Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Bubur


__ADS_3

"Mamah bawa apa itu?" Tanya Rifki yang melihat ada kantong kresek di atas meja.


"Itu bubur buat Santi" Jawab Bu Mira.


"Makasih ya mah udah repot-repot" Ucap Rifki.


"Udah gak papa" Ucap Bu Mira menjawab.


"Kamu mau makan sekarang?" Tanya Rifki sambil menatap Santi.


"Kapan aja yang penting di suapin kamu" Jawab Santi menggoda suaminya dengan gombalan nya itu.


"Gak malu apa ada mamah?" Tanya Rifki yang ketar-ketir malu ada mamah nya di sana.


"Biarin ya mah" Ucap Santi sambil melirik pada Bu Mira.


"Iya, iya" Jawab Bu Mira sambil mengangguk kecil.


"Ya udah aku suapin nih ya" Ucap Rifki sambil terus mengaduk bubur itu.


"Aaa buka mulutnya dong" Ucap Rifki sambil menyodorkan satu sendok bubur itu.


"Ih bentar dulu aku pengen sambil duduk" Ucap Santi yang berusaha untuk duduk.


"Ih bantuin atuh kenapa diam bae" Gerutu Santi yang melihat Rifki malah menontonnya.


"Ya udah sini" Jawab Rifki membantu sambil membantu Santi.


"Aww" Teriak refleks Santi sambil memegang perutnya.


"Kenapa Yang?" Tanya Rifki panik.


"Kenapa San" Tanya Bu Mira yang juga panik.


"Perut aku sakit argggh" Jawab Santi sambil meringis kesakitan memegang perut bawahnya.


"Yaudah kamu berbaring lagi aja" Ucap Rifki.


"Sini aku bantu, pelan-pelan" Sambungnya.


"Makasih ya" Ucap Santi sambil menatap Rifki penuh cinta di matanya.


"Atas dasar apa?" Tanya Rifki karena jarang-jarang Santi mengucapkan kata terimakasih.


"Kamu udah baik sama aku" Jawab Santi dengan tulus sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku ini suami mu, ya udah kewajiban ku. Kamu tuh ada-ada aja" Ucap Rifki.


"Mamah keluar dulu ya, gak kuat liat kalian romantis-romantisan kaya gitu" Ucap Bu Mira yang berjalan keluar.


"Mamah ni iri aja" Jawab Rifki menggoda mama nya itu namun Bu Mira tidak menghiraukannya.


"Ya udah jadi makan gak?" Tanya Rifki. Dan di jawab oleh Santi hanya dengan anggukan.


"Ya udah atuh aaaa" Ucap Rifki sambil menyodorkan sesendok bubur itu.


"Aaa ngeng ngeng ngeng aaa terbang" Rifki memainkan sendok itu seolah seperti kapal terbang.


"Ih yang aku tuh bukan anak kecil gak usah gitu" Gerutu Santi.


"Ya udah ni aaa lagi" Jawab Rifki sambil menyodorkan sesendok nasi lagi.


"Ih jangan gede-gede gak masuk" Gerutu Santi yang melihat suaminya ini sepertinya tidak niat menyuapi dirinya.


"Biasanya pengen yang gede" Jawab Rifki yang traveling dengan perkataan Santi.


"Astagfirulloh kamu telah menodai pikiranku" Sambungnya sambil tertawa untuk mencairkan suasana.


"Kamu nya aja yang otak mesum" Ucap Santi sambil menahan tertawa nya.


Bu Mira dan Pak Guntur sekarang berjalan masuk menuju ruangan rawat inap Santi. Sepertinya Pak Guntur habis memborong makanan yang banyak, buktinya ia membawa kantong kresek yang besar.


"San, gimana udah baikan?" Tanya Pak Guntur menanyakan keadaan Santi.


"Alhamdulillah" Jawab Santi singkat katena susah lagi mengunyah bubur.


"Itu calon cucu papa nya gimana?" Tanya Pak Guntur lagi.


"Baik juga pah" Jawab Santi masih singkat karena buburnya masih di kunyah.


"Papa udah gak usah di ajak ngomong terus, dia lagi makan" Sahut Bu Mira yang melihat Pak Guntur terus nanya kepada Santi yang sedang makan.


"Iya, iya"


"Papa belanja apa tuh sampe satu kresek besar gitu" Tanya Rifki yang penasaran dengan belanjaan Oak Guntur sebanyak itu.


"Ini buat makan malam kita, juga cemilan takutnya nanti kan lapar tengah malam" Jawab Pak Guntur.


"Ih papa kita tuh gak boleh nginap!" Ucap Bu Mira.


"Hah masa iya? Sama dokter?" Jawab Pak Guntur yang tidak percaya, masa iya dokter melarang seperti itu.

__ADS_1


"Bukan, noh sama menantu kita. Katanya dia gak mau di ganggu, pengen berduaan terus sama suaminya" Jawab Bu Mira sambil tersenyum kecil.


"Mamah ih kompor banget" Gerutu Santi.


"Maafkan, mama berbicara fakta" Jawab Bu Mira sambil tertawa.


"Jadi keinget dulu tuh pas mama kamu lagi hamil. Sampai-sampai papa pulang kerja ki harus temanin dia gak boleh mandi seharian" Pak Guntur menceritakan pengalamannya.


"Ko sama, sama dia ya pah" Sahut Rifki yang mendengar pengalaman papahnya itu sana dengan yang ia alami.


"Emang gitu juga?" Tanya Pak Guntur meyakinkan.


"Sampai-sampai sholat juga gak boleh lama pah" Jawab Rifki.


"Ya alloh ternyata cewek tuh kalo hamil manjanya gitu, ku kira mama mu saja ternyata tidak" Ucap Pak Guntur.


"Kalian tuh malah curhat. Itu tuh namanya bawaan bayi, jadi kalian harus sabar ngadepinnya. Tadi juga Santi ngomong sama mamah dia takut kamu tuh Ki risih katanya" Sahut Bu Mira ikut bicara.


"Enggak ko, aku malah senang gitu harus dekat-dekat sama kamu. Jadi gak perlu ngemis-ngemis kalo minta jatah" Ucap Rifki menggoda istrinya itu sambil tertawa kecil.


"Astaga anak kita mah"


Mereka berempat sungguh mencerminkan keluarga yang begitu harmonis.


Mereka kemudian makan malam disana. Setelah selesai, Bu Mira dan Pak Guntur pamit pulang karena tidak mau mengganggu meteka. Toh juga ia gak mau harus gadang malam itu.


.


.


.


.


.


.


.


Bagaimana kisah selanjutnya?


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2