Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Masak


__ADS_3

Part ini mengandung adegan romantis buat yang jomblo jangan baca takutnya baper🤣


Setelah mereka selesai melaksanakan sholat ashar kemudian Santi memilih untuk masak di dapur, mengingat hari itu belum ada yang masak untuk makan malam.


Santi kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa, karena takut kotor. Ia mengganti pakaian di depan Rifki langsung tanpa malu. Toh juga Rifki sudah suaminya dan sudah melihat semuanya, apalagi yang harus di sembunyikan.


"Yang kamu mau kemana?" Rifki bertanya karena Santi ganti pakaian.


"Aku mau masak buat makan malam" Jawab Santi.


"Aku bantuin ya" Pinta Rifki.


"Emangnya bisa?" Tanya Santi tidak yakin.


"Emmm dia meremehkan skil saya" Jawab Rifki dengan penuh percaya diri.


Kemudian mereka berdua berjalan ke dapur. Mereka berjalan berdampingan, bahkan sesekali Rifki menggandeng tangan Santi. Namun Santi selalu berusaha melepaskan nya karena menurutnya bucin nya tuh udah kelewatan bisa-bisa ia malu lagi jika ada ayahnya.


Mereka sekarang sudah sampai di dapur. Kemudian Santi melihat-lihat isi dapur ada bahan-bahan apa saja di sana. Dan kebetulan ada beberapa bahan makanan sisa hajatan di sana. Sedangkan Rifki ia duduk di kursi, karena ia bingung ia harus bantu apa.


Kemudian Santi mengambil beras beberapa liter, juga tempe, tepung terigu, ada terong ungu, dan bumbu rempah-rempahnya.


Pertama Santi memasak nasi dulu. Setelah nasi nya matang baru Santi akan menyiapkan masakan yang lain.


Pertama Santi memotong tipis tempe. Rifki yang melihat itu kali ini waktu yang tepat untuk membantu Santi, karena kalau hanya memotong tipis tempe Rifki bisa melakukannya. Ia kemudian mendekati Santi dan mengambil pisau dengan niatan untuk membantu memotong tempe, karena Santi pikir takut salah memotong tempenya takut terlalu tebal maka Santi menyuruh Rifki untuk iris daun bawang saja.

__ADS_1


Dengan cepat Rifki menyelesaikan tugas nya untuk mengiris daun bawang, kemudian Santi menyuruhnya untuk membuat adonan mendoan dari tepung terigu.


Tiba-tiba Santi menjerit kesakitan.


"Argggh"


"Kamu kenapa yang?" Tanya Rifki sambil mengambil tepung terigu.


"Tangan kamu sampe berdarah gitu, sini aku ****" Sambungnya.


Kemudian Rifki mengemut darah yang mengalir di jari telunjuk Santi.


"Aku gak nyangka kamu seperhatian ini sama aku" Batin Santi.


Setelah selesai mengobati tangan Santi yang terluka itu kemudian Rifki melanjutkan pekerjaannya, sementara Santi ia memilih diam dulu sambil menahan rasa sakit nya itu. Kebetulan tadi tempe terakhir yang di potong.


Rifki yang melihat tepung terigu itu, rasa jahilnya muncul. Ia kemudian berusaha untuk menghibur Santi. Ia menaburkan sedikit terigu ke baju Santi, dan sontak Santi pun membalasnya ia membuat adonan tepung terigu di tambah air kemudian di oleskan di pipi Rifki, dan itu membuat Rifki cumang-cemong sehingga Santi tidak bisa berhenti ketawa.


Rifki tidak mau kalah, ia membalas perbuatan Santi, kemudian berujung kejar-kejaran di dapur itu hingga berantakan. Dan alhasil badan mereka penuh dengan tepung sehingga mereka nanti harus mandi lagi.


"Ki udah ki udah ah, aku capek banget" Ucap Santi dengan nafas berat sehingga terlihat benar ia begitu capek.


"Kamu gak sopan sebut nama, sini ni ni tepung aku olesiin" Jawab Rifki greget, sambil tertawa dan mengolesi pipi Santi yang sudah cumang-cemong itu.


"Yang udah yang" Ucap Santi pasrah.

__ADS_1


"Kamu lucu banget sumpah" Jawab Rifki sambil mengecup kening Santi.


Setelah selesai mereka bermain tepung kemudian mereka kembali membuat tempe mendoan itu. Santi mengajari Rifki cara menggorengnya, dan alhasil ketika Rifki mencoba menggorengnya sendiri tempenya gosong. Dan itu membuat mereka tertawa terbahak-bahak .


Setelah tempe mendoan siap di sajikan mereka memasak yang lain seperti balado terong dan tumis kangkung.


Sore menjelang magrib itu suasana yang begitu bahagia bagi Rifki. Karena impiannya untuk melihat wanita yang ia cintai tertawa sekarang sudah terwujud. Ia bisa tertawa bareng dan bahkan melakukan hal romantis bagi Rifki.


Begitupun dengan Santi, sore itu ia bahagia. Bagaimana tidak, laki-laki itu bisa membuatnya baper hingga ia melupakan kebenciannya. Walaupun belum benar-benar hilang.


.


.


.


.


Apakah keromantisan mereka akan berlanjut?


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2