Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Pulang


__ADS_3

Tidak lama setelah itu Mereka berempat pulang dengan menggunakan mobil milik Pak Guntur, Pak Guntur yang menyetir mobil, karena Rifki harus menenangkan Santi yang duduk di belakang.


"Yang udah dong jangan nangis terus gitu, aku jadi sedih loh" Ucap Rifki yang juga ikutan sedih melihat Santi yang dari tadi tidak berhenti menangis.


"Kamu harus kuat ya San, ini semua ujian bagi kamu" Sahut Bu Mira menegarkan menantunya itu.


"Masa istri aku cengeng gini, mana dong Santi yang kuat, yang aku kenal" Ucap Rifki lagi yang berusaha menghibur Istrinya itu.


"Aku cuma gak nyangka aja cobaan datang bertubi-tubi" Jawab Santi sambil terus mengalir butiran-butiran air mata di pipinya.


Mendengar itu Rifki jadi merasa bersalah "Aku minta maaf ya"


"Kenapa kamu yang minta maaf?" Tanya Santi heran dengan suaminya itu.


"Semua masalah yang terjadi sama kamu itu berawal dari aku" Jawab Rifki dengan penuh bersalah dalam hatinya.


"Jangan ngomong gitu dong Yang, aku yakin kita bisa lewati cobaan ini semua" Ucap Santi kala melihat suaminya terus menyalahkan dirinya.


"Ah jadi makin sayang deh sama kamu" Ucap Rifki sambil mencubit pipi istrinya tercinta itu.

__ADS_1


"Aaaaa gemesss, sini peluk" Sambungnya kemudian memeluk istrinya dengan paksa.


"Kalian tuh emang gak ada malu-malu nya ya di depan orang tua" Gerutu Bu Mira yang duduk di depan mereka.


"Eh biarin, orang kita suami istri ya yang?" Jawab Rifki sambil terus memeluk istrinya itu.


"Tapi seenggaknya gak di depan mama gitu ya" Gerutu mamanya lagi mendengar jawaban dari anaknya seperti itu.


"Ih kenapa mamah yang sewot?" Ucap Rifki yang heran dengan mama nya.


"Mamah iri ya, sini peluk aja papa" Sahut Pak Guntur yang sedang fokus nyetir.


Dan itu mereka semua berujung tertawa, mereka sengaja seolah-olah terjadi konflik, tapi itu semua mereka lakukan tidak lain hanya untuk menghibur Santi.


Dan alhasil mereka sukses, sekarang Santi bisa tertawa, ya walaupun tidak dengan hatinya, karena biar bagaimanapun tidak ada seorang anak yang bisa tenang di kala orang tuanya hilang entah kemana. Tapi Santi yakin, ayahnya itu masih hidup.


Setelah mereka melewati lika-liku jalan, akhirnya mereka bisa sampai di kampung. Air mata Santi kembali berlinang membasahi pipi manisnya ketika melihat rumah yang ia di besarkan di sana ludes terbakar. Apalagi sang ayah kemungkinan terbesar meninggal di makan kobaran api.


"Kamu jangan bersedih terus yak, kamu juga harus ingat dengan kandungan kamu" Ucap Bu Mira pada menantunya itu.

__ADS_1


***


Berita tentang Santi yang telah pulang dari Rumah Sakit terdengar pada telinga Mayang dan Aryo, mereka kemudian bergegas, karena mereka ingin menyaksikan tatkala Santi nangis-nangis kejar ketika melihat semua yang terjadi.


Mereka bersembunyi di balik semak-semak, saat ini mereka sedang asik menonton adegan yang bahkan lebih bagus dari film profesional sekalipun.


Adegan dimana Santi menangis meratapi semua yang terjadi pada dirinya. Namun di balik itu semua Aryo sebenarnya tidak tega melihat Santi menderita seperti itu, tapi lagi-lagi Mayang yang membuat Aryo menjadi orang yang tak punya perikemanusiaan, Mayang yang telah merubah kepribadian Aryo.


"Sudahlah kamu itu jangan bodoh!, Dia saja tidak peduli ketika kamu menderita karena Santi meninggalkan kamu, lantas kenapa kamu masih memikirkannya." Ucap Mayang pada Aryo dengan bengisnya.


.


.


.


Yu ikuti terus ceritanya 🐾


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2