
Bu Mira kemudian masuk untuk menengok keadaan Santi, ia tinggal menunggu Santi siuman.
Tidak lama setelah itu, Rifki dan Pak Guntur juga sudah sampai ke Rumah Sakit, mereka berdua buru-buru dengan menyelinap pada jalan setapak supaya cepat sampai ke Rumah Sakit.
Dalam hati Bu Mira ia menyimpan kekesalan pada suami dan anaknya itu, kenapa gak dari tadi coba masuk jalan setapak, mungkin ia gak akan sepanik ini. Tapi ya sudahlah lupakan saja. Walaupun Bu Mira masih terus ngoceh menggerutu, tapi ya sudahlah.
Rifki tidak memperhatikan ocehan mamanya itu, ia buru-buru melihat keadaan istrinya, ia dari tadi begitu khawatir dengan keadaannya, semoga saja dia cepat siuman.
Di pegangnya telapak tangannya dengan penuh harapan semoga ia cepat siuman, dan semoga kondisinya secepatnya membaik.
Bu Mira sambil menceritakan semuanya, menceritakan kepanikan yang ia rasakan di kala ia di rampok sampai memikirkan administrasi Santi yang harus di bayar.
Ia juga menceritakan tentang Tika, Bu Mira merasa kalau bukan karena Tika maka kemungkinan Santi tidak terselamatkan, untung saja ada Tika yang memberinya pinjaman uang. Bu Mira rasa mereka semua berhutang budi pada Tika.
Hari sudah mulai gelap, sebelum pulang Tika mampir dulu untuk menengok keadaan Santi, ia juga takut bahwa Bu Mira di sana masih sendirian menjaganya.
__ADS_1
Pas masuk ruang rawat, Santi tersenyum karena rupanya Bu Mira sudah bersama suami dan anak nya, Tika sudah merasa lega karena biar bagaimanapun Tika sudah menganggap Bu Mira ini ibu kandungnya.
Tika kemudian bersalaman dengan Pak Guntur, bapak kost yang baik selama Tika dulu ngekost di rumahnya, walaupun memang jarang ketemu, karena Pak Guntur sibuk bekerja.
Juga dengan Rifki, sahabat lamanya itu, dulu mereka itu menjadi teman baiknya, waktu itu umur Rifki masih bocah, sehingga mereka tak jarang juga ribut-ribut kecil.
Semua itu tinggallah kenangan, biarkan suasana itu yang menjadi bukti persahabatan mereka, saat ini mereka berdua sudah berumahtangga, sudah punya keluarga masing-masing, tapi bukankah gak mungkinkan persahabatan bisa terjalin kembali?.
Pak Guntur dan Rifki yang mengetahui semua cerita yang di ceritakan Bu Mira sangat berterimakasih sekali pada Tika karena sudah mau menolongnya.
Tika tidak bisa berlama-lama di sana, karena di rumah sudah ada suami dan anaknya yang menunggu, suaminya sedang sakit makanya ia sengaja mengambil sip siang supaya malamnya bisa menjaga keluarganya.
Pak Guntur menawarkan untuk di antar saja menggunakan mobilnya, karena Pak Guntur juga tidak tega jika melihat Tika harus pulang malam-malam naik ojeg takutnya kenapa-kenapa.
Bu Mira juga mau pulang dulu karena harus membawa baju ganti untuk Rifki dan Santi, jadi tidak ada salahnya jika Tika di antar dulu oleh mereka.
__ADS_1
Tika menolak, ia tidak enak takutnya merepotkan, lagian ia juga sudah terbiasa, tapi karena Bu Mira maksa juga karena Bu Mira mau sekalian membelikan baju di toko yang berada di desa sebelah jadi Tika tidak bisa menolak.
"Kamu jaga istrimu baik-baik ya nanti mama sama papa kesini lagi" Ucap Bu Mira pada anaknya sambil berjalan pergi.
.
.
.
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
jan lupa like👍
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1