Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Tidur


__ADS_3

Part ini mengandung adegan romantis. Mohon untuk para jomblo di larang baper🤣


Setelah makan malam mereka kembali ke kamar. Kemudian mereka merebahkan tubuhnya di kasur itu. Mereka rasanya bahagia sekali atas keromantisan yang terjadi. Namu, untuk mengungkapkannya mereka punya gengsi masing-masing.


"Yang, Serius ini tidur satu kasur?" Tanya Santi.


"Ya serius kan udah nikah. Lagian tadi malam juga kan gini" Jawab Rifki.


Rifki dan Santi mempunyai perasaan yang sama, mereka deg-degan, bisa-bisa mereka salting. Semalam memang mereka tidur bersama. Namun, semalam itu mereka kelelahan karena pesta sehingga tidak begitu menghiraukannya. Bahkan malam kemarin terasa begitu sunyi, untuk mencari topik pembicaraan pun sangat sulit, apalagi Santi malam itu masih di selimuti kebencian dalam tubuhnya.


Entah berapa susahnya mencari topik pembicaraan sehingga mereka hanya terdiam saling memandang.


"Yang, aku mau tanya dong" Ucap Rifki memulai pembicaraan di tengah sunyi nya malam itu.


"Nanya apa?" Tanya Santi yang sudah mulai salting.


"Kan kamu tuh imannya lebih tebal dari aku, terus kalau kewajiban istri itu apa sih?" Tanya Rifki. Padahal ia sudah tahu jawabannya. Tapi karena memang hanya topik pembicaraan itu yang ada di pikirannya.


"Ya setau aku tugas istri tuh melayani suami" Jawab Santi.


"Kalau aku minta kamu melayani aku malam ini gimana?" Tanya Rifki sambil mengedipkan matanya sebelah.


Mendengar itu Santi sudah ngeuh dengan maksud melayani itu. Cowok mesum pasti pembicaraannya selalu mengarah ke sana.


"Belum puas juga tadi pagi?" Tanya Santi sambil menahan ketawa karena salting.


"Yeah pasti mesum nih otak nya, orang aku mau minta kamu melayani aku untuk mengambilkan air minum" Jawab Rifki sambil menggoda Santi.


"Penjelasan yang basi, cowok mesum kaya kamu tuh pasti pintar aja cari alesan." Ketus Santi.


"Ya udah aku ambilkan air minum dulu." Sambungnya.


"Eh ga usah" Ucap Rifki.


"Tuh kan udah ku kira cuma alesan doang" Jawab Santi.

__ADS_1


"Ya udah kalo mau ngambil air minum silahkan, tadinya aku gamau kamu capek" Kata Rifki sok perhatian padahal cuma alesan aja.


Kemudian Santi mengambil air minum itu ke dapur. Di dapur itu ada ayahnya juga yang sedang minum. Di sana Santi di ledekin oleh Ayah nya, pake di bilang mau bikin ramuan kuat segala lagi, sungguh apes nasib Santi malam itu, di ledekin sana-sini. Sungguh rasa malu sebagai pengantin baru benar-benar ia rasakan saat itu.


Gelas air minum sudah Santi bawa dari dapur menuju kamar. Lalu Santi memberikan nya kepada Rifki. Air minum yang Santi bawa sudah Rifki minum sedikit. Walaupun ia tidak haus, tapi ia menghargai usaha istrinya.


Setelah Santi memberikan air minum itu ke Rifki, ia kembali berjalan. Sekarang ia pergi ke pojok kamar, tepatnya di depan lemari pakaian.


"Yang, kamu mau ambil apa?" Tanya Rifki.


"Aku mau ambil selimut, malam ini cuacanya dingin banget" Jawab Santi.


"Selimut bernyawa lebih anget loh" Ucap Rifki uang mulai menggodanya.


"Maksud kamu?" Santi pura-pura gak tahu dengan ucapan Rifki.


"Gak usah sok polos gitu". Jawab Rifki sambil menggodanya dan tertawa kecil.


"Pelukan aku lebih hangat loh" Sambungnya.


Dilihat dari gerak-geriknya yang tak karuan, sepertinya Santi mulai salting.


"Kalo mau romantis-romantisan pintunya di tutup" kata Pak Agus dari luar, dan itu membuat mereka kaget dan malu.


Memang pintu kamar itu Santi lupa tutup tadi karena ia kan bawa gelas jadi susah nutup pintu nya. Kemudian Rifki berdiri dari rebahannya dan berjalan menutup pintu.


"Hey udah tidur ya?." Tanya Rifki.


"Sepertinya menggigil gitu, dingin banget ya?" Sambungnya kembali bertanya.


"Aku peluk ya" Sambungnya lagi, sambil memeluk Santi dari belakang.


"Dekapannya hangat banget, dan aku bisa nyaman gini di pelukannya" Batin Santi.


"Gak usah pura-pura tidur, tuh matanya merem ayam gitu, gak usah malu-malu sama suami sendiri. Kalo mau peluk bilang aja." Goda Rifki.

__ADS_1


"Itu mah modus kamu aja" Gerutu Santi yang gak terima.


"Udah bobo gih dah malam juga, nanti tengah malam aku bangunin" Bisik Rifki di telinga Santi.


"Yang tadi pagi aja masih sakit" Ucap Santi bicara apa adanya.


"Kalo udah otaknya mesum gini mah susah. Aku nanti bangunin kamu itu buat sholat tahajud bareng gitu." Ucap Rifki dengan beribu alasannya.


"Sama-sama mesum juga" Gerutu Santi sambil memejamkan matanya hingga gak terasa ia terlelap tidur.


.


.


.


.


.


.


.


Sampe bingung buatin ke uwuan mereka gimana, gak pernah ngerasain sih jadi gak tahu wkwkw


Apakah keromantisan mereka akan berlanjut?


Atau?


Yo ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2