Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Di Bentak Lagi


__ADS_3

Tika saat ini sedang memasak di dapur, walaupun rasanya badannya sudah capek, sudah hampir remuk rasanya, namun ia juga harus mengurus suaminya.


Belum juga sanga anak yang dari tadi rewel terus, sehingga mengharuskan Tika memasak sambil menggendong bayinya.


Nasi dan goreng tempe sudah Tika hidangkan di meja makan tinggal menunggu sup aja.


"Mas makanan nya udah jadi" Ucap Tika memanggil suaminya.


"Iya" Sahut suaminya itu.


"Ajak bapak juga" Pinta Tika.


"Gak boleh, kakek tua itu gak boleh makan bareng, yang ada bikin selera makan aku jadi hilang aja nanti" Benyak suaminya yang sudah ada di depannya.


"Kamu gak boleh gitu mas" Ucap Tika mengingatkan.


"Kamu berani ngelawan suami hah?" Fachriel yang kembali membentak Tika.


"Yaudah deh mas iya, biar nanti papa makan di kamar aja" Jawab Tika mengalah.


"Serah kamu aja dah"


"Cepet sini ambilin makanan nya" Pinta Fachriel.


"Iya mas sebentar ini dede nya lagi rewel" Ucap Tika sambil mengurus bayi nya itu.


"Cepet!, emang anak itu bisa nya nyusahin aja!" Bentak Rifki sambil dede bayi nya kaget dan menangis.


"Iya iya mas, kamu jangan gitu ngomong nya tuh kan kasihan dede nya jadi nangis gitu" Ucap Tika.

__ADS_1


"Bodo amat" Fachriel yang tidak merasa bersalah sedikitpun.


Kemudian Tika mengambil makanan untuk bapak itu yang tidak tahu siapa namanya, namun ia rasa kasihan jika bapak itu harus berada di jalanan.


"Udah gak usah banyak-banyak!" Bentak Fachriel sambil mengambil makanan yang sedang Tika ambil untuk bapak itu.


"Mas gak boleh gitu" Tika mengingatkan.


"Kamu tuh kalo di bilangin ngelawan aja!" Bentak suaminya lagi.


"Iya mas iya" Tika pasrah saja.


"Tut tut tut dede gak boleh rewel ya" Ucap Tika menenangkan bayi nya yang dari tadi rewel terus.


Tika kemudian pergi sambil menggendong bayi nya dan membawa sepiring makanan untuk fi berikan kepada bapak itu.


"Makan dulu yak" Sambungnya.


Tika kemudian menyimpan piring itu di dekat tempat tidurnya, bapak itu memang tidak berbicara sama sekali, mungkin ia depresi berat karena sesuatu yang terjadi padanya.


Tika kemudian pergi ke kamar untuk menidurkan bayinya, bayi mungil anak semata wayangnya, ia sangat menyayangi anak nya, dan itu yang menjadi bahan kekuatan atas apapun yang di lakukan suaminya padanya.


"Nang ning nang ning nong, kamu bobo ya, bayi mungil bunda, bobo ya, udah malem, kalo gak bobo di gigit nyamuk"


Bayinya seperti nya sudah tidur, ia harus kembali ke dapur untuk makan dan mengurus suaminya, karena suaminya itu susah bak raja, yang apapun harus di layani.


"Tika, cepetan sini ambilin aku minum" Teriak Fachriel dari dapur.


Nah kan, suaminya sudah berteriak, bahkan untuk mengambil minum pun harus menyuruh Tika, padahal tinggal ambil dari poci yang sudah ada di depannya.

__ADS_1


"Iya mas tunggu sebentar" Sahut Tika.


"Cepetan!, aku tersedak ini" Teriak Fachriel lagi memanggil istrinya.


"Iya mas"


Tika buru-buru pergi ke dapur dan mengambilkan air minum untuk suaminya.


"Kamu itu lama banget, pengen aku mati apa?" Bentak Fachriel lagi dan lagi.


"Nggak gitu mas" Ucap Tika.


"Udah udah, anter aku ke kamar" Suruh Fachriel pada Tika.


Tika kemudian mendorong kursi roda suaminya, padahal tadi saja ia bisa dari kamar ke dapur sendiri.


.


.


.


Hallo Reyreader gimana ceritanya?


Sabar banget ya si Tika ini? jarang-jarang loh ada cewek kek gitu, biasanya suami sakit langsung di tinggalin.


Yu ikuti terus ceritanya 🐾


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2