Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Bunga Mawar


__ADS_3

"Yah senjanya udah hilang" Santi yang sepertinya kecewa ketika melihat senja yang indah itu telah hilang dari hadapannya.


"Udah kita masuk aja deh" Rifki yang sudah kesal menunggu istrinya di sana.


"Liat deh bunga mawar itu bagus banget sumpah" Santi yang tersenyum ketika melihat ke sebuah bunga mawar yang baru mekar di halaman Rumah Sakit.


"Kamu pengen?" Tanya Rifki yang sudah tahu bahwa sepertinya istrinya itu ngidam lagi.


"Iya" Jawab Santi dengan penuh harapan semoga suaminya itu mau memetiknya.


"Takutnya gak boleh di petik Yang" Rifki yang takut bunga itu cuma jadi hiasan.


"Bilang aja aku nyidam" Jawab Santi yang rasanya ingin banget memegang bunga mawar indah itu.


"Aku takut nanti aku di sangka maling lagi" Rifki yang masih takut dan tidak yakin untuk memetiknya.


"Tapi aku pengen banget bunga itu" Jawab Santi dengan sungguh.


"Yang tuh ada Tika, tanya dong sama dia" Santi yang melihat ada Tika di sana, semoga saja bunga itu boleh di petik pikir Santi, karena ia begitu menginginkannya.


"Hey" Teriak Rifki memanggil sahabat lamanya itu.


"Apa besti?" Jawab Tika mendengar panggilan bestinya.


"Istri gue lagi ngidam nih" Ucap Rifki.

__ADS_1


"Lah terus apa hubungannya sama gue?" Tanya Tika yang sengaja memancing emosi bestot nya itu.


"Makanya dengerin dulu" Rifki yang mulai kesal karena belum juga ia selesai berbicara udah maen potong aja.


"Iya terus?" Tanya Tika menyuruh Rifki meneruskan omongannya.


"Boleh gak bunga itu di petik?" Tanya Rifki pada bestinya, dengan penuh harapan bahwa ia bisa memenuhi keinginan istrinya.


"Tinggal petik aja, udah sono keburu ileran tuh anak lu" Jawab Tika dengan entengnya.


"Lu gak boleh ngomong gitu" Sentak Rifki yang tidak suka Tika ngomong begitu.


"Iya deh amit-amit" Jawab Tika menarik omongannya.


"Ih masa gitu ngasih nya" Gerutu Santi yang tidak suka ketika suaminya itu hanya menyodorkan bunga mawar yang telah ia petik ke hadapannya.


"Terus harus gimana?" Tanya Rifki uang bingung dengan keinginan istrinya yang aneh-aneh itu.


"Kaya orang-orang lagi nembak cewek nya gitu dong biar romantis" Jawab Santi mengutarakan keinginannya itu.


"Ih tapi aku malu Yang" Jawab Rifki yang tidak yakin juga dengan keinginan istrinya yang aneh itu.


"Plis dong, kita kan gak pernah ngerasain suasana itu" Santi memohon, dan dari raut wajahnya sepertinya ia merasakan kekecewaan, dan itu yang membuat Rifki tidak tega melihatnya.


"Ya udah deh iya"

__ADS_1


Rifki kemudian melakukan sesuai arahan dari istrinya, walaupun rasanya ia malu, tapi itu bawaan bayi, takutnya kalo gak di turuti ileran seperti yang orang lain katakan.


"Ah kamu ini ada-ada aja" Gerutu Rifki ketika sudah selesai menuruti semua arahan dari istrinya itu.


"Aku kan pengen ngerasain gitu" Santi yang sudah bahagia keinginannya tercapai.


"Emang gak pernah di tembak orang gitu?" Tanya Rifki penasaran.


"Ya pernah, tapi itu kan bukan kamu" Jawab Santi.


"Kamu sendiri ko kaya nya kaku gitu, gak ada pengalaman apa?" Tanya Santi yang dari tadi melihat suaminya itu kaku banget


"Aku gak pernah pacaran" Jawab Rifki dengan jelas.


"What?" Santi yang seakan tidak percaya.


"Iya sumpah aku dulu gak punya pacar"


.


.


.


Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Nurut banget ya si Rifki sama istrinya, fiks idaman Reyreader semua gak nih? Maaf ya hari ini up nya dua part aja🙏 Yu ikuti terus ceritanya 🐾 Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2