Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Malam Pertama


__ADS_3

Malam itu setelah orang tua Rifki pulang mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar yang sama, Santi berjalan terlebih dahulu dan Rifki menyusulnya, setelah sampai di kamar Rifki kemudian menutup pintu kamar.


Malam itu begitu sepi, orang tua Santi juga mungkin sudah tidur atau mungkin saja mereka pura-pura tidur karena takut mengganggu malam pertama mereka.


"Orang tua kamu sudah tidur?" Tanya Rifki memulai pembicaraan di tengah kesunyian malam itu.


"Mungkin sudah" jawab Santi singkat.


Santi kemudian merebahkan dirinya di kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Aku mau tidur ya" Izin Santi.


"Tidur?" Tanya Rifki menohok.


"Iya tidur, kan udah malam masa melek mulu" jawab Santi ketus.


"Ya udah, silahkan." Ucap Rifki, kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Santi.


Santi tahu ini memang malam pertama harusnya spesial, namun tidak ada yang spesial malam ini karena Rifki bahkan sudah menikmati tubuhnya sebelumnya.


Rifki dari tadi terus memandang Santi. Santi menyadari itu semua, bahkan ia pura-pura ngantuk padahal sama sekali ia belum bisa tidur. Ia hanya ingin tahu apa yang akan di lakukan Rifki malam ini. Apakah dia akan memaksanya seperti malam itu yang membuat ia sampai sekarang membencinya.

__ADS_1


Santi tahu apa yang ada di otak Rifki saat itu, di lihat dari mukanya sepertinya ia ingin sesuatu namun tidak berani mengungkapkan nya.


"Kamu kenapa dari tadi melihat sekujur tubuhku terus?" Tanya Santi yang sontak membuat Rifki kaget.


"Enggak papa kok, cuma kagum aja" jawab Rifki dengan muka melasnya.


Melihat muka melas Rifki seperti itu, Santi sebenarnya tidak tega melihatnya. Memang melayani suami sekarang sudah menjadi kewajibannya. Tapi rasa kebencian di dalam dirinya membuat rasa tidak tega itu pergi.


"Yang" Panggil Rifki.


"Apa?" Tanya Santi seolah tidak mengerti.


"Enggak" Jawab Rifki.


"Ya tuhan, aku harus bagaimana? bukan kah aku sudah berhak atas dirinya?" Rifki sepertinya bingung.


Rifki saat itu tidur nya begitu mepet dengan Santi, berharap Santi akan mengerti bahwa ia ingin melakukannya. Bahkan ketika Rifki tidurnya pura-pura nyigo sambil memeluk Santi. Tapi tetap saja Santi ini tidak peka.


Sebenarnya Santi ini sangat mengerti dengan apa yang di lakukan oleh Rifki itu seolah memberi kode bahwa Rifki ingin melakukannya. Tapi hati Santi malam itu tidak mengizinkan ia melakukan nya. Rasa sakit hati yang ada di hatinya itu sangat dalam. Walaupun ia mengetahui bahwa itu kewajibannya, ia berhak memberikan leluasa sepenuhnya atas dirinya. namun rasa kebencian itu selalu menyelimuti dirinya, sehingga ketika ia akan berusaha menerima pernikahannya itu, ia selalu dihantui rasa kesal dan benci kepada suaminya.


Malam itu berlalu begitu saja. Sampai pagi hari telah tiba, mereka berdua terbangun kemudian bertatapan.

__ADS_1


"Maaf aku, harus nya malam tadi aku melayani mu, tapi aku belum bisa, kebencian ku saat ini belum bisa terobati." Batin Santi.


"Aku akan berusaha menahannya, walaupun sebenarnya aku sudah tidak kuat." Batin Rifki.


.


.


.


.


.


Malam pertamanya sumpah masa kek gini?


Garing banget iya gak?


Author gak tahu malam pertama sih, jadi buat nya bingung. Basa-basinya juga bingung harus gimana, maafin author pemirsa😭🤣


Yu ikuti terus cerita nya 🐾

__ADS_1


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2