Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Kejutan.


__ADS_3

Tibalah kini Jessy dan Raka di halaman belakang sekolah, Jessy langsung melepaskan tangan Raka. "Maaf," ucapnya.


Raka hanya. menganggukkan kepala. "Ada ada?"


Jessy menghembuskan nafasnya pelan. "Mami Nilam mengundang makan malam di rumah untuk acara ulang tahun Nathan. Nanti tolong sampaikan juga pada Ariel dan Reza, tapi jangan sampai Nathan tau, karena ini kejutan dari Mami." jelasnya.


Raka mengerutkan keningnya mendengar penuturan gadis di hadapannya. Jessy sepertinya sudah sangat dekat dengan keluarga sahabatnya, hingga sudah menyebut ibu Nathan sebagai 'Mami'


Tapi Raka kemudian menganggukkan kepalanya menyanggupi permintaan Jessy. Ia tahu hari ini adalah ulang tahun sahabat nya itu, bahkan tadi ia sudah mengucapkannya.


"Terima kasih," ucap Jessy. Ia kemudian beranjak dari sana.


"Sebenarnya apa hubungan kalian?" Raka tau, jika hubungan mereka lebih dari sekedar teman.


Jessy yang sudah beranjak beberapa langkah kemudian berhenti, ia hanya menatap sekilas ke arah Raka kemudian benar-benar pergi dari sana tanpa menjawab pertanyaan dari Raka.


Ketika pulang sekolah, Meili langsung ikut Jessy ke rumah Nathan untuk ikut membatu memasak mempersiapkan acara ulang tahun Nathan.


"Loh, bukannya kamu mau pergi sama suami kamu?" Nilam heran melihat menantunya yang sudah pulang.

__ADS_1


Jessy hanya tersenyum kaku. "Nggak jadi Mi, Jessy mau ikut bantuin Mami aja di rumah. Kak Nathan pergi sama temen-temen nya." Padahal alasan sebenarnya ia sedang menghindari suaminya.


"Oh... yasudah kalau begitu kamu ganti baju dulu. Sekalian Meili juga ganti baju," Mami Nilam kemudian berjalan kembali ke arah dapur. Sebenarnya sudah beberapa masakannya yang sudah matang.


"Meili, lo ganti baju di kamar tamu aja ya." Jessy tidak enak jika ia membawa Meili masuk ke dalam kamar suaminya. "Ada di sebelah sana," tunjuknya di mana kamar tamu berada.


"Ok," sahut Meili.


Setelah di kamar, Jessy merebahkan tubuhnya di ranjang. "Kemarin baru baikan, semalam baru bilang suka. Dan tadi apa! Udah tebar pesona," gerutunya. Rasa kesal itu kembali melanda hatinya. "Aku juga bisa jika tebar pesona," ucap Jessy dengan percaya diri.


Malam telah tiba, persiapan sudah selesai semua. Acara akan berlangsung di taman samping rumah. Papi Tama, Mami Nilam, Oma, Nenek Mariam, Meili, Reza, Ariel dan juga Jessy sudah bersiap menyambut kedatangan Nathan.


Nathan mengerutkan dahi melihat ada banyak mobil di halaman rumahnya, dan ia tahu mobil siapa saja itu. "Anak-anak ada di sini?" tanyanya pada Raka yang baru turn dari mobil.


"Benarkah?" Raka pura-pura tidak tahu. "Mungkin mereka ada perlu sama lo, mangkanya kemari."


Nathan dan Raka akhirnya masuk ke dalam rumah, tapi tidak ada siapa-siapa di dalam. Hingga kemudian sayup-sayup Nathan mendengar suara riuh dari samping rumahnya, ia dan Raka kemudian melangkahkan kakinya menuju sumber suara.


"Kejutan!" teriak semua orang.

__ADS_1


Nathan hanya terdiam di tempatnya, ia benar-benar tidak menyangka akan mendapat kejutan dari semua orang yang di sayangnya.


Mami Nilam maju dengan membawa kue tart dan lilin berbentuk angka 18 tahun. "Selamat ulang tahun sayang," ini yang kedua kalinya ia mengucapkannya. Sebagai seorang ibu ia tak menyangka jika putranya sekarang sudah beranjak dewasa, bahkan sudah berstatus kepala keluarga. Padahal ia merasa baru kemarin ia menggendong Nathan bayi kedalam dekapannya, dan sekarang anaknya itu sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang tampan.


Mata Nilam dan Nathan sama-sama berkaca kaca, ibu dan anak itu sedang merasa bahagia dan haru secara bersamaan. Setelah meniup lilin, Nathan langsung memeluk Nilam. "Terima kasih Mi, sudah melahirkan Nathan ke dunia ini. Dan sudah menjadi Mami yang terbaik untuk Nathan." ucapnya dengan menahan tangis.


Raka langsung mengambil kue yang di topang sebelah tangan oleh Nilam.


Nilam kemudian mengusap kepala Nathan yang masih berada dalam pelukannya. "Kamu juga putra terbaik Mami, dan kamu juga selalu membanggakan di mata keluarga."


Sontak saja semua yang berada di sana, ikut merasakan apa yang di rasakan ibu dan anak itu.


Jessy yang sudah lama tidak merasakan kasih sayang kedua orang tuanya, merasa begitu haru. Andai saja keluarganya masih utuh seperti ia kecil.


...----------------...


...Nah buat yang nagih doble up udah aku kasih ya, tapi emang nggak bisa tiap hari Doble up. ...


...Untuk yang minta belah duren, sabar ya 😁 lagi otw ke sana kok 🤭. ...

__ADS_1


__ADS_2