
Part ini mengandung adegan 18+ buat yang gak suka boleh di skip!
Santi kemudian membuka handphone Rifki. Di bukanya media sosial Rifki dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan di sana, kemudian ia melihat histori dan rupanya laki-laki itu dari tadi sedang bermain game.
"Gimana? Ada gak?." Tanya Rifki dengan penuh percaya diri.
"Tar dulu aku belum selesai." Jawab Santi yang memang dari tadi tidak melihat tanda-tanda mencurigakan di hp Rifki.
"Silahkan aja, mau di cari sampai kapanpun gak bakal ketemu juga." Ledek Rifki dengan penuh rasa percaya diri.
"Kamu udah hapus ya?." Tanya Santi yang tidak terima kekalahan makanya ia menyalahkan Rifki dan menuduh yang enga-engga.
"Ya alloh sayang, sama suami tuh gak boleh suudzon gitu. Lihat aja histori nya, dari tadi aku cuma main game." Jawab Rifki.
"Ya udah deh iya" Ucap Santi sambil senyum terpaksa.
"Oke. Karena kamu udah nuduh yang macam-macam tanpa bukti. Aku akan hukum kamu sekarang!" Ucap Rifki dengan tegas yang membuat Santi dag dig dug menebak hukumannya apa.
"Jangan yang aneh-aneh. Aku bilangin nih sama papa kamu" Jawab Santi.
"Ih beraninya ngadu." Ledek Rifki sambil tersenyum.
"Ih kamu gitu, cepet bilang apa hukumannya, jangan buat aku deg-degan gini" Rengek Santi.
"Aku mau kamu .... " Jawab Rifki sengaja di lama-lamakan
"Mau apa? Kenapa berhenti?" Tanya Rifki yang sudah penasaran.
"Mau kamu olahraga bareng malam ini sama aku." Jawab Rifki sambil tersenyum bahagia.
"Hah? Maksud kamu?" Tanya Santi yang pura-pura polos tidak tahu dengan ucapan Rifki. Padahal Santi dari tadi udah menebaknya itu.
__ADS_1
"Gak udah sok polos gitu napa." Ledek Rifki lagi.
"Ya udah deh" Jawab Santi sambil menahan senyum.
"Susah ya, kalo punya suami mesum gini" Sambungnya.
"Kaya kamu gak pengen aja" Ledek Rifki lagi dan lagi.
"Nggak ko" Jawab Santi dengan susahnya membohongi hatinya itu karena gengsi
"Alah jangan bohong, noh sampe udah ancang-ancang gitu" Rifki masih meledek Santi. Apalagi saat ini Santi sudah terlentang di kasur itu.
"Ih kamu tuh ih. Gak mau ah aku mau tidur aja" Santi yang mulai kesal di ledek terus.
"Ih Yang jangan dong" Rengek Rifki.
"Abis kamu nya gitu, gada romantis nya sama sekali gitu" Jawab Santi sambil memanyunkan bibirnya.
"Gak tahu kenapa lihat kamu ngambek tuh jadi seneng aja bawaannya" Ledek Rifki lagi.
"Ih Yang." Rengek Rifki lagi
Percakapan itu sampai disini, malam itu berujung hening karena Santi yang gengsi pura-pura ngambek dan Rifki tidak peka akan hal itu.
"Gak jadi ya?" Tanya Santi yang melihat keheningan di malam itu.
"Udah gak sabar nungguin ya?" Ledek Rifki, jarang-jarang melihat Santi sesemangat ini untuk melakukannya.
"Ih kamu ngeledekin aku terus dari tadi" Ucap Santi sambil menarik selimutnya dan membelakangi Rifki.
"Ih ya maaf" Rengek Rifki.
__ADS_1
"Yang flis napa ih" Rengek nya lagi bagaikan anak kecil yang minta es krim.
"Ya udah ayo gas" Ucap Santi sambil tertawa.
"Tunggu sebentar lagi ya nak, ayah akan jenguk kamu" Rifki yang kemudian senyum bahagia.
Hati Santi sudah mulai deg-degan. Entah berapa lama mereka tidak melakukannya sampai-sampai bisa secanggung ini. Bahkan sampai keluar keringat dingin di tubuh Santi.
"Leher kamu yang keringatan jadi makin menggoda" Bisik Rifki di telinga Santi.
Dan dengan sekejap Rifki yang haus itu langsung menyantap tubuh Santi. Mungkin empat puluh hari tidak merasakannya itu serasa satu tahun. Dengan penuh hati-hati karena ia takut bayi dalam perut istrinya itu kenapa-kenapa ia menyantap tubuh istrinya bagai singa yang lapar.
.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo🙏
***Ucapan terimakasih author.
Buat semuanya para pembaca setia novel Kecanduan Bercinta, terimakasih yang udah ikutin novel ini dari part 1 sampai part sekarang, Yang udah setia menunggu Author Up walaupun author juga gak setiap hari Up nya. Jangan lupa like dan tekan favorite nya biar author makin semangat. Kalau ada masukan untuk alur cerita ke depannya boleh DM aja ke Instagram author @reeyanraa.
__ADS_1
Buat yang gak suka ceritanya boleh di skip aja. Di Part-part awal sengaja di tuliskan kembali part sebelumnya karena antara part 1 dan yang lainnya itu saling menyambung sehingga supaya pembaca lebih memahami isi ceritanya di tuliskan kembali akhir cerita dari part sebelumnya.
Mohon maaf juga jika dalam penulisannya masih kurang baik. jika banyak yang typo, salah penulisan huruf kapital, salah penulisan tanda baca dan lain-lain. Mohon maaf yang sebanyak-banyaknya karena tidak bisa di pungkiri kita sesama manusia itu tidak ada yang sempurna***.