Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Drama Jessy


__ADS_3

"Akhirnya!" Meili merasa lega ketika hari ini adalah hari ia menjalani ujian terakhir sekolah. Meskipun ia tidak yakin jika akan mendapatkan nilai bagus, tapi baginya asalkan bisa lulus ia sudah bersyukur. Ia menoleh pada sahabatnya yang sedari tadi tidak berhenti mengunyah makanan.


Mereka sekarang berada di kantin, sejak berbunyi bel tanda berakhir ujian ia langsung mengajak Meili pergi ke kantin. Mulai tadi menikmati semangkok soto daging terus berputar di pikirannya.


"Jessy, tumben makan banyak?" heran Meili karena setelah menikmati semangkok soto Jessy beralih memakan bakso.


"Itu namanya sedang lapar Meili." Jessy sendiri menyadari akhir-akhir ini nafsu makannya sedang meningkat.


Meili terus saja menatap ke arah sahabatnya, sepertinya ia merasa ada yang aneh.


Hingga beberapa saat kemudian matanya membulat ketika pikirannya tertuju pada suatu hal. "Jessy kamu--"


"Sayang," Nathan datang untuk menjemput istrinya. Ia kemudian duduk di samping istrinya. "Belum selesai?" yang hanya mendapat gelengan kepala dari Jessy.


"Sebentar," sahut Jessy. Hingga kemudian ia memasukkan satu bakso terakhir ke dalam mulutnya. "Ayo," katanya menoleh ke arah suaminya.


Nathan dengan gemasnya mengacak puncak kepala Jessy. Wajah cantik itu semakin lucu dengan pipi yang mengembangkan karena bakso. "Pengen gigit kamu kalau lihat kayak gini."


Meili memutar bola matanya malas melihat pasutri yang selalu saja tebar kebucinan di depannya. "Nggak usah mulai deh!" sungutnya. Sesuatu yang tadi sempat ia tanyakan sekarang sudah lupa di ingatannya.

__ADS_1


Ketika di perjalanan pulang, mata Jessy tidak sengaja melihat penjual kebab yang berada di pinggir jalan. Ia langsung saja menelan air liurnya yang tiba-tiba begitu tergoda, apalagi jika kebab itu di isi oleh daging asab yang begitu banyak lalu di siram saus tomat dan mayones yang menyempurnakan rasanya.


"Sayang, beli kebab." Ia menunjuk ke arah penjualnya. Bahkan matanya tak pernah lepas oleh makanan dari Turki itu.


Nathan menautkan kedua alisnya, padahal istrinya itu baru saja makan yang di bilang cukup banyak dan sekarang menginginkan makanan lagi. "Sayang, kamu tadi baru makan?"


Rupanya ucapan Nathan langsung mendapat tatapan tajam dari Jessy. "Kenapa? Nggak boleh?" sungutnya tidak suka.


"Bukan begitu tap--"


"Kamu takut aku jadi gendut?" Mata yang tadi menatap tajam kini berubah menjadi berkaca-kaca. "Kamu malu punya istri gendut?"


"Kamu bakalan ngelirik wanita lain yang lebih seksi, cantik, nggak seperti aku?"


Rentetan pertanyaan Jessy membuat Nathan hanya bisa menelan saliva nya dengan kasar. Padahal hanya sebait ia bertanya, tapi justru mendapat banyak jawaban. Mungkin kalau beli baju ia akan senang jika beli satu gratis satu, tapi ini ibu negara yang memberikan banyak bonus. Apalagi isinya membuat ia was-was, tentu saja ia takut jika ibu negaranya tidak akan memberikan akses untuk batang singkong nya nanti malam pulang ke rumah.


Tanpa menjawab, Nathan begitu saja menepikan mobilnya ke tempat penjual kebab berada. "Sayang! Kamu mau pesan yang bagaimana?" tanya nya sebelum turun dari mobil.


"Terserah!" rupanya Jessy masih saja kesal terhadap suaminya.

__ADS_1


Nathan menghembuskan nafasnya perlahan. Kalimat itu adalah kalimat yang paling ia benci, meskipun singkat tapi mengandung jebakan di dalamnya.


Ia lalu berjalan menuju ke gerai kebab. "Pak pesan satu di setiap menu yang ada." Ia tidak mau ambil resiko jika yang ia beli nanti bukan yang di inginkan istrinya. "Oh ya, semuanya tidak pakai saos sambal."


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan yang di pesan oleh Nathan sudah selesai.


"Sayang ini," Nathan menyodorkan semua kebab yang tadi ia beli.


Jessy menerima kebab yang berjumlah lebih dari lima itu. Ia mencoba mengintip nya satu persatu. "Kenapa banyak sekali?" ia masih saja protes. "Nanti kalau tidak habis kan sayang, jadinya buang-buang uang." katanya sembari mulai memakannya.


Nathan yang mulai melajukan mobilnya lagi-lagi harus menghembuskan nafasnya. "Maaf." Ia rasa cuma kalimat itu yang mampu ia ucapkan.


Hingga beberapa saat, Nathan sudah tidak lagi mendengar suara merdu istrinya. Dan betapa terkejutnya ketika ia menoleh ternyata istrinya sudah terlelap tidur setelah menghabiskan empat kebab yang tadi ia beli.


...----------------...


...Tuh kan Papa Nathan harus stok sabar yang banyak ya 🤭...


...Bentar lagi konflik muncul nih, siapin kesabaran ya buat nahan emosi 🤭...

__ADS_1


__ADS_2