
Semuanya telah siap untuk acara pernikahan Rifki dan Santi yang akan di gelar besok nanti.
Malam hari telah tiba, suasana gelap dan sunyi malam itu membuat Santi dapat melamun dengan tenang, tanpa ada orang yang mengganggunya. Saat ini ia sedang duduk di halaman rumahnya, indahnya bintang dan bulan yang menyinari malam itu membuat Santi lebih betah berdiam di sana.
Santi sedang melamun sambil berdoa kepada tuhan. Apakah keputusan untuk menikah dengan Rifki adalah pilihan yang terbaik?. Atau kegagalan pernikahan waktu itu menjadi pertanda bahwa ia memang tidak di takdirkan untuk bersama dengan Rifki.
Suasana di sana semakin sunyi, hanya suara jangkrik yang terdengar saat itu, mungkin saat itu memang sudah tengah malam. Kemudian Santi masuk kerumahnya dan tidur karena besok kan hari dimana ia akan melangsungkan pernikahan, ia tidak mau bangun terlambat.
Matahari sudah terbit dari arah timur, burung berkicau menandakan pagi hari telah tiba. Kedua mempelai pengantin sudah siap. Mereka sudah selesai dandan karena mereka bangun sudah dari jam setengah empat malam.
Rifki saat ini sedang menunggu pengantin wanita di tempat akad. Rifki ia seakan grogi karena akad nanti akan di saksikan oleh banyak orang yang ada di sana. Memang orang-orang di sana saat ini sudah berkumpul di acara hajatan itu. Tradisi orang sana jika ada yang hajatan memang warga sekitar selalu bergotong royong membantu.
Jantung Rifki dag dig dug. Ia seakan tidak percaya diri. Apakah ia akan bisa mengucapkan akad dengan lancar? Tapi Rifki yakin ia pasti bisa, karena dulu persentasi di hadapan orang satu sekolah pun ia lakoni masa ini ia tidak sanggup.
Orang tua dari mempelai pria dan wanita sudah menunggu di tempat acara. Mereka tinggal menunggu Santi yang belum di panggil oleh MC.
Sementara Santi yang sedang menunggu di panggil untuk keluar, ia terus berpikir tentang pernikahannya itu, apa ia nanti akan bahagia menikah dengan laki-laki yang ia benci? Memang walaupun Santi sudah berusaha mencintai Rifki. Namun, ketika ia teringat bahwa Rifki yang tekah menghancurkan masa depan nya. Ia kembali di selimuti kebencian.
"Mbak kenapa kok mukanya murung gitu?" Tanya tukang rias itu.
__ADS_1
"Engga gak papa ko" jawab Santi.
"Mbak tidak boleh murung karena itu akan membuat aura wajah mbak jadi jelek. Mbak rileks, pikirkan yang membuat mbak bahagia, apapun itu. Mungkin membayangkan malam pertama mbak bisa bahagia" Saran dari wanita itu dengan nada bercanda.
"Ah mbak nya bisa aja" ucap Santi tertawa malu.
Tidak lama setelah itu MC memanggil mempelai wanita untuk segera keluar, karena akad nikah akan segera di mulai.
Kemudian Santi berjalan keluar dengan di kawal dengan mbak penata rias tersebut. Semua orang yang ada di sana begitu terpesona melihat kecantikan Santi yang dandanan nya itu bagaikan model internasional. Bagaimana tidak, Tukang Make Up yang di sewa keluarga Prayoga itu tidak sembarangan.
Semua orang yang ada di sana kemudian melongo tidak percaya bahwa Santi bisa secantik itu jika sudah dandan. Memang mereka akui bahwa tanpa dandan pun Santi sudah cantik, namun mereka hanya tidak menyangka saja penampilan Santi sekarang bagaikan model internasional.
"Ya ampun bu, lihat tuh si Santi cantik banget." Ucap salah satu ibu-ibu disana yang sedang membuat kue.
"Iya bener banget" jawab ibu-ibu di sampingnya.
Mereka semua memenuhi tenda yang di pasang, mereka rela berdesakan hanya untuk melihat akad pernikahan tersebut. Bahkan ibu-ibu dari dapur pun ia semua meninggal kan pekerjaanya demi melihat Santi yang katanya begitu cantik. Dan benar saja mereka terkagum-kagum.
Berbeda dengan Mayang, ia dari tadi hanya diam saja melihat semua orang yang ada di sana memuji Santi.
__ADS_1
"Aku akan bongkar bahwa kamu juga sama seperti ku, hamil di luar nikah. Dan aku akan cari tahu tentang siapa suami mu itu." Batin Mayang yang tidak terima Santi di sanjung-sanjung sedangkan ia di caci maki.
.
.
.
.
.
Udah mulai geram author ni sama si Mayang.
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1