
***
Di Rumah Sakit, Saat ini Santi sudah tertidur. Sekarang Rifki bisa bersih-bersih, rasanya badannya sudah lengket dengan pakaian maklum saja seharian ia belum mandi, di tambah dengan panasnya cuaca selama berkendara.
Namun ia enggan meninggalkan istrinya sendirian, takutnya nanti ada apa-apa yang tak terduga, mungkin ia akan menunggu mamanya duku untuk menggantikannya menjaga Santi selama Rifki berada di kamar mandi.
Di Rumah sakit itu tidak ada ruang rawat yang ada kamar mandinya, semua keluarga pasien jika akan mandi maka harus ke toilet umum yang berada di belakang, jadi selama itu ia takut Santi kenapa-kenapa jika di tinggalkan.
Tidak lama setelah itu Bu Mira dan Pak Guntur datang dengan membawa kresek di jinjingnya, mungkin itu makanan untuk Rifki makan.
"Mah jaga Santi sebentar ya, aku mau mandi dulu, badan aku udah gak enak lengket-lengket" Pinta Rifki pada mamanya itu.
"Ya udah, jangan lama-lama, nanti Santi bangun nanyain kamu gimana?" Bu Mira mengungkapkan kekhawatirannya.
"Bilang aja aku lagi ke toilet bersih-bersih sebentar" Jawab Rifki.
"Ya udah sana cepetan" Suruh Bu Mira pada anaknya itu.
Rifki kemudian buru-buru menuju kamar mandi, karena ini kesempatan, jika istrinya sudah terbangun bisa-bisa ia gak boleh kemana-mana lagi, ah benar saja kata orang, menjadi orang tua itu benar-benar butuh perjuangan.
Lega rasanya saat badan sudah bersih, pakaian yang bau asam sudah di genti dengan pakaian baru. Rifki kemudian buru-buru untuk kembali keruang tempat Santi berada.
__ADS_1
Rifki kemudian ingat, bahwa ia belum melaksanakan sholat isya, ah mungkin istrinya masih tidur, jadi mungkin ia bisa sholat dulu sebentar.
Ia mengambil air wudhu kemudian melaksanakan sholat isya di mushola, rasanya seperti ada yang mengganjal ketika ia belum melaksanakan sholat, seburuk apapun sikapnya, ia selalu berusaha untuk mencapai ridho-nya alloh.
Ia tidak lupa juga memanjat doa, mengucapkan ucapan syukur atas semua nikmat yang telah ia berikan, terutama karena alloh telah menyelamatkan istri dan anaknya, dan yang terakhir ia memohon agar istri dan anak yang di kandungnya di berikan keselamatan dan kesehatan.
Selesai berdoa ia kemudian kembali, dan ternyata Santi sudah terbangun dari tidurnya.
"Kamu dari mana yang?" Tanya Santi yang melihat suaminya baru datang sambil bibirnya yang sudah manyun.
"Aku abis mandi dulu" Jawab Rifki sambil mendekati istrinya.
"Lama banget mandinya" Gerutu Santi.
"Jangan ngambek ya" Tuturnya.
"Kan jelek kalo ngambek, tar cantiknya ilang" Rifki berusaha membuat istrinya tidak ngambek, mungkin dengan gombalan yang ia dapat dari sinetron bisa membuat istrinya gak ngambek lagi.
"Gombalan basi tau" Celoteh Santi dengan santai tanpa malu.
Celotehan Santi itu berhasil mengundang tawa papa dan mama mertua nya, mereka gak kuat menahan tawa nya.
__ADS_1
"Udah sini kamu temenin aku" Pinta Santi sambil menarik tangan Rifki.
"Kalo gitu mama tunggu di luar aja gak enak ganggu kalian" Ucap Bu Mira yang tidak enak dengan anak dan menantunya, takutnya kehadirannya mengganggu.
"Jangan lupa sambil makan tuh makanannya ya" Sambungnya.
"Mama jangan ngerasa keusir ya" Ucap Santi takut mertuanya punya pikiran yang berbeda.
"Enggak ko, mama juga ngerti" Jawab Bu Mira dengan lapang dada.
.
.
.
.
Hallo Reyreader gimana ceritanya?
Emang kalo lagi hamil gitu ya gak bisa jauh-jauh dari suami? Ah author gak tahu sih.
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff kalo masih banyak typo🙏