Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Penghulu


__ADS_3

Part Sebelumnya


Dari pintu lift keluar seorang gadis cantik yang sangat mempesona. Semua orang yang ada di sana tertuju pada nya. Wajah cantik nya membuat semua orang tidak bisa mengedipkan mata nya. Tubuh mulusnya yang di balut dengan gaun putih yang sedikit terbuka sungguh membuat Rifki sangat tergoda. Ya, gadis itu tidak lain adalah Santi.


"Santi hari ini kamu sangat begitu cantik, sungguh membuat aku terpesona, tuhan terimakasih kau telah menciptakan gadis secantik ini untuk ku" batin Rifki.


Santi berjalan menuju tempat akad tersebut. Namun, hatinya sekarang masih bimbang.


"Ya alloh, apakah keputusan ini sudah benar? Apakah aku akan bisa menerima pernikahan ini?" Tanya Santi dalam hati berharap tuhan menjawab nya.


Pernikahan sudah di depan mata, walaupun ia berubah pikiran pernikahan tersebut tidak bisa di gagalkan, apalagi mengingat anak yang ada dalam rahim nya, karena hanya ini cara yang terbaik. Ia hanya berharap seiring berjalannya waktu, cinta akan tumbuh dengan sendiri nya. Dan ia bisa mencintai laki-laki yang saat ini ia benci.


. . . .


Santi kemudian berjalan mendekati tempat dimana acara tersebut di gelar. Kemudian ia duduk di samping Rifki, jantungnya begitu berdebar-debar. Bagaimana tidak sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri dari orang yang ia benci. Memang ini pilihannya, namun ia memilih ini karena terpaksa.


Jantung yang berdebar-debar juga di rasakan oleh Rifki, sebentar lagi ia akan mengucapkan akad yang akan mengikat hubungan antara dirinya dan gadis yang ia cintai. Walaupun gadis itu saat ini membencinya. Namun, ia akan berusaha supaya hatinya luluh dan bisa mencintainya.

__ADS_1


Rifki dan Santi saling melirik. Mereka mencuri-curi pandang di antara orang-orang yang berada di sana. Raut wajah Rifki terlihat bahagia, wajah nya bersinar, ia kemudian senyum tipis sambil mengedipkan matanya menggoda Santi.


Santi melihat itu ia sangat ilfil. Ia jijik dengan perlakuan Rifki yang menggodanya. Kebencian nya sudah begitu dalam untuk Rifki. Tapi wajah tampan Rifki itu sedikit dapat menggoda Santi. Santi memalingkan muka nya sambil senyum tipis. Mungkin sepertinya itu awal dari tumbuh nya benih-benih cinta di antara mereka.


"Oke karena pengantin wanita sudah hadir jadi akad nikah akan segera di mulai" ucap penghulu.


Rifki sekarang sudah memasang muka tegang. Tubuh nya sudah tidak bisa rileks lagi. Jantung nya dag dig dug berdebar-debar.


"Bapak dari mempelai pengantin wanita berjabat tangan dengan mempelai pria." Ucap penghulu tersebut.


Mendengar itu semua orang yang ada di sana bingung, bagaimana bisa mereka lupa bahwa harus ada ayah dari Santi untuk menjadi wali nikah. Mungkin karena Pak Guntur dan Bu Mira sibuk bekerja sampai ia lupa mengurus dan menanyakan tentang ayah nya kepada Santi.


"Bapak di kampung pak penghulu. Apakah bisa di wakilkan?" Tanya Santi.


"Maaf Santi, kalau memang bapak kamu masih hidup pernikahan ini harus ada bapak kamu di sini. Tanpa terkecuali ayah kamu sudah tidak ada." Jawab pak penghulu.


"Terus gimana ini pak?" tanya Rifki pada pak Guntur.

__ADS_1


.


.


.


.


Semoga saja kedepannya nanti mereka bisa saling mencintai.


Apakah pernikahan mereka akan terus berlanjut?


Atau?


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2