
Part sebelumnya
Rifki waktu itu mampir di ATM dan langsung pergi menuju hotel yang di janjikan mereka berdua, namun Rifki di perjalanan terkena macet panjang sehingga ia harus menunggu beberapa jam untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Sekarang sudah pukul 10.15 malam, wanita itu sudah terus menelpon Rifki.
"jika tida serius maka saya akan mencari pelanggan lain" kata wanita itu.
Rifki pun meminta maaf dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun ia kembali macet di perjalanan menuju hotel itu.
. . . .
Macet nya sangat parah, melihat di google kemacetannya nyampe 5 KM. Menurut orang yang lewat di pinggir jalan katanya di sebabkan karena adanya pohon tumbang, tapi sedang di perbaiki, sebentar lagi selesai.
Wanita itu terus mengirim pesan kepada Rifki.
"Mas sekarang sudah dimana?"
"Saya sudah lama nunggu"
"Saya tunggu di kamar no 107"
"Mas, kalo gak serius saya cari pelanggan yang lain"
"Serius gak nih"
"Saya sudah lama menunggu"
Wanita itu terus mengirim pesan kepada handphone Rifki.
__ADS_1
"Mbak nya tunggu sebentar aja, saya lagi macet mbak di jalan, saya serius ko mba, nanti uangnya saya tambahin aja gimana mba?" Balas Rifki.
Rifki terus berusaha nyalip mobil yang berada di depannya, kemacetannya semakin parah, bahkan ia sudah menunggu hampir 30 menit dalam mobil itu.
"Sial, harusnya aku tuh tadi pake motor, kan gak bisa nerobos gang kalo pake motor, mana wanita itu terus nelpon lagi" ucap Rifki ngedumel.
Sekarang sudah hampir jam 12 malam, lalu lintas sudah semakin lancar namun Rifki yang lelah karena macet itu malah ketiduran dalam mobil.
Sekarang sudah jam 01 malam Rifki terbangun dari tidurnya, ia terkejut karena ia ingat bahwa ia kan sudah janjian dengan wanita itu kenapa ia malah ketiduran.
"Lah kenapa gue ketiduran, kan harusnya kamu saat ini sudah main juniorku" gerutu Rifki.
Rifki pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah tidak sabar ingin melakukan itu lagi, sungguh yang ia lakukan saat itu mengakibatkan ia begitu ketagihan.
Lalu lintas di jalan yang kosong sehingga Rifki dengan leluasa dapat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sekarang ia tidak memikirkan bagaimana jika ia celaka karena hilang kendali, sungguh kecepatan mobil itu sangat lah tiggi.
Rifki pun sudah sampai di hotel itu, pikirannya pun sudah semrawut memikirkan apa yang akan ia lakukan sebentar lagi.
Rifki sekarang sudah ada di depan kamar no 107, ia kemudian mengetuk pintu dan berusaha menelpon wanita itu.
Tidak lama kemudian wanita itu keluar dari kamar.
"Mas Rifki?" Tanya wanita itu.
"Iya, Boleh saya langsung masuk?" Tanya Rifki, ia sekarang sudah tidak kuat lagi menahan hasratnya.
"Maaf saya kira mas nya gak serius, jadi sekarang saya sedang melayani pelanggan baru saya" wanita itu menjelaskan.
"Loh kan saya sudah bayar mba, gak serius gimana?" Tanya Rifki yang semakin kesal.
__ADS_1
"Tapi kan mas nya datang nya sangat lama sekali" jawab wanita itu sambil masuk kedalam kamar dan menutup pintu.
"Sial Gue di tipu sama ni wanita, lagian kenapa harus macet sih?" Gerutu Rifki.
Rifki sebenarnya tidak mempermasalahkan uang yang sudah di transfer ke wanita itu, tapi ia ngedumel karena ia harus kembali menahan si juniornya lagi. Udah bela-belain gak belajar, membohongi orang tua eh malah gak jadi.
Rifki pun langsung mengendarai mobilnya dan bergegas pulang.
Satu minggu telah berlalu Rifki sudah selesai mengerjakan ulangan itu walaupun mengerjakannya tidak sungguh-sungguh karena selalu kepikiran akan hal yang telah ia lakukan 2 kali itu, apalagi ia sama sekali tidak belajar, setiap waktu belajar Rifki selalu tidak fokus dan terbayang hal itu.
sekarang waktunya sekolah mengumumkan kelulusan untuk kelas 3.
.
.
.
.
Bagaimana cerita selanjutnya?
Akankah Rifki lulus sekolah?
Atau ia harus kembali sekolah satu tahun lagi?
Yo ikuti terus ceritanya🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo🙏