Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Pengakuan Sebenarnya


__ADS_3

Berita tentang kepindahan orang tua Rifki ke kampung sudah terdengar di telinga Mayang. Mayang yang mendengar itu, ia kaget. Karena rencananya untuk menjadi orang kaya gagal.


Bagaimana bisa ia akan menikah dengan orang miskin, ia tidak mau. Lebih baik ia mengurus bayi nya sendiri, daripada menikah dengan laki-laki miskin. Mana ia sudah pamer lagi dengan teman-temannya.


Mayang memutuskan untuk tidak jadi menikah dengan Rifki. Ia tidak mau hidup belangsak jika menikah dengan laki-laki miskin.


Hari ini juga ia akan memberitahu ke orang tua Rifki bahwa ucapannya selama ini tidak benar, ia akan bicara sejujurnya. Karena cuma itu satu-satunya jalan agar pernikahan itu di gagalkan.


"Ah sialan!, Gagal lagi jadi orang kaya" Ucap Mayang mengerutkan dahinya sambil berjalan hendak ke rumah kontrakan orang tua Rifki.


***


Di rumah kontrakan itu Pak Guntur sedang beres-beres barang yang di bawa dari kota. Bu Mira yang sedang merapikan baju-baju mereka di lemari. Rifki, Santi dan Pak Agus juga ikut membantu. Mereka semua di sana tidak ada yang diam. Membereskan dan membersihkan rumah itu memang sangat menguras tenaga.


Tiba-tiba perut Santi sakit, sepertinya karena ia kecapean terlalu banyak bekerja. Walaupun hanya beres-beres rumah tapi itu juga akan menguras tenaga.


"Yang kamu kenapa?. Perut kamu sakit?" Tanya Rifki yang melihat Santi meringis kesakitan. Dengan refleks ia pun menyentuh perut Santi.


"Udah jangan sentuh aku!" Ucap Santi tidak suka Rifki dari tadi mengelus-elus perutnya.


"Yang, plis jangan egois. Biar bagaimanapun aku ini ayah dari anak yang kamu kandung" Pinta Rifki.


"Kamu duduk dulu, sini aku bantu" Sambungnya.


"Aku bisa sendiri." Santi yang masih egois dengan gengsinya.


"Plis buang ego mu itu" Rifki kemudian membantu Santi untuk berjalan menuju kursi ruang tamu.


Ketika Santi hendak duduk di kursi ruang tamu, tiba-tiba dari kejauhan sudah terlihat Mayang yang sedang berjalan kesini.


"Calon istrimu kesini. Aku ingin istirahat di dapur saja." Santi ketus ketika melihat Mayang datang.


"Aku bantu ya" Pinta Rifki.


"Gak perlu" Santi tidak mau, hatinya begitu sakit melihat suaminya di datangi wanita lain.


Santi berjalan menuju dapur sendiri. Ia berusaha kuat karena ia gengsi jika meminta bantuan Rifki. Ia takut jika ia masih duduk di sana, ia tidak bisa menahan air matanya karena melihat kedekatan mereka. Ia tidak mau kelihatan lemah oleh Mayang.

__ADS_1


"Assalamualaikum" Ucap Mayang.


"Waalaikumsallam, Silahkan masuk" Jawab Rifki.


"Ada apa kamu kesini?" Sambungnya


"Ada tang mau aku omongin, boleh suruh orang tua mu ke sini" Jawab Mayang.


"Mah, Pah, ada tamu kesini" Panggil Rifki.


"Iya....." Jawab Bu Mira.


Mereka berdua pun berjalan menuju ruang tamu sementara Pak Agus memilih untuk menemani Santi di dapur. Karena ia tidak mau ikut campur tentang urusan mereka.


"Kamu Mayang?" Tanya Pak Guntur yang sepertinya ia melihat wajah wanita ini di video itu.


"Iya om" Jawab Mayang.


"Penampilannya sih masih kek pejabat. Tapi udah miskin" Batin Mayang usil.


"Ada yang mau aku bicarakan tante, om" Jawab Mayang.


"Bicarakan saja" Ucap Pak Guntur.


"Aku mau pernikahan aku dan Rifki di batalkan saja" Ucap Mayang tanpa ragu. Dan sontak membuat semua orang di sana kaget.


"Tapi kenapa?" Tanya Pak Guntur heran.


"Bukannya kamu yang dengan tegas meminta pertanggungjawaban Rifki." Sambungnya.


"Aku hanya ragu dan kasihan kepada Rifki jika ia harus menikah dengan ku. Karena anak yang aku kandung ini bukan darah daging Rifki." Jawab Mayang.


"Maksud kamu, kamu membohongi semua orang?" Tanya bu Mira yang belum mengerti.


"Maaf, aku baru tahu tentang ini." Jawab Mayang.


"Setelah aku periksa ke dokter, kandunganku sudah berusia 5 bulan padahal saya dan Rifki baru melakukan itu sekitar 3 bulanan yang lalu. Jadi saya ragu jika anak ini anak Rifki." Sambungnya.

__ADS_1


"Penjelasan yang tidak masuk akal, mana mungkin kamu tidak tahu usia kandungan mu" Rifki sepertinya sudah emosi, mengingat semua yang telah terjadi itu membuat semua orang sengsara.


"Aku benar-benar tidak tahu, aku minta maaf" Jawab Mayang terpaksa, padahal kalau bukan ia tidak ingin menikah dengan laki-laki kere ini ia ogah minta maaf.


"Lihat semuanya! Semua hancur gara-gara pengakuan mu itu." Rifki terus bicara dengan nada tinggi.


"Jangan kamu salahkan aku terus! Bukan kah kita pernah melakukannya, jadi jika aku menuduh kamu ayah dari anak ini masih ada kemungkinan kan." Mayang memberi peringatan yang membuat Rifki diam.


"Enak saja dia menyalahkan aku terus" Batin Mayang kesal.


"Sudah-sudah, biarkan yang sudah terjadi. Tidak ada gunanya kamu mengungkit-ungkit toh juga gak bakal terulang lagi." Ucap Bu Mira.


"Tapi mah..." Jawab Rifki.


"Sudah Ki"


Kemudian Mayang pun pergi dari rumah itu dengan kesal. Bagaimana tidak? Walaupun ia sudah mengulang-ulang kata maaf, tetap saja ia di salahkan. Kalau saja bukan karena ingin menyelamatkan masa depannya. Ia tidak ingin ngemis-ngemis seperti ini.


"Cepat beritahu istrimu, mungkin dia tidak mendengarnya" Perintah pak Guntur.


.


.


.


.


.


Pas tau orang kaya aja beuh kekeh pengen di nikahin, sampai-sampai menghalalkan segala cara. Eh pas udah tahu bangkrut ogah. Cewek matre emang gitu ya?.


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2