Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Tawaran


__ADS_3

Part sebelumnya:


Sementara di belakang semak-semak itu terlihat Santi dengan raut wajah kebingungan, ia tidak tahu harus meminjam uang kemana lagi, jika ia tidak bisa mendapatkan uang itu maka ibu nya tidak akan selamat.


"Ya Alloh kemana lagi aku harus mencari uang untuk pengobatan ibu?" Ucap santi sedih.


Lalu Santi membalikan dirinya dan ia berjalan menuju toko itu kembali untuk bekerja.


"Tunggu, aku akan memberi mu uang" ucap Rifki menawarkan.


"Kamu mahasiswa kaya itu kan?" Tanya Santi, dalam hatinya ia bingung, kenapa orang itu mau memberinya uang, apa orang itu nguping percakapan dengan ayahnya tadi.


"Iya, aku Rifki. Aku akan memberi mu uang dengan satu syarat" ucap Rifki sambil mendekat ke arah Santi.


. . . .


"Aku tidak butuh uang mu dan aku tidak perlu belas kasihan mu" jawab Santi.

__ADS_1


"Aku tidak memberikan uang pada mu karena kasihan, aku menawarkan pekerjaan untuk mu, dan kamu bisa mengambil uang nya terlebih dahulu" jawab Rifki.


"Aku tahu kamu lagi membutuhkan uang itu, apa yakin kamu akan menolak pekerjaan dari aku? Ingat ibu mu lagi sakit di kampung" sambung Rifki.


"Emangnya aku harus kerja Apa?" Tanya Rifki.


"Itu urusan nanti, yang terpenting sekarang cepat transfer uang ini ke kampung, ayah mu sedang menunggu nya" tembal Rifki sambil menyodorkan uang 10 juta dari saku nya.


Rifki sengaja tidak memberitahu apa pekerjaanya karena ia tahu jika Santi tahu apa pekerjaanya santi akan menolak nya, dengan begini maka santi tidak akan bisa menolak nya karena uang nya sudah terlanjur di transfer ke kampung.


Dengan Ragu Santi mengambil uang yang di sodorkan Rifki tanpa ia tahu apa pekerjaan yang di tawarkan untuknya. Yang di pikirkan sekarang ia harus segera mengambil uang itu dan mengirimnya ke kampung karena sang ibu saat ini sedang membutuhkan nya.


Rifki memberitahu Santi bahwa ia harus bekerja malam ini, nanti ia tunggu di hotel bintang 5, Santi yang masih polos ia nurut saja, karena ia tidak tahu di hotel itu kerja apa, lagian ia tidak bisa menolak apapun pekerjaan nya karena uang yang di kasih sudah ia transfer ke kampung.


Siang telah berganti malam, Santi baru saja selesai sholat isya, memang Santi ini bisa di bilang gadis yang sholehah, ia tidak pernah meninggalkan sholat di manapun ia berada. Walaupun dandanannya tidak muslimah tapi kan pakaian tidak menjamin orang tersebut baik.


Setelah selesai, Santi beres-beres dan dandan, ia memakai pakaian yang rapi karena ia pikir malam ini pertama kali ia bekerja, maka ia harus tampil bagus, selesai dandan Santi pun pergi ke hotel itu menggunakan angkutan umum.

__ADS_1


Sementara Rifki waktu itu ia masih melamun membayangkan yang akan terjadi nanti, sungguh itu membuat napsu Rifki memuncak, sampai rasanya Rifki sudah tidak kuat menahannya lagi, ia buru-buru untuk pergi ke hotel itu karena Rifki takut akan macet seperti sebelumnya yang membuat Rifki gagal untuk melakukannya.


Tidak lama setelah itu mereka sampai bareng di hotel itu, langsung mereka berjalan bareng dan pergi ke lobi, Rifki di sana langsung memesan kamar VIP yang mungkin harga sewanya jutaan.


Dalam hati Santi ia bingung kenapa Rifki memesan kamar, apakah dia mau tungguin aku kerja di sana? Atau? Santi baru sadar dan teringat bahwa mungkin saja Rifki akan berbuat macam-macam pada nya.


.


.


.


Flis Rifki jangan memanfaatkan kepolosan dan kesusahan Santi:(


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2