
Part Sebelumnya
Santi mendengar ibu itu ia dalam hatinya hanya bisa berkata bahwa nasibnya tidak seberuntung yang di katakan oleh mereka semua. Bahkan akan menikah dengan orang kaya itu pilihan yang sulit bagi nya. karena walaupun sudah ada benih cinta dalam dirinya untuk laki-laki itu, kebenciannya masih amat sangat dalam. Hanya saja ia berusaha memendamnya.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Hingga mereka sampai di salah satu rumah yang yak seperti rumah pada umumnya di sana. Sepertinya itu rumah Santi. Rumah itu tidak terlalu besar tapi jika penghuninya hanya ibu dan ayah Santi maka Rifki masih muat untuk tinggal di sana.
. . . .
Yak benar saja rumah itu adalah rumah orang tua Santi.
Santi kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam rumah itu. Terlihat dari kamar keluar seorang perempuan yang sudah lumayan tua, pakaian lusuh, ia menggunakan kursi roda, sepertinya itu ibunya Santi.
Kehadiran Santi di sana di sambut tangis haru oleh sang ibu yang sedang sakit, sang ibu meneteskan air mata begitupun juga Santi, mereka sama-sama kangen.
Dekapan hangat yang Santi rasakan dari ibu nya yang membuat hati Santi menjadi tegar. Ia yang tadinya tidak kuat akan masalah yang ia alami sekarang ia berusaha lebih kuat.
Kemudian ibunya mempersilahkan Rifki dan orang tuanya masuk ke dalam dan mempersilahkan nya untuk duduk.
Dari luar pintu terlihat seorang bapak tua yang sepertinya baru saja selesai dari kebun. Sepertinya itu adalah bapaknya Santi.
Santi kemudian keluar dan langsung mencium tangan sang ayah. Laki-laki itu benar saja ayahnya Santi.
__ADS_1
"Kamu sudah pulang San?, Terus itu di dalam siapa?" Tanya ayahnya Santi.
"Bapak bersih-bersih dulu aja nanti Santi jelasin" jawab Santi.
Kemudian bapak itu bersih-bersih dan Santi kembali masuk ke dalam rumah.
***
Gosip tentang ibu-ibu kampung yang membanding-bandingkan antara Santi dan Mayang begitu cepat menyebar hingga ke telinga Mayang.
Mayang yang mendengar itu ia kemudian kesal dan ia akan mencari tahu siapa sih laki-laki kaya yang di bawa Santi itu sampai-sampai di bangga-banggakan oleh ibu-ibu sekampung.
Mayang Puspitasari. Dia adalah seorang gadis yang baru pulang dari kota dalam keadaan hamil di luar nikah.
Karena pekerjaannya itu ia sekarang harus menanggung malu dan menanggung akibatnya. Sekarang ia sudah hamil namun tidak ada yang mau tanggungjawab. Semua laki- laki yang ua mintai pertanggungjawaban tidak mau, karena mereka tahu Mayang ini wanita bayaran, jadi mungkin saja anak itu dari orang kain.
Ketika ia pulang lagi ke kampung ini ibu nya yang mempunyai riwayat penyakit jantung ia harus meninggal karena syok mendengar apa yang terjadi dengan Mayang. Sementara sang ayah, sudah lama pergi meninggalkannya.
Ia sekarang hidup sebatang kara di kampung itu, ia memanfaatkan warisan dari sang ibu untuk bertahan hidup.
Ia selalu menjadi gunjingan warga sekitar karena kelakuannya, namun ia tidak diam saja, ia selalu melakukan segala cara untuk mencapai apa yang ia inginkan, termasuk dengan menjebak anak dari tetangganya, namun segala cara yang ia lakukan selalu gagal.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Jangan-jangan Mayang itu?
Flis jangan.
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏