Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Tetangga


__ADS_3

Part Sebelumnya


Saat ini giliran Rifki dan Santi, mereka mulai berjalan pelan-pelan di jembatan itu. Tiba-tiba jembatan itu bergoyang oleng. Santi memang sudah terbiasa dengan keadaan itu, ia sudah tidak takut.


Namun Rifki saat ini ia ketakutan, jantungnya berdebar-debar, bukan karena dekat dengan Santi tapi karena takut jembatannya roboh.


"Santi, tolong aku!, ini gimana?, Aku takut." Teriak Rifki.


"Halah gitu aja takut, lemah banget ya kamu itu. Badan aja kekar, eh tahu nya gak punya nyali" jawab Santi mengejek di keadaan ketar-ketir itu.


"Udah aku mau balik lagi aja" ucap Rifki.


"Nanggung ih, ini udah di tengah-tengah" jawab Santi memberitahu.


"Sini aku bantu" Santi merasa kasihan, jarang-jarang Rifki meminta tolong padanya.


Santi pun menggandeng tangan Rifki dengan kuat akar Rifki tidak terbawa oleng. Keadaan seperti itu ingin rasanya terjadi ketika tidak dalam keadaan seperti itu. Tapi yak sudahlah. Mereka akhirnya berhasil menyebrangi sungai tersebut.


. . . .


Setelah menyebrangi sungai mereka terus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang ada.

__ADS_1


Sekarang sudah terlihat, di balik pohon besar di sana sudah banyak pemukiman. Memang rumah Santi sudah dekat dari sana.


Rumah-rumah penduduk di sana sama sekali tidak mewah, bahkan jika Pak Guntur bilang rumah di sana tidak layak di tempati. Rumahnya itu sangat minim sekali, dengan di tutupi oleh anyaman bambu.


Mereka terus berjalan melewati rumah-rumah penduduk disana.


"Permisi bu" ucap Santi menyapa.


"Santi?, Ya alloh Santi kamu sudah pulang, ini siapa?" Tanya salah seorang penduduk sana yang sedang menyapu halaman.


"Saya calon mertuanya Santi" ucap Pak Guntur.


"Yak Alhamdulillah seperti itu bu" jawab Santi.


"Ya udah kami permisi bu" sambung Santi.


"Iya, iya silahkan" jawab ibu itu.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Setelah Santi pergi ibu yang tadi langsung membawa kabar bahwa Santi akan menikah dengan orang kaya ke orang-orang disana. Dan saat itu orang- orang membicarakan Santi, Santi jadi buah bibir disana. Namun bukan kejelekan Santi yang di bicarakan melain kan mereka kagum bahwa Santi akan menikah dengan orang kaya.


Di dalam pembicaraan tersebut yang mengagung-agungkan dan membanggakan Santi, disana ada seseorang yang membandingkan Santi dengan Mayang. Santi dan Mayang itu nasibnya bagaikan langit dan bumi kata mereka. Memang kenyataannya seperti itu. Dan pembicaraan antara membandingkan Mayang dan Santi menjadi pembicaraan yang ramai di sana.

__ADS_1


Santi mendengar ibu itu ia dalam hatinya hanya bisa berkata bahwa nasibnya tidak seberuntung yang di katakan oleh mereka semua. Bahkan akan menikah dengan orang kaya itu pilihan yang sulit bagi nya. karena walaupun sudah ada benih cinta dalam dirinya untuk laki-laki itu, kebenciannya masih amat sangat dalam. Hanya saja ia berusaha memendamnya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Hingga mereka sampai di salah satu rumah yang yak seperti rumah pada umumnya di sana. Sepertinya itu rumah Santi. Rumah itu tidak terlalu besar tapi jika penghuninya hanya ibu dan ayah Santi maka Rifki masih muat untuk tinggal di sana.


.


.


.


.


.


Tetangga emang gitu, kalo ada orang yang beruntung sama orang yang hidupnya kurang tuh selalu dibanding-bandingkan. Kalo ada gosip baru yang masih anget beuh langsung nyebar dengan cepat sampe ke kampung sebelah. Eh ngomong-ngomong Mayang itu Siapa?.


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2