Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Kebakaran


__ADS_3

"Yakin udah mau tidur nih?" Tanya Rifki melihat Santi yang sudah memejamkan matanya.


"Ya iya, ngapain lagi" Jawab Santi.


"Baru juga jam sembilan" Ucap Rifki yang sepertinya masih ingin bercanda dengan Rifki.


"Jangan manyun gitu dong, kan ibu hamil gak boleh gadang" Goda Santi kepada suaminya itu.


"Gak boleh ya, tapi kalo di bangunin tengah malem boleh ya?" Tanya Rifki kembali menggoda istrinya sambil tersenyum.


"Boleh banget" Jawab Santi sambil tertawa.


"Tuh kan kamu yang ngebet pengen" Goda suaminya lagi.


"Iyain aja deh" Ucap Santi sambil tersenyum paksa.


"Kamu kenapa Yang?" Tanya Rifki yang melihat Santi terus memegang perutnya sambil meringis kesakitan.


"Argh ini sakit lagi" Jawab Rifki sambil terus memegang perutnya.


"Aku panggilkan dokter ya" Ucap Rifki panik yang melihat istrinya terus meringis kesakitan.


"Tapi boong" Ucap Rifki sambil tertawa.


"Ih ya alloh Yang, aku udah panik sumpah" Gerutu Rifki sambil memanyunkan bibirnya tanda ia sudah kesal udah di prank oleh istrinya itu.


"Serius amat kamu mah" Goda Santi sambil terus tertawa tanda aktingnya begitu menjiwai.


"Ah au ah" Jawab Rifki yang masih ngambek.


"Ih jan ngambek gitu dong" Rengek Santi yang mulai merasa bersalah karena sudah membuat suaminya kesal itu.

__ADS_1


"Pijat lagi dong ih" Pinta Santi mengalihkan pembicaraan.


"Ah gak mau" Jawab Rifki singkat yang masih ngambek itu.


"Ih yang gak boleh ngambekan napa baperan banget ih" Goda Santi berusaha membuat suaminya itu tertawa.


"Ngatain aja terus" Gerutu Rifki lagi sambil menahan ketawa nya. Ia tidak bisa melihat istrinya terus merengek gitu beuh gemesnya gada lawan.


"Ih maaf gitu, noh kan ketawa" Goda Santi.


"Actingnya kurang menjiwai sayang" Sambungnya lagi.


"Gak tahan liat kamu gemes banget" Ucap Rifki.


"Aku ko tiba-tiba ingat ayah Yang" Ucap Santi yang tiba-tiba mengingat ayahnya.


"Perasaan aku gak enak" Sambungnya. Karena memang ia punya pirasat yang tidak enak akan ayahnya itu.


"Mungkin itu cuma perasaan kamu aja. Mungkin cucunya kangen tuh sehari gak ketemu" Ucap Rifki yang mencoba menenangkan istrinya itu.


"Udah gak usah berpikiran yang enggak-enggak. Semoga aja gak ada apa-apa" Jawab Rifki masih mencoba menenangkan istrinya itu.


"Semoga aja ya"


*****


Pak Guntur dan Bu Mira saat ini sedang berjalan pulang. Karena memang mereka harus berjalan kaki menuju rumahnya itu karena ya mobil tidak bisa masuk sampai ke rumahnya, mengingat akses jalan yang hanya jalan setapak.


Betapa terkejutnya mereka ketika melihat rumah Pak Agus terbakar oleh api yang membara. Api itu sudah membakar seluruh rumah Pak Agus. Api yang sangat besar itu sudah membakar rumah Pak Agus hingga ke atap rumah.


"Pah itu lihat rumah Pak Agus" Ucap Bu Mira yang melihat rumah Pak Agus sudah terbakar dengan api yang sangat besar.

__ADS_1


"Iya Mah" Jawab Pak Guntur.


"Tolong tolong tolong kebakaran"


"Tolong tolong"


"Tolong kebakaran"


Dan seketika warga sekitar berdatangan, mereka semua sibuk membawa air untuk memadamkan api yang membakar rumah itu.


Dengan susah payah mereka semua bulak-balik membawa air. Saat ini api sudah bisa di padamkan, namun semuanya dari rumah itu tidak ada yang tersisa, semuanya ludes terbakar menjadi abu.


Bu Mira saat ini hendak menelpon Rifki untuk mengabarkan musibah yang terjadi ini. Tapi ia teringat bahwa Rifki kan handphone nya tertinggal di rumah yang ludes terbakar itu. Mungkin saat ini sudah menjadi abu.


.


.


.


.


.


.


.


Bagaimana kisah selanjutnya?


Keadaan Pak Agus bagaimana sekarang?

__ADS_1


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2