
Part Sebelumnya
Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang mendengarkan pembicaraan mereka, orang itu adalah Mayang.
"Ternyata Santi tidak jauh beda hidupnya dari aku. Andai saja ibu-ibu tahu bahwa Santi seperti itu mungkin ia akan di perlakukan yang sama seperti aku" batin Mayang.
Karena Mayang penasaran dengan laki-laki nya maka Mayang pura-pura lewat ke depan rumah Pak Agus.
Pas Mayang lewat, kebetulan Rifki sedang menengok ke halaman rumah dan seketika Mayang kaget melihatnya. Namun berbeda dengan Rifki yang sama sekali tidak melihat Mayang.
"Laki-laki itu?" Mayang bertanya dalam hatinya. Sepertinya Mayang kenal dengan Rifki.
. . . .
Mayang sepertinya pernah melihat Rifki namun ia tidak tahu melihatnya kapan, pikir Mayang atau mungkin saja Rifki ini pelanggannya dulu. Saking banyaknya ia berhubungan dengan laki-laki sampai ia tidak tahu satu persatu.
Kemudian ia pulang dan sepanjang jalan terus mengingat-ingat tentang laki-laki calon suami Santi.
__ADS_1
Hari itu sudah akan malam, orang tua Rifki menginap di rumah Pak Agus. Mereka tidur berdempetan karena rumah itu cuma ada dua kamar jadi Rifki tidur dengan orang tuanya dan Santi pun begitu.
Pak Guntur dan Bu Mira juga Rifki tidak bisa tidur, mereka tidak terbiasa tidur di tempat sempit seperti itu, apalagi kamar kecil itu di tiduri oleh 3 orang, sungguh gerah suasana di sana.
Malam telah berganti siang. Pagi itu dimana semua orang mempersiapkan segalanya untuk acara pernikahan Rifki dan Santi 2 hari lagi dari saat itu. Memang acaranya tidak begitu mewah seperti di kota, namun mempersiapkan pesta ini cukup menguras tenaga.
Di kampung itu memang selalu bergotong royong untuk mempersiapkan pesta warganya. Dari mulai mencari kayu bakar untuk masak karena di sana tidak ada catering. Bahkan yang mempunyai kompor gas pun jarang di sana.
Ibu-ibu di sana mulai curiga dengan Santi, kenapa ia akan menikah secepat ini, jangan-jangan ada sesuatu. Kecurigaan ibu-ibu tentang pernikahan Santi ini menjadi buah bibir lagi di sana. Setiap ada ibu-ibu yang berkumpul pasti yang di bicarakan itu tentang pernikahan Santi dan Rifki. Bahkan mereka tidak segan-segan membicarakan nya di depan Pak Agus ketika ibu-ibu tersebut sedang membantu mempersiapkan acara pernikahan tersebut.
Pak Agus yang mendengar itu, ia diam saja. Ia tidak memperdulikan nya. Ia memilih pergi meninggalkan ibu-ibu tersebut.
"Nih ya bu ibu aku kasih tahu, kalau si Santi tuh cepet- cepet nikah karena yak si Santi itu sedang hamil. Jadi yang kalian semua bicarakan tentang keberuntungan Santi itu Salah. Pake membanding-bandingkan dengan aku lagi, eh sekarang ketahuan sama-sama hamil di luar nikah kan. " ucap Mayang.
"Halah itu mah, akal-akalan kamu doang kan yang ingin menjelekan Santi. Yang hamil di kuar nikah tuh kamu, bukan Santi." ucap Salah satu ibu-ibu di sana mengejek.
Alih-alih percaya, ibu-ibu di sana malah meninggalkan Mayang yang sedang ikut membicarakan Santi. Mereka sama sekali tidak percaya dengan berita yang di bawa Mayang. Mungkin saja si Mayang ini lagi nyebar fitnah tentang si Santi karena dia iri. Mereka semua tahu tentang bagaimana sifat Mayang.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏