
Hari berlalu begitu saja, dan tak terasa beberapa bulan sudah berlalu. Bahkan Nathan sudah melewati semester pertamanya, itu tandanya Jessy juga semakin mendekati yang namanya ujian nasional.
Tapi Jessy tetaplah Jessy, ia tak pernah terlihat khawatir tentang itu. Di rumah pun ia hanya mengerjakan PR, selain itu ia tidak pernah membuka bukunya untuk belajar.
Herannya nilai Jessy sama sekali tidak berubah, ia masih menjadi sang juara di setiap ulangan.
Dan Nathan, ia membuktikan ucapannya.
Seperti dugaan istrinya dulu, di kampus ia menjadi mahasiswa yang menonjol. Tentu saja karena wajah tampannya dan juga ia menjadi mahasiswa baru dengan nilai terbaik. Itu semua menjadikan ia semakin di gilai oleh banyak perempuan bahkan seniornya yang tentunya juga perempuan.
Tapi itu semua tidak membuat ia goyah, karena di hatinya sudah terukir nama istrinya. Jessy Alexander.
"Lama nunggunya?" Jessy yang baru saja masuk ke dalam mobil suaminya. Ia tadi mendapat jam pelajaran tambahan sebelum pulang.
Nathan menggelengkan kepalanya. "Nggak, aku juga baru sampai." jawabnya dan mulai melajukan mobilnya. Kebetulan hari ini jam pulang kuliahnya tidak jauh berbeda dengan jam pulang sekolah istrinya. "Oh ya besok anak-anak mau ngajak liburan, mau iku?" tawarnya.
Anak-anak yang di maksud Nathan adalah Reza, Ariel dan Raka. Mereka kembali satu kampus meskipun tidak satu jurusan.
"Kemana?"
"Vila."
"Vila Papi Tama?"
"Iya, gimana? Mumpung kamu belum ujian. Dan anggap aja kita sedang bulan madu lagi."
__ADS_1
"Kamu setiap hari udah bulan madu, liburnya cuma kalau ada palang merah aja." Jessy mencebik mendengar alasan suaminya itu yang di tanggapi kekehan oleh Nathan. "Aku ajak Meili ya?"
Mengingat sahabatnya itu yang akhir-akhir ini bermuram durja. Entah apa yang membuatnya hingga seperti itu.
Nathan berdecak mendengar itu, karena pastinya Meili akan selelu menempel pada istrinya. Tapi jika ia tidak memperbolehkannya, ia takut jika Jessy akan menolak ikut. Tentu saja ia akan gagal menikmati bulan madu yang kesekian kalinya. "Baiklah."
Setelah mendengar jawaban suaminya, Jessy langsung menghubungi Meili agar besok juga ikut bersamanya.
"Kalau begitu kita mampir ke supermarket ya?" pinta Jessy. "Mau beli beberapa cemilan buat besok."
Tanpa menjawab Nathan menuruti keinginan istrinya.
*
*
"Sayang tidak ada yang ketinggalan?" Mami Nilam yang mengantar kepergian putra dan menantunya.
"Nggak Mi, sudah masuk semua dalam tas." Jessy menunjukkan tasnya yang sudah ia taruh di mobil lebih dulu. Kali ini ia dan suaminya akan menggunakan mobil karena Mami Nilam melarangnya membawa sepeda motor, mengingat beberapa hari kemarin hujan terus turun.
"Ya sudah hati-hati," sambung Papi Tama.
"Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu Mi, Pi." Mereka kemudian bergantian untuk memeluk Papi Tama dan Mami Nilam.
Beberapa saat kemudian, Jessy mengerutkan keningnya ketika mobil yang di kendarai suaminya tidak ke arah rumah Meili. Karena rencananya ia akan menjemput sahabatnya itu terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sayang, ini bukan jalan ke arah rumah Meili?" kata Jessy. Tapi ia melihat suaminya yang biasa saja, seolah itu memang di sengaja olehnya.
"Memang," jawab Nathan.
"Terus Meili gimana?"
"Dia sudah ada yang jemput."
"Siapa?"
"Nanti kamu juga tau."
Ada senyuman penuh arti di bibir Nathan. Tentu saja ia melakukan itu karena ia tidak mau suara cempreng Meili menganggu kebersamaanya dengan Jessy.
Dan setelah menempuh perjalanan beberapa jam, mobil Nathan akhirnya sampai di vila. Terlihat Reza dan Ariel yang ternyata sampai lebih dulu.
"Loh Meili mana!" Begitu turun dari mobil, Jessy langsung menanyakan keberadaan sahabatnya yang di kira di jemput oleh kedua sahabat suaminya itu.
Ariel dan Reza saling pandang karena merasa heran. "Meili juga ikut?" tanya mereka berdua karena tidak tau.
Mata Jessy melotot mendengar jawaban mereka berdua, ia lalu menoleh ke arah suaminya yang baru keluar dari mobil. "Sayang Meili ma--"
Belum sempat Jessy bertanya, sudah ada mobil yang memasuki halaman vila dan Jessy tau siapa pemilik mobil itu. Ia yang tadinya khawatir seketika mengulum bibirnya, ia menoleh kembali ke arah suaminya yang sekarang sedang tersenyum tipis ke arahnya lalu Nathan mengedipkan sebelah matanya.
Setelah mobil itu terparkir dengan benar, barulah penumpang itu keluar. Yang ternyata Raka dan Meili.
__ADS_1
...----------------...
...Gengs besok aku up nya agak maleman ya, soalnya besok ada urusan di RS. Nah aku dah tepatin nih buat double up, dan jangan lupa buat dukungannya ya, love you all🥰...