Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Membutuhkan Uang


__ADS_3

Part sebelumnya:


Tiba-tiba dari dalam toko itu Santi keluar, sepertinya ia sedang mengangkat telpon, rasa kepo yang membuat Rifki terus berjalan mendekati Santi, sekarang hanya jarak beberapa meter saja antara Rifki dan Santu, semua yang di bicarakan Santi terdengar jelas di telinga Rifki.


"Hallo pak, ia ada apa?"


"...."


"Santi tadi baru saja pertama kali ngampus"


"....."


"Kalo untuk Santi sih ada pak, tapi santi belum bisa kirim uang ke kampung"


"......"


"Gimana ya pak? Santi disini juga pas-pasan, pinjam aja ke tetangga dulu pak, nanti kalo Santi udah gajian Santi ganti"


"....."


"Ya udah pak, nanti Santi usahain ya, semoga ibu cepat sembuh"


Hanya suara Santi yang terdengar jelas sedangkan suara dari penelpon tidak terdengar namun sepertinya itu orang tua Santi yang meminta uang untuk pengobatan ibunya di kampung.


"Ya Allah kemana aku harus cari uang, ibu sangat membutuhkan pengobatan, sementara tidak ada yang mempunyai uang, semoga engkau memberikan kemudahan Ya alloh" Doa Santi dengan nada pelan.


"Kalau seperti itu, aku bisa memanfaatkan situasi ini" batin Rifki.


. . . .

__ADS_1


Keesokan harinya Rifki ngampus seperti biasa, setelah selesai ia kembali mengikuti Santi, rasa penasaran Rifki yang membuat Rifki terus mengikuti Santi setiap hari, bahkan ia rela meninggalkan aktivitas nya hanya untuk mencari tahu informasi tentang Santi lebih dalam.


Hari itu Santi pulang ngampus seperti biasanya ia langsung kerja, rencana nya hari ini Santi ajan meminta kasbon ke bos nya karena sang ibu sangat membutuhkan uang untuk pengobatan, namun sang bos tidak bisa meminjamkan uang nya karena mengingat Santi baru bekerja beberapa hari disana, Santi pun terus berfikir bagaimana ia harus mencari uang lagi.


Tiba-tiba handphone Santi berbunyi, telpon itu dari ayah nya di kampung, entah apa lagi yang membuat ayah nya menelpon Santi, tapi sepertinya ada sesuatu yang penting, karena jika tidak ada yang penting ayah Santi jarang menelpon karena ia takut akan mengganggu anak nya yang sedang kuliah dan bekerja.


Santi mengambil handphone nya dan mengangkat telpon ayah nya, ia izin pergi ke luar sebentar, karena di luar banyak kendaraan yang lalu lalang Santi meng-loudspeaker panggilan nya.


Dari kejauhan Rifki terus mengintai Santi, ia bersembunyi di semak-semak supaya Santi tidak melihatnya. Rifki sudah memasang telinganya untuk mendengarkan semua percakapan telpon Santi, apalagi sekarang telpon nya di loudspeaker sehingga Rifki bisa mendengarnya dengan jelas.


Santi : "Hallo Assalamualaikum."


Ayah santi : "Waalaikumsallam Santi, Kamu lagi sibuk ga? Ayah mau ngomong sebentar."


Santi : "Santi lagi kerja yah."


Ayah Santi : "Sebentar saja San, ini penting menyangkut ibu kamu."


Ayah Santi : "Ibu harus segera di bawa ke Rumah Sakit di kota, dan kata dokter harus punya uang minimal 10 juta karena di Rumah Sakit itu ibu kamu akan di operasi"


Santi: "Apa 10 juta? Punya uang dari mana uang sebesar itu yah, tadi Santi baru ngomong mau kasbon, tapi tidak di kasih"


Ayah Santi: "Ayah juga disini lagi usaha, tapi hasilnya nihil, ayah bingung San, jika ibu kamu tidak di bawa ke Rumah Sakit secepatnya maka nyawanya kemungkinan tidak akan selamat."


Santi : "ya udah yah Santi akan usaha-in ya di sini, doain semoga Santi bisa mendapatkan uang itu supaya ibu bisa selamat"


Ayah Santi : "Amin"


Rifki yang mendengar percakapan itu ia langsung terpikir akan rencana nya,

__ADS_1


"mungkin ini saatnya yang tepat, Santi sekarang sedang sangat membutuhkan uang, dan tidak ada seorang pun yang mau meminjamkan uang untuk gadis cantik itu, m aku bisa memanfaatkan situasi ini" ucap Rifki senang dengan nada pelan.


Sementara di belakang semak-semak itu terlihat Santi dengan raut wajah kebingungan, ia tidak tahu harus meminjam uang kemana lagi, jika ia tidak bisa mendapatkan uang itu maka ibu nya tidak akan selamat.


"Ya Alloh kemana lagi aku harus mencari uang untuk pengobatan ibu?" Ucap santi sedih.


Lalu Santi membalikan dirinya dan ia berjalan menuju toko itu kembali untuk bekerja.


"Tunggu, aku akan memberi mu uang" ucap Rifki menawarkan.


"Kamu mahasiswa kaya itu kan?" Tanya Santi, dalam hatinya ia bingung, kenapa orang itu mau memberinya uang, apa orang itu nguping percakapan dengan ayahnya tadi.


"Iya, aku Rifki. Aku akan memberi mu uang dengan satu syarat" ucap Rifki sambil mendekat ke arah Santi.


.


.


.


.


.


Syarat apa yang akan di berikan Rifki?


Apakah untu itu?


Yu ikuti terus cerita nya 🐾

__ADS_1


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2