
Kabar bahwa video pengakuan permintaan pertanggungjawaban kepada Rifki sudah terdengar di telinga Mayang. Bahkan soal Santi yang di hujat ibu-ibu pun, Mayang telah mengetahuinya.
Bukannya sedih atau gimana, Mayang malah bahagia mendengar kabar itu. Apalagi pas ia buka sosmed. Di tengah ramainya video itu banyak teman-temannya yang ngeDM. Teman-temannya mengucapkan ucapan selamat karena Mayang berhasil mendapatkan laki-laki kaya yang mau menikahinya walaupun suami orang.
Di balik rasa bahagianya itu, ia juga bingung siapa yang memvideokannya waktu itu. Ia tidak bisa curiga pada siapapun karena di sana memang hanya keluarga Santi saja yang ada.
Apa mungkin ia harus curiga sama ibu Ida? Karena hanya bu Ida yang ada di rumah itu yang diam di kamar. Tapi mana mungkin bu Ida melakukan itu secara dia lagi Sakit. Jika ia memang sembuh tidak akan mungkin ia mau mempermalukan anaknya itu.
***
Santi masih nangis di pojokan kamar, sementara Rifki sedang melamun kebingungan memikirkan siapa yang menyebarkan video itu.
Pak Agus pun di kamarnya duduk melamun. Ia sama bingungnya, ia juga tadi di hujat warga sekampung atas yang terjadi sama anaknya itu. Walaupun hujatannya tidak sepenuhnya benar namun Pak Agus tetap saja sakit hati. Ia tidak tahu harus curiga pada siapa tentang menyebarnya video itu.
Suara ponsel berdering yang membuat Rifki beranjak dari lamunannya. Ia kemudian mengambil ponselnya dan ternyata Pak Guntur yang menelponnya. Entah ada apa Pak Guntur menelponnya. Sepertinya ada sesuatu.
"Hallo Pak Assalamualaikum" Ucap Rifki.
"Waalaikumsallam" Jawab Pak Guntur.
"Papah mau tanya, apa video yang menyebar itu benar adanya?" Tanya Pak Guntur to the poin.
"Iya pah begitulah. Aku pun tidak tahu semuanya akan menjadi rumit begini" Jawab Rifki.
__ADS_1
"Kok kamu bisa seperti ini si. Kamu tahu gak apa dampaknya bagi keluarga besar kita?" Tanya Pak Guntur lagi yang tidak mengerti dengan jalan pikir anaknya itu.
"Aku tidak kepikiran sampai ke sana, mengurus keluarga kecilku saja sudah pusing Pah" Jawab Rifki pasrah.
"Kamu tahu, gara-gara video itu menyebar. Kolega-kolega bisnis Papa sampai memberhentikan kerjasamanya karena ia malu melihat betapa bejadnya diri kamu" Jelas Pak Guntur.
"Aku minta maaf Pah, dulu aku tidak sampai ke pikir ke sana. Perbuatan ku sudah ceroboh. Waktu itu aku hanya menginginkan kebutuhan biologis terpenuhi saja. Aku tidak pernah terpikir ke sana " Jelas Rifki menjawab sejujur-jujurnya.
"Kebutuhan biologis si kebutuhan biologis. Tapi harusnya kamu pikir dulu, kamu lihat sekarang, perusahan papa sedang di ambang kebangkrutan. Papa tidak tahu apakah akan bisa di atasi atau tidak" Ucap Pak Guntur kecewa dengan anaknya itu.
"Dan mama kamu juga kena imbasnya Ki" Sambungnya.
"Mama kenapa?" Tanya Rifki khawatir.
"Ya alloh aku tidak menyangka semuanya kan serumit ini" Ucap Rifki merasa bersalah banget.
"Yang namanya media sosial pasti akan cepat menyebarnya Ki, apalagi mereka tahu kamu itu dari keluarga Prayoga." Ucap Pak Guntur.
"Papa sudah panas telinga mendengar omongan jelek dari teman bisnis papa" Sambungnya.
"Udah ya Ki, papa tutup ini ada kolega bisnis papa lagi yang telpon" Sambungnya lagi sambil telpon itu di tutup.
Tut tut tut... Telpon itu telah berakhir. Rifki merasa bersalah banget atas apa yang telah terjadi itu. Ia tidak menyangka semuanya bakal serumit ini. Nafsunya itu sekarang sudah benar-benar menyengsarakan nya. Bukan hanya rumah tangganya yang di ambang kehancuran, namun seluruh bisnis keluarga besarnya juga kena dampaknya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Kenapa masalahnya jadi menyebar luas gini?
Tapi kira-kira siapa si yang berani menyebarkan video itu?
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏