
Di saat Fachriel sedang asyiknya main medsos tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang bergerak menuju tempatnya berada.
"Astaga itu siapa? mana aku kan tadi kesini gak pake kursi roda, kursi rodanya ada di ruang tengah, jangan sampai orang itu curiga, dan bisa-bisa rencana ku gagal total, aku masih males kalo harus kerja, aku udah nyaman kaya gini"
Dan ketika ia lihat, siapa yang berjalan? Benar, Tika istrinya. Melihat itu ia kaget bukan kepalang, bagaimana tidak, jangan sampai istrinya curiga kenapa ia bisa rebahan di tempat tidur sedangkan kursi rodanya berada di ruang tengah.
Ia kemudian memutar seluruh otaknya agar mempunyai alasan yang logis jika seandainya Tika menanyakan itu semua.
"Malem mas" Sapa Tika yang sudah berada di depannya sambil mencium tangannya.
"Iya" Jawab Fachriel di tengah kepanikannya itu.
"Udah main handphone lagi sekarang?" Tanya Tika yang heran ko setelah sekian lamanya tidak megang handphone sekarang asyik main medsos.
"Iya tadi aku gabut" Fachriel yang mencari alasan logis.
"Kamu itu kalau mau masuk assalamualaikum dulu gitu" Gerutu Fachriel yang masih panik dengan keberadaan istrinya yang tiba-tiba datang di hadapannya itu.
"Aku tadi udah, mungkin kamu gak dengar" Tika yang memang tadi sudah mengucapkan salam.
__ADS_1
"Kamu bilang aku budek?" Bentak Fachriel pada istrinya yang ia 5idak suka pada perkataannya.
"Nggak gitu mas" Jawab Tika.
"Michael mana?" Tika mengalihkan pembicaraan karena takut berkepanjangan.
"Tuh di tempat tidurnya" Jawab Fachriel sambil menunjuk ke arah tempat tidur anaknya itu.
"Ko kamu gak temenin?" Tanya Tika yang melihat suaminya itu seperti menelantarkan anaknya.
"Bawel banget si kamu itu, aku tuh udah capek seharian ngurusin anak itu" Bentak Fachriel lagi-lagi yang tidak suka dengan perkataan istrinya.
"Iya mas iya maaf" Jawab Tika yang berusaha mengalah karena tidak ingin bertengkar dengan suaminya, kemudian ia melihat anaknya yang sedang tertidur pulas.
"Bagus kalo gitu, cepet buatin aku makan sekarang" Pinta Fachriel sengaja supaya Tika tidak curiga.
"Iya tunggu sebentar mas" Jawab Tika.
"Mau sekalian bareng ke dapurnya? Kursi roda nya mana?" Sambungnya sambil pungak-pinguk mencari keberadaan kursi roda itu.
__ADS_1
"Udah aku bisa sendiri, udah sono buatin aku makan cepetan" Pinta Fachriel lagi sambil membentak istrinya dengan hati yang panik juga.
"Iya mas" Jawab Tika sambil berjalan pergi ke dapur.
"Ah untung saja dia tidak curiga, dasar wanita bego" Ucap Fachriel tersenyum licik.
Rifki melihat ke sekelilingnya untuk memastikan bahwa Tika sudah berada di dapur, dengan begitu ia akan buru-buru lari untuk mengambil kursi roda itu.
Tapi bagaimana jika Tika melihat keberadaan di sekeliling ruang tengah, terus ia melihat kursi roda itu berada di sana, ah memang benar-benar harus punya alasan yang logis ini.
.
.
.
.
Hallo Reyreader, suami idaman kalian yang kaya gini ya? Fachriel ini benar-benar kelewatan yak, udah bisa jalan juga ngapain si pura-pura lumpuh, bukannya kalo udah nikah terus nafkahin istri menjadi kesenangan tersendiri bagi suami, kan katanya kalo liat istri senang suami juga ikut senang. Gak si Reyreader?
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏