Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Handphone


__ADS_3

Matahari telah terbenam di arah barat, suara adzan sudah berkumandang, tandanya waktu sholat Magrib telah tiba.


Rifki dan Santi kemudian mengambil air wudhu. Dan berakhir bermain air sehingga mereka basah kuyuk.


Rifki tidak menyangka keromantisan seperti ini bakal terjadi lagi. Karena mengingat sikap Santi sebelumnya seperti apa.


Saat ini mereka sedang melaksanakan sholat berjamaah berdua, setelah selesai mereka kemudian berdoa kepada alloh dan mengucapkan rasa syukur atas anugerah dan nikmat yang telah di berikan kepada mereka.


"Ya Alloh terimakasih engkau telah mengabulkan semua doa-doa hamba mu ini. Terimakasih engkau telah menyelamatkan pernikahan hamba. Semoga keluarga kecil hamba ini ke depannya bisa lebih baik. Bisa menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. Juga hamba mu ini minta maaf atas kesalahan-kesalahan hamba di masa lalu yang begitu besar, tapi hamba yakin, engkau ini maha murah dan maha memaafkan" Ucap Rifki dalam doanya bersungguh-sungguh.


Mendengar doa-doa yang di ucapkan Rifki itu hati Santi jadi semakin kagum dengan kesungguhan Rifki untuk berubah lebih baik dari sebelumnya. Memang Rifki ini sekarang ia semakin menjadi lebih taat atas perintah alloh. Ia sekarang tidak pernah meninggal sholat. Santi pikir sebelumnya itu Rifki melakukan sholat karena ia mencari perhatian Santi, tapi makin kesini Santi lihat, Rifki sholat ini dengan kesungguhan yang luar biasa.


Setelah sholat mereka menyempatkan diri untuk membaca Alquran sambil menunggu waktu sholat isya.


Detik demi detik melaju begitu cepat. Keromantisan suami istri itu seakan menjadikan suasana malam itu begitu berwarna bagi mereka berdua. Bahkan dengan mereka beribadah bareng aja mereka sudah sangat bahagia.


Saat ini mereka sudah merebahkan diri di kasur. Setelah selesai sholat isya memang mereka ini memilih untuk langsung rebahan. Mungkin karena aktivitas siang tadi begitu menguras tenaga jadi mereka mungkin saat ini sudah kelelahan. Atau mungkin mereka sedang beristirahat supaya malam nanti mereka akan bekerja dengan maksimal.


Mereka saat ini sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing, mereka sedang melihat apa saja yang terjadi di dunia maya, karena sudah beberapa hari mereka tidak membuka media sosialnya itu.


Melihat Rifki yang sepertinya asik banget main media sosialnya sampai-sampai Santi yang di sampingnya di abaikan. Bahkan Rifki sampai senyum-senyum sendiri. Hati Santi jadi panas. Ia curiga ada apa-apa lagi sepertinya ini.


"Yang" Ucap Santi yang mulai ngambek.

__ADS_1


"Apa" Jawab Rifki yang bahkan tidak melirik ke arah suara itu berasal sana sekali.


"Asik banget ya?" Tanya Santi yang benar-benar udah ngambek sekarang.


"Enggak ko" Jawab Rifki yang masih terus fokus memainkan ponselnya itu.


"Alah bohong, sampai-sampai kamu gak memperdulikan aku di sini" Ngambek Santi semakin menjadi-jadi.


"Ya maaf" Jawab Rifki singkat dengan muka datarnya yang rupanya seperti orang yang tidak merasa bersalah.


"Sini aku lihat handphone kamu!" Ucap Santi tegas sambil merebut handphone Rifki. Sepertinya Santi sudah benar-benar marah.


"Gak boleh" Jawab Rifki mempertahankan handphone itu di genggamannya.


"Kamu gitu ih." Rengek Santi yang tidak bisa mengambil handphone itu dari genggaman Rifki.


"Privasi dong" Jawab Rifki dengan masih mempertahankan handphone nya.


"Sama istri main privasi nih ya. Jangan-jangan punya cewek lain lagi." Ucap Santi yang kecurigaan nya semakin menjadi-jadi karena melihat Rifki yang berusaha keras mempertahankan handphone nya.


"Gemes deh lihat kamu cemburu gini. Jadi makin cinta deh" Ledek Rifki yang melihat wajah Santi memerah karena kesal. Bahkan keringatnya di wajahnya bercucuran, mungkin karena ia berusaha mengambil handphone itu dengan penuh energi.


Melihat leher lanjang nan putih itu bercucuran keringat di tambah beberapa helai rambut yang menempel di sana hasrat Rifki jadi naik. Apalagi sudah lama sekali ia berpuasa tidak melakukannya. Sepertinya ia punya rencana.

__ADS_1


Santi kemudian memanyunkan bibirnya sambil matanya melirik Rifki dengan tatapan tajam.


"Ya udah nih" Ucap Rifki sambil menyodorkan handphone nya itu.


Santi mengambil handphone itu dari tangan Rifki sambil ngedumel. "Awas aja kalo terbukti lagi main DM-an sama cewek lain."


"Buktiin aja. Kalo gak terbukti kamu aku hukum ya nanti" Jawab Rifki dengan tenang.


"Siapa takut." Ucap Santi yang pikirannya sudah sangat yakin bahwa ada apa-apa di handphone itu


"Tunggu saja nanti, hukuman dari ku akan membuat mu kapok" Ucap Rifki sambil tertawa kecil, rencanannya sudah berhasil.


.


.


.


.


Seneng gitu lihat mereka romantis lagi.


Yu ikuti terus cerita nya 🐾

__ADS_1


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2