Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Hampir Ketahuan


__ADS_3

Fachriel berdiri dari rebahannya kemudian berjalan pelan-pelan supaya tidak menimbulkan suara. Tujuannya untuk pergi ke tempat di mana kursi roda itu berada.


Di saat dirinya sedang terus berjalan tiba-tiba istrinya memanggilnya.


"Mas"


"Mas Fachriel makanannya udah siap"


Hati Fachriel yang dag dig dug terus menerus, rupanya istrinya itu memanggil dari dapur, untung saja tidak langsung menghampirinya.


"Iya tunggu sebentar, berisik banget sumpah"


Jawab Fachriel yang sengaja seolah-olah membentak istrinya supaya istrinya tidak curiga.


Ia melanjutkan berjalan, rupanya memang Tika ini di dapur, jadi Fachriel bisa aman untuk pergi ke ruang tengah tanpa di ketahui Tika bahwa ia sudah bisa berjalan.


Memang di rumahnya itu ada sekat yang jadi pemisah antara ruang tengah dan dapur, jadi apapun yang terjadi di ruang tengah tidak akan terlihat dari dapur.


Fachriel terus berjalan dengan penuh hati-hati supaya istrinya tidak curiga, jarak antara ia dan kursi roda itu tinggal terhalang oleh lemari saja.


Dari ujung ruangan sana bapak tua itu terus melihat gerak-gerik Fachriel, namun Fachriel tidak menghiraukannya karena Fachriel rasa orang stres seperti dia ngapain di urusin, toh juga dia gak bakal ngadu.

__ADS_1


Srak, kresak, kresak, suara orang yang berjalan dengan menggunakan sendal jepit, Fachriel kemudian panik karena itu sudah dapat di pastikan bahwa yang berjalan itu istrinya.


Di tengah kepanikannya itu ia kemudian memilih untuk mengumpat di pinggir lemari, semoga saja istrinya itu tidak curiga, dan semoga tidak melihat ada kursi roda di ruangan itu.


Fachriel terus melihat ke arah Tika berjalan dengan mengintip, Tika terus berjalan ke tempat di mana kursi roda Fachriel berada, untung saja mungkin tidak sempat terlihat karena teralihkan dengan mengambil pisau di meja kecil yang menghalangi keberadaan kursi roda itu.


"Rupanya pisau itu di sini"


Setelah itu Tika kembali ke dapur tanpa melihat apapun, dan itu membuat hati Fachriel sedikit lega.


Ia kemudian buru-buru untuk ke kursi roda dan pura-pura lumpuh di sana, semua ini ia lakukan karena ia rasa menjadi orang lumpuh itu menyenangkan karena serba di layani.


Teriaknya memanggil istrinya untuk mendorong kursi roda itu.


"Mas" Panggil Tika pada suami yang sedang ia dorong di kursi roda.


"Iya, apaan?" Jawab Fachriel singkat.


"Besok kita ke dokter nya bareng aku aja, biar gak berabe" Ucap Tika.


"Ke dokter?" Tanya Fachriel yang kemudian ia ingat bahwa besok jadwal cek rutin di Rumah Sakit. Ia ketar-ketir karena ia harus cari alasan apa.

__ADS_1


"Iya kan besok kamu harus cek kaki kamu" Jelas Tika pada suaminya.


"Emang kamu punya uang?" Tanya Fachriel yang mencoba untuk tidak pergi ke Rumah Sakit.


"Ya kalo untuk itu mah ada" Jawab Tika.


"Udah lah gak usah, mendingan kamu pakai buat keperluan lain aja" Ucap Fachriel yang bersikeras agar ia tidak pergi ke Rumah Sakit, bisa-bisa rencananya terbongkar.


"Tapi mas" Tika yang kepotong ketika berbicara.


"Udah nurut aja, lagian aku juga dari dulu ke dokter gak ada perubahan juga kan" Fachriel dengan nada ngegasnya.


"Ya udah deh terserah kamu" Jawab Tika pasrah dengan keinginan suaminya.


.


.


.


Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Ah untung aja tuh si Tika bertahan banget ya sama suami kaya gitu, Yu ah Ikuti terus ceritanya 🐾 Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2