
Tika berjalan menuju rumahnya, rumah dimana setiap hari ia merasakan kepedihan, sakit hati rasanya jika mengingat perlakuan kasar dan tidak menyenangkan yang di lakukan oleh suaminya, namun apa daya, ia tidak bisa berpisah, ia taku anaknya tidak akan merasakan kasih sayang seorang ayah.
Fachriel, dia adalah suami dari Tika, sekarang kondisinya sedang lumpuh karena kecelakaan, sehari-harinya hanya bisa diam di rumah menjaga anaknya, itupun karena terpaksa, ya mau gimana lagi Tika harus bekerja mencari uang.
Dulu Fachriel ini laki-laki baik, dia sangat lemah lembut, pria yang bertanggung jawab, yang menyayangi istrinya.
Namun semenjak ia kecelakaan dua tahun lalu, ia jadi sering emosi, mungkin karena ia rasa jadi manusia tidak berguna, ia tidak bisa menjadi seseorang yang normal, sehingga emosinya meluap dan tak jarang meluapkan emosinya pada Tika.
Di tambah lagi dengan kehadiran anak mereka, Fachriel bilang ia tidak menginginkan itu, karena kehadiran seorang anak hanya bisa menyusahkan kehidupannya.
Sekarang di rumah itu suaminya sedang bertengkar, ia tidak suka dengan seorang bapak-bapak yang Tika ajak tinggal di rumahnya, Tika sendiri tidak tahu bapak-bapak itu siapa, ia merasa kasihan karena sepertinya bapak-bapak itu sedang depresi berat.
Fachriel pikir dengan keberadaan bapak-bapak itu hanya akan tambah menyusahkan hidupnya, hidup bertiga aja sudah susah apa lagi di tambah ada orang asing yang tinggal di sana.
"Mas udah udah, ada apa lagi ini?" Ucap Tika yang melihat suaminya sedang memarahi bapak-bapak itu.
"Kamu tuh dari mana aja?, aku dari tadi kelaparan, ini juga anak kamu rewel terus di tambah lagi orang ini nih ngebacot terus" Gerutu Fachriel sambil membentak Tika.
__ADS_1
"Maaf mas tadi aku...."
"Alah udah kamu tuh, paling juga kan kamu sengaja, udah maleskan ngurusin aku" Fachriel memotong Tika yang sedang berbicara ingin menjelaskan.
"Bukan gitu mas" Jawab Tika.
"Udah cepat bikinin aku makan" Perintah Fachriel masuh dengan nada tinggi.
"Iya tunggu sebentar" Jawab Tika.
Beginilah keadaan rumah tangga Tika, setiap hari ia harus merasakan di bentak-bentak, bahkan tak jarang suaminya itu bermain tangan.
"Mas aku ke warung dulu ya, berasnya habis" Tika meminta izin kepada suaminya itu.
"Kenapa gak beli dari tadi? emang dasar kamu itu gak becus" Bentak suaminya lagi.
"Aku lupa mas" Jawab Santi.
__ADS_1
"Oh jangan-jangan sengaja kamu itu, biar aku kati kelaparan, udah bosen kamu ngurusin suami lumpuh seperti aku" Ucap Fachriel yang lagi-lagi membuat hati Tika sakit tidak tahan rasanya.
"Enggak gitu mas" Jawab Tika.
"Udah sana pergi kenapa masih di sini hah?" Bentak suaminya lagi.
Dengan langkah yang tertatih-tatih seharian capek bekerja, ia sekarang harus mencari beras ke warung.
Semua orang menginginkan rumah tangga yang harmonis, namun apa jadinya jika keharmonisan hanya di dapatkan hanya ketika di awal rumah tangga, mungkin karena rasa cintanya sudah lenyap sehingga sang suami bersikap berubah padanya.
Ia sangat sayang pada suaminya, ia sangat cinta, ia ikhlas dengan keadaan suaminya yang seperti ini, tapi kenapa suaminya sekarang jadi pemarah, suka membentak-bentak, apa itu bentuk cintanya karena takut aku meninggalkannya.
.
.
.
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏