
"Yang minum obat dulu" Perintah Rifki pada istrinya.
"Iya" Jawab Santi.
"Tumben kamu langsung mau" Ucap Rifki yang heran dengan sikap Santi yang tidak seperti biasanya.
"Ya udah gak mau atuh" Jawab Santi sambil memanyunkan bibirnya.
"Eh jangan gitu dong" Bujuk Rifki.
Rifki kemudian membantu Santi untuk meminum obat yang di berikan dokter.
Walaupun Santi sebenarnya ia tidak menginginkan obat itu tapi ia tidak mau egois, jangan sampai anaknya itu kenapa-napa gara-gara keegoisannya.
"Kenapa kamu lihatin aku kaya gitu?" Tanya Rifki yang heran dari tadi istrinya terus menatap wajahnya.
"Enggak suka aja" Jawab Santi singkat.
"Aku ganteng kan?" Tanya Rifki dengan penuh percaya diri.
"Enggak ah biasa aja" Jawab Santi.
"Terus kalo gak ganteng kenapa kamu sampe liatin aku kaya gitu?" Tanya Rifki yang masih heran dengan istrinya itu.
"Suka aja lihatnya" Jawab Santi dengan jawaban yang sama.
"Aku jadi salting astagfirulloh di liatin kamu kaya gitu" Rifki yang lama-lama jadi malu di liatin istrinya terus menerus.
"Gak tahu kenapa seneng aja gitu lihat muka kamu" Kata Santi sambil pandangannya tetap kearah suaminya itu.
__ADS_1
"Pandangannya jangan gitu amat dong, plis dah, aku jadi senyum-senyum sendiri kan" Ucap Rifki yang mulai salting.
"Ih kamu sampe gak ngedip gitu, ada yang aneh apa dari aku?" Sambungnya dengan salting yang mulai parah pada dirinya.
"Nggak ko, cuma gak tau aja tiba-tiba mau liatin kamu" Jawab Santi.
"Ah pasti ada maunya ini mah fiks" Rifki mulai curiga dengan sikap istrinya itu.
"Nggak ih yang" Jawab Santi lagi.
"Yakin?" Tanya Rifki meyakinkan.
"Iya ih" Jawab Santi yang masih sama.
"Awas nanti minta yang aneh, ini di Rumah Sakit loh" Pikiran Rifki yang sudah kemana-mana.
"Itu mah kamu yang mau" Ucap Santi yang sudah tahu arah pikiran suaminya itu.
"Itu kebiasaan kamu loh" Ucap Santi membalikan.
"Ah tapi kamu juga sering" Rifki yang masih meledek istrinya.
"Kamu paling sering" Santi yang sama sekali tidak peduli dengan ledekan suaminya.
"Kamu!" Ucap Rifki rada ngegas, ia sengaja mengalihkan pembicaraan supaya istrinya tidak terus menerus menatapnya.
"Gak usah ngegas gitu sayang" Santi yang melihat suaminya bicara dengan nada tinggi itu.
"Ih beda banget sumpah, biasanya langsung ngambek" Rifki keheranan dengan sikap istrinya itu.
__ADS_1
"Terimakasih ya alloh engkau telah merubah sikap istri hamba jadi lemah lembut seperti ini" Sambungnya sambil mengangkat tangannya bersyukur.
"Ih apaan si kamu" Gerutu istrinya itu.
"Jujur ih aku terheran-heran sama sikap kamu yang berubah gini" Ucap Rifki sambil berjalan menjauh dari Santi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Santi yang tidak bisa jauh-jauh dari suaminya itu.
"Mau duduk di sana, salting aku di tatap kamu terus" Ucap Rifki apa adanya.
"Gak boleh, kamu duduk di sini, sambil pegang tangan aku, biar aku bisa liatin muka kamu terus" Pinta Santi pada suaminya itu.
"Ih yang, emang ada apa sih?" Tanya Rifki yang juga masih bingung dengan istrinya.
"Nggak ada apa-apa, udah kamu nurut aja" Jawab Santi.
"Ya udah deh demi istri tercinta." Jawab Rifki pasrah.
Rifki kemudian duduk di samping istrinya yang masih terbaring itu, di genggam tangan istrinya sesuai permintaan nya, ia heran kenapa tiba-tiba istrinya jadi seperti ini.
.
.
.
.
Bismilah target hari ini up nyampe 10 part, takutnya besok gak bisa up karena gak punya kuota.
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏