Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Rumah Sakit


__ADS_3

Part Sebelumnya


Tiba-tiba kepala nya pusing, tubuh nya lemas dan mual-mual, terus tanpa ia sadari ia kembali pingsan di toko itu.


Semua orang yang ada di sana beramai-ramai menolong nya, kemudian bos nya membawa nya ke Rumah Sakit karena takut terjadi apa-apa.


Santi di bawa ke Rumah Sakit di antar oleh bos nya tadi menggunakan mobilnya. Bos nya Santi ini memang orang baik, ia tidak mau karyawannya kenapa-kenapa. Apalagi Santi ini orang baik, selama kerja di sana ia tidak pernah bikin ulah.


Mobil itu sudah terparkir di Rumah Sakit, dan Santi sudah di bawa, sekarang dokter sedang menanganinya di dalam.


. . . .


Santi sudah mulai siuman di dalam ruangan itu, ia sudah membuka matanya pelan-pelan namun rasa pusing itu masih terasa di kepalanya.


"Saya ada dimana ini." ucap Santi kebingungan.


"Ibu ada di Rumah Sakit, tadi ibu pingsan maka nya saya tangani"


"Suami ibu kemana?" Tanya dokter.


Santi yang mendengar pertanyaan dokter itu heran, kenapa dia nanya suami, tadi juga memanggil ibu. Padahal kan aku masih lajang pikirnya.

__ADS_1


"Saya sakit apa dok? Saya cuma masuk angin biasa kan? Sekarang sudah bisa pulang" tanya Santi mengalihkan pembicaraan pada dokter itu.


"Menurut pemeriksaan yang saya lakukan ibu ini sedang mengandung" jelas dokter.


"Apaa? Mengandung?" Tanya Santi tersontak dengan wajah kaget nya


"Iya benar, ibu ini sedang mengandung. Selamat yak bu" kata dokter.


"Ya alloh bagaimana ini? Aku tidak akan menyangka jika nasib ku akan seburuk ini, aku harus mempunyai anak di luar nikah" batin Santi sedih.


"Hallo bu, kenapa ibu bengong? Harus nya ibu senang sudah mau mempunyai anak" jelas dokter itu.


"Saya gak kenapa-kenapa Dok, saya hanya terharu saja" jawab Santi dengan menyembunyikan kesedihannya.


"Ya udah saya tinggal dulu ya bu" kata dokter.


"Oh iya, silahkan dok" jawab Santi.


Dokter pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Santi masih ada di sana ia belum bisa berdiri, kepalanya masih pusing. Apalagi di tambah ia sekarang sedang menangis sejadi-jadinya meratapi nasibnya yang membuat kepala Santi makin pusing.


Ia sekarang terus berpikir, apa mungkin ia akan tega menggugurkan kandungannya, atau ia akan membiarkan kandungan itu biar bagai mana pun benih yang ada di rahim nya itu adalah darah dagingnya. Tali bagaimana dengan nasib sekolah nya, beasiswa santi bisa di hapus jika mereka mengetahui bahwa Santi hamil di luar nikah.

__ADS_1


Ia kemudian menenangkan dirinya, walaupun Santi sudah berusaha tenang, namun ia tidak bisa berhenti menangis. Air matanya itu keluar terus bercucuran dengan sendiri nya.


Setelah mulai agak tenang Santi kemudian pulang di antar oleh bos nya, untung saja bos nya itu baik, ia begitu perhatian pada Santi.


.


.


.


.


.


Apakah Santi akan menggugurkan kandungannya?


Atau ia akan membiarkannya?


Yu ikuti terus ceritanya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2