
Sinopsis Novel
Novel ini menceritakan tentang seorang pemuda cupu yang sering di bully di sekolahnya kemudian ia bertekad untuk merubah nasibnya.
Ia kemudian masuk geng dengan tujuan hanya untuk melindungi dirinya dari bullying, seluruh anggota geng tersebut di takuti, sehingga dengan ia masuk ke sana ia bisa berlindung di antara mereka.
Geng tersebut mempunyai kebiasaan akan melakukan pesta **** dan ia di terpaksa melakukannya karena dalam pengaruh alkohol, sehingga timbul rasa candu dalam dirinya.
Walaupun ia sudah keluar dari geng tersebut namun rasa candu akan hal itu sulit untuk di lupakan.
Hingga akhirnya ia menjebak seorang wanita yang sedang kesusahan, dan alhasil ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena wanita itu saat ini sedang mengandung darah dagingnya.
Berumah tangga dalam usia muda itu tidak mudah. Akan selalu ada rintangan dan halangan yang menghadang. Akan kah rumah tangga mereka bahagia?. Atau kandas di tengah jalan?. Yu ikuti terus ceritanya.
Di setiap part akan di munculkan kembali cuplikan akhir cerita dari part sebelumnya karena part 1 dengan yang lain nya itu saling menyambung. Tujuannya supaya yang membaca mudah mengerti alur ceritanya.
Perkenalan
Michael Rifkianda Putra Prayoga
Remaja 17 tahun yang masih bersekolah di jenjang SMA, ia biasa di panggil Rifki.
Rifki adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya Guntur Prayoga, ayah nya mempunyai perusahaan properti yang cukup terkenal di kota nya. Penghasilan satu bulanya mencapai 10 triliun.
__ADS_1
Setiap orang selalu berpikir bahwa sebagai anak orang kaya yang penghasilannya triliunan tentunya hidup Rifki sangat terjamin, apapun yang ia inginkan pasti langsung terwujud, hidupnya pasti serba mewah, rumahnya besar, mobil nya banyak, dan pasti pakaian nya pun bukan pakaian seratus ribu tiga yang di beli di pasar tanah abang.
Namun apa yang orang lain pikirkan itu sama sekali tidak benar, Rifki tidak mementingkan penampilannya, ia tidak seperti anak orang kaya yang lain, ia berpakaian pun sangat sederhana, bahkan bisa di katakan lebih bagus pakaian orang miskin yang hidupnya belaga kaya.
Rifki di sekolah di pandang sebagai laki-laki cupu, yang penampilannya dekil bahkan ia tidak mencerminkan seperti anak orang kaya. Setiap hari ia berangkat sekolah menggunakan motor tua milik tukang kebunnya, pakaiannya pun sudah lecek dengan sepatu yang sederhana, ia menggendong tas warna hitam yang di dalamnya terdapat banyak buku-buku pelajaran.
Walaupun ia di pandang laki-laki cupu Rifki termasuk siswa yang berprestasi di sekolahnya, setiap semester ia selalu mendapatkan juara 1 umum, yang ia lakukan setiap saat adalah belajar. Jika waktu istirahat ia pergi ke kantin sebentar lalu diam di kelas sambil membaca buku pelajaran yang ia pinjam dari Perpustakaan Sekolah. Rifki jarang bergaul dengan teman-temannya ia lebih suka menyendiri di kelas.
Senin 18 Maret 2013
Dari pukul 04.00 WIB Rifki sudah bangun, ia membereskan tempat tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Setelah selesai bersih-bersih di kamar mandi Rifki langsung menggunakan seragam sekolah, seragam itu ia ambil dari dalam lemari di kamarnya, seragam putihnya itu sudah lecek ke kuningan tanda sudah lama ia pakai, setelah selesai menggunakan pakaian Rifki langsung memasang dasi di lehernya sambil bercermin.
Sekarang Rifki sudah berada di ruang makan keluarga bersama ayah dan ibu nya. Terlihat di meja makan itu ada banyak sekali hidangan makanan, namun Rifki hanya makan nasi dengan telor dadar. Orang tua Rifki sudah tidak aneh lagi karena memang anak nya ini untuk hal apapun harus semaunya dia. Ketika dia tidak mau maka tetap tidak mau, ia kekeh dengan pendiriannya.
Mira Prayoga. Dia adalah ibunya Rifki, istri dari Guntur Prayoga, Bu Mira juga seorang pengusaha, ia mempunyai butik yang lumayan besar dengan penghasilan perbulannya bisa sampai ratusan juta.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Rifki dan Pak Guntur bersiap-siap untuk pergi. Pak guntur berangkat lebih dulu karena pagi itu ada meeting dengan klien dari Surabaya. Sedangkan Rifki masih menghabiskan makanan nya.
Tidak lama setelah itu Rifki berpamitan kepada Bu Mira untuk pergi sekolah, lalu Rifki pergi dengan menggunakan motor tua milik Mang Karim yaitu tukang kebunnya. Orang tua nya sudah menawarkan Rifki untuk pergi sekolah di antar oleh sopir pribadi keluarga Prayoga ataupun jika ingin bawa mobil sendiri pun tidak masalah namun Rifki tidak mau dan tetap ingin pergi sekolah menggunakan motor tua itu. Ya jika Rifki sudah tidak mau orang tuanya tidak bisa apa-apa.
Rifki setiap pergi sekolah ia selalu melewati gang-gang kecil dan perkampungan supaya ia lebih cepat sampai di sekolah. Hal itu yang menyebabkan Rifki terlihat kusam dan bau apek.
Tepat pukul 07.00 WIB Rifki sampai di sekolah. Ia tidak pernah datang terlambat, setelah Rifki memarkirkan motornya itu ia langsung pergi ke kelas.
__ADS_1
Setelah sampai di kelas Rifki langsung duduk di bangku nya, ia duduk di bangku paling depan. Rifki langsung membuka buku pelajaran yang ia bawa lalu membaca nya dengan khusyuk. Berbeda dengan teman-temannya yang lebih memilih nongkrong di kantin ataupun kelayapan ke kelas lain.
Hingga pada akhirnya datang seseorang nyamperin Rifki, perawakannya tinggi, badannya kekar, rambutnya di cat merah dan memakai anting seperti preman pasar.
.
.
.
.
.
Kira² laki-laki itu siapa ya?
Temanya Rifki atau bukan?
Tapi ko seperti preman pasar?
Tunggu kisah selanjutnya yak🐾
Mon maaf ya kalo masih banyak typo🙏
__ADS_1