Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Bisa Pulang


__ADS_3

***


Di Rumah Sakit saat ini Bu Mira dan Pak Guntur sudah berada di sana, keadaan Santi juga sepertinya sudah baik-baik saja, namun Rifki bersikeukeuh untuk tidak membawa Santi pulang sebelum Santi sembuh total.


"Mah" Panggil Santi pada ibu mertuanya yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.


"Iya sayang" Jawab Bu Mira yang juga sama sudah menganggap Santi ini seperti anak kandungnya, bahkan rasa sayangnya mungkin melebihi terhadap Rifki.


"Aku bosen pengen pulang" Rengek Santi.


"Kamu kan belum sembuh San, udah kamu sabar dulu aja" Bu Mira yang mencoba membujuk menantunya.


"Iya San, nanti tunggu dokter bolehin pulang ya" Pak Guntur yang juga ikut membujuk menantunya agar tidak bosan di sini.


"Tapi kata dokter Santi udah boleh pulang" Jawab Santi dengan penuh harapan semoga mertuanya itu bisa membantunya untuk pulang, karena cuma mereka yang berani melawan Rifki.


"Masa iya San? Yang bener?" Tanya Bu Mira yang seakan tidak percaya dengan yang di katakan oleh menantunya.


"Tanya aja ama Rifki" Jawab Santi yang melempar pembicaraan.

__ADS_1


"Ke suami tuh panggil nya mas, apa kakak, abang, atau apa gitu, masa iya panggil nama kan gak sopan ya ma" Rifki yang menggerutu karena ucapan istrinya itu yang di nilai kurang menghargai nya, tapi itu semua cuma di mulut saja tidak dengan hatinya, ia sengaja seolah ngomel-ngomel supaya bisa mengalihkan pembicaraan itu.


"Ya udah deh maaf" Santi yang pasrah dan merasa bersalah.


"Aku jadi gak tega loh liat kamu kaya gini" Rifki yang tidak tega melihat wajah melas istrinya itu.


"Tapi bener kata dokter Santi sudah boleh pulang?" Tanya Bu Mira yang masih penasaran.


"Iya mah cuma aku gak bolehin" Jawab Rifki apa adanya.


"Lah ko gitu?" Tanya Pak Guntur yang heran dengan keputusan yang di ambil anaknya.


"Tapi aku bisa jaga diri aku ko mah" Santi yang masih ngeyel dengan apa yang di inginkan suaminya.


"Iya sayang mama juga ngerti, tapi gak ada salahnya ya untuk sekarang dengerin kata suami kamu, karena biar bagaimanapun dia menginginkan yang terbaik untuk kamu" Ucap Bu Mira yang kali ini setuju dengan keputusan yang di ambil oleh anaknya.


"Iya San, papa juga ngerti perasaan kamu, papa juga kalau sakit sama gak betah tinggal di sini, tapi suami kamu ada benarnya juga" Begitupun dengan Pak Guntur yang sama-sama setuju.


"Tuh kan sayang, aku bukan apa-apa gitu, aku cuma ingin kamu bisa sembuh total gitu" Rifki yang mencoba menjelaskan semuanya pada istrinya.

__ADS_1


"Tapi aku jenuh yang di sini terus" Rengek Santi.


"Ya udah aku janji nanti habis kamu keluar dari sini kita happy-happy" Janji Rifki pada istrinya.


"Emang kamu punya uang Yang?" Tanya Santi yang penasaran dengan suaminya yang ngajak healing happy-happy itu.


"Ya engga" Jawab Rifki sambil cengengesan.


"Terus mau happy-happy gimana, kita gak bisa healing kalo gak ada uang yang" Gerutu Santi sambil memalingkan tubuhnya membelakangi Rifki.


"Ya ampun kalian ini benar-benar, mama gak habis pikir sumpah, kalau lama-lama sama kalian terus bisa-bisa mama tertular nanti kaya ABG lagi dah" Ucap Bu Mira sambil menggeleng-gelengkan kepala.


.


.


.


Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Tenang masih romantis, konfliknya belum datang ya, pasti di part selanjutnya. Yu ikuti terus ceritanya 🐾 Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2