
Setelah sekian lama menunggu dokter, akhirnya dokter keluar dari tempat di mana bu Ida di periksa.
"Dokter bagaimana keadaan ibu saya?" Tanya Santi.
"Maaf, kami disini sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkata lain." Jawab Dokter.
"Maksud dokter apa?" Tanya Santi lagi karena ia tidak paham dengan maksud dokter.
"Bu Ida telah tiada." Jawab Dokter.
Mendengar itu Santi badannya lemas, ia menyender ke tembok lalu terjatuh. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Ia tidak percaya ibunya pergi secepat ini.
"Ibuuuu.......... Ya Allah ibuuuu....." Teriak Santi sambil terjatuh ke lantai.
"Ya Alloh Ida, Maafkan aku karena aku belum bisa membahagiakan mu semasa hidup mu" Ucap Pak Agus yang berusaha tegar.
Sementara Rifki dari tadi hanya terdiam. Ia selalu dihantui rasa bersalahnya. Ia merasa sangat-sangat bersalah dengan kejadian ini. Karena jika ia tidak datang ke kehidupan Santi mungkin bu Ida masih ada di sini.
Jenazah ibu Ida di bawa pulang ke tempat tinggalnya dengan di antar oleh ambulance. Suara ambulan yang menggetarkan hati semua orang yang ada di sana. Suara getirnya ambulan juga membuat mereka semua yang mendengarnya ikut prihatin dengan kepergian bu Ida.
Santi ia tidak bisa berhenti menangis sungguh ia tidak pernah menyangka dengan kejadian ini.
__ADS_1
"Astagfirulloh.... Ibu..... Ibu.... Ya alloh... Ibu... ibuuu...." Santi menjerit histeris ketika jenazah sang ibu di bawa keluar dari mobil ambulan untuk di urus dulu di rumahnya sebelum di semayamkan.
Jenazah bu Ida akan di semayamkan di pemakaman keluarga di sana. Saat ini masih dimandikan oleh warga setempat. Santi tidak bisa ikut memandikan jenazah ibunya karena ia tidak kuasa menahan tangisnya.
Tidak ada anak yang tega melihat ibunya sudah terbujur kaku tidak bernyawa. Ibunya sudah tidak bisa bicara lagi dengannya. Ibunya sudah pergi meninggalkannya untuk yang selama-lamanya.
Sang ibu yang tadi masih terlihat sehat, sekarang sudah menjadi mayat.
Setiap anak mempunyai impian ingin membahagiakan sang ibu. Tapi apa jadinya jika harapan itu sirna ketika sang ibu lebih dahulu pergi meninggalkannya di saat impian itu belum tercapai.
Setelah selesai kemudian jenazah bu Ida dikafani dan disholatkan. Pak Agus sekarang masih berusaha tegar dan ikut menyolatkan jenazah sang istri begitupun Rifki yang ikut menyolatkan jenazah ibu mertuanya.
Tangisan air mata yang mengiringi jenazah itu di antar ke pemakaman. Santi dari tadi menangis tersedu-sedu tiada henti, ia sudah berusaha tegar namun ia tidak bisa.
Sang ibu sekarang sudah di makamkan di tempat pemakaman umum desa itu. Mereka semua menangis. Termasuk Rifki dan Pak Agus begitupun Santi.
Santi benar-benar sudah tidak kuat lagi dengan keadaan saat itu. Ia harus berpisah dengan sang ibu untuk selamanya. Ia tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi secepat ini bahkan membayangkannya pun ia tidak pernah.
Pak Agus yang melihat istrinya di masukan ke liang lahat ia juga tidak bisa membendung air matanya. Walaupun ia sudah berusaha kuat, namun ia juga manusia biasa. Tak terasa air matanya mengalir di pipinya.
Begitupun dengan Rifki. Selain ia sedih karena kehilangan ibu mertuanya, ia juga sedih karena ia tidak bisa memprediksi bagaimana sikap Santi ke depannya nanti. Karena biar bagaimanapun juga bu Ida meninggal karena ia syok mendengar semua yang telah terjadi pada Santi akibat ulahnya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Selamat tinggal ibu Ida. Memang yang namanya ajal manusia itu tidak ada yang tahu.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1