambat pasti karena harus memproduksi Nathan junior terlebih dahulu."


"Jangan bilang begitu, mungkin saja mereka terlambat karena semalam sedang habis bekerja lembur."


Dan jangan tanyakan keadaan Jessy sekarang, bahkan ia tak mampu untuk mengangkat pandangannya. Biasanya ia yang pemberani kini lenyap sudah. Tapi setidaknya ia merasa lega karena semua keluarga menerimanya dengan hangat.


"Sudah, jangan di pikirkan." bisik Nathan. "Tapi kalau lo mau ngelakuin apa yang mereka bilang juga tidak apa-apa." ucapnya tersenyum.


Jessy ingin sekali menendang suaminya itu, sudah tau ia sekarang menahan malu tapi Nathan justru ikut-ikutan menggodanya.


"Sudah-sudah, jangan menggoda menantuku." Mami Nilam mencoba menenangkan keadaan. "Mungkin cucuku sudah berproses di dalam sana." imbuhnya tersenyum.


"Astaga!" batin Jessy.


Baru saja ia merasa lega karena di bela oleh Mami Nilam, ternyata ujung-ujungnya juga ikut menggoda seperti yang lainnya. Rasanya ia ingin sekali bersembunyi di salah satu ruangan dan menguncinya.

__ADS_1


"Kamu ini sama saja!" Oma yang memarahi Mami Nilam. "Kamu tidak lihat jika menantu mu sedang sangat malu." Tapi Mami Nilam hanya tersenyum saja mendengar ocehan Oma.


Nathan kemudian mengajak Jessy duduk bergabung bersama keluarga besarnya, setelah pembawa acara menyampaikan acara ijab qobul akan segera di mulai.


Suasana tiba-tiba hening seketika, saat calon pengantin pria sudah hadir di sana dan bersiap duduk di depan penghulu. Tak lama setelah itu di susul dengan kehadiran Sofiana yang terlihat cantik mengenakan kebaya berwarna putih di hiasi beberapa batu crsytal yang membuatnya semakin memukau.


Sofiana di tuntun wanita paruh baya yang merupakan ibunya hingga duduk di samping pria yang sebentar lagi akan resmi menjadi suaminya. Dan senyum bahagia yang tak pernah luntur dari bibirnya.


Setelah penghulu memberikan sedikit nasihat, kini acara ijab qobul akan di mulai. Papa Sofiana memilih untuk menikahkan putri semata wayangnya sendiri.


Sesaat kemudian terdengar jelas, suara mempelai pria terdengar lantang ketika mengucapkan ijab qobul. Dan di susul suara dari para saksi.


Sah.


Suasana bahagia itu kini sedikit berubah menjadi haru, dimana sang pengantin memeluk masing-masing orang tuanya. Meminta restu agar rumah tangga yang mereka jalani kelak menjadi kelurga yang bahagia.


Jessy pun juga merasakan suasana haru itu, melihat pemandangan itu ingatannya sontak berputar di mana ia menikah dulu yang hanya di hadiri oleh nenek dan papanya. Apalagi papanya yang harus pergi setelah menikahkannya. Tanpa terasa air mata lolos begitu saja dari sudut matanya.


Nathan yang mengetahui itu langsung merangkul bahu Jessy. Dan memberi usapan lembut di sana.


Ketika suasana haru itu berakhir, kini tinggal suasana bahagia. Di mana semua keluarga bergantian memberikan selamat untuk pengantin baru.


Hingga tiba saatnya, kini giliran Jessy dan Nathan memberikan ucapan kepada Sofiana dan suaminya. "Perasaan dulu ada yang nangis-nangis," sindir Nathan.


Senyum yang tadi menghiasi bibir Sofiana kini berganti dengan mengerucut. "Itu karena, aku nggak tau kalau ternyata calon suami ku sangat tampan." ucapnya lirih.


Nathan hanya memutar bola matanya malas mendengar jawaban Sofiana. Sedangkan Jessy hanya menggelengkan kepalanya, ternyata hanya dengan ketampanan bisa membujuk sepupu suaminya itu mau menikah.


...----------------...

__ADS_1


...Aku masih kasih yang manis-manis nih, nanti ada saatnya aku kasih yang pahit-pahit 🤭. Jangan lupa dukungannya ya 😁...


__ADS_2