
Part sebelumnya
Mobil itu sudah berhenti di depan kostan nya Santi, Santi turun dengan di bantu oleh bos nya, bos nya mengantarnya sampai ke depan kamar, dan memastikan bahwa kondisi Santi saat ini baik-baik saja.
. . . .
Satu minggu telah berlalu, dari beberapa hari ke belakang Santi sudah mulai ngampus kembali. Kehamilannya waktu itu belum ada yang tahu. Karena perut Santi masih rata. Walaupun di antara mereka sudah ada yang curiga namun mereka semua belum punya bukti apa-apa.
Hari ini Santi pergi ke kampus seperti biasanya, hari itu Rifki tidak bisa ngampus karena ia masih sakit dari beberapa hari ke belakang belum kunjung sembuh. Santi saat itu senang karena orang yang ia benci tidaj ada di sana.
Hingga pada saat matahari sudah memancarkan sinar yang begitu terik kepala Santi mulai pusing, tubuhnya sudah tidak terkendalikan lagi. Ia pingsan di kampus itu. Dosen dan mahasiswa di sana ada yang curiga dengan Santi yang akhir-akhir ini sering mengeluh pusing dan mual-mual. maka di lakukan lah tes dan ketahuan bahwa Santi positif hamil.
Sekarang Santi sudah tidak bisa kuliah lagi, beasiswa nya sudah di copot karena ia ketahuan hamil di luar nikah. Sebenarnya ia masih bisa kuliah namun harus bayar, sedangkan uang darimana Santi untuk membayar kuliah nya itu, untuk makan sehari-hari aja susah. sehingga Santi memutuskan untuk berhenti kuliah.
__ADS_1
Cita-cita untuk bisa kuliah sudah Santi dambakan sedari kecil namun ketika Santi sudah mendapatkan nya harus sirna begitu saja karena perbuatan yang tidak di inginkannya itu.
Sekarang di kota itu Santi sudah tidak ada tujuan lagi. Ia hidup menderita di kota itu, bahkan untuk sewa kost saja Santi tidak punya uang, ia sudah tidak bisa bekerja lagi di toko itu karena kehamilannya lemah sehingga mengharuskan Santi untuk istirahat total. Memang kalau untuk meminjam uang ke bos nya pasti di berikan walaupun tidak bekerja karena bis nya tahu Santi ini sedang kesusahan, tapi Santi pikir jika ia meminjam takutnya ia tidak bisa mengembalikannya.
Sementara Rifki yang mendengar kabar bahwa Santi sudah berhenti kuliah karena beasiswa nya di copot ia merasa kasihan, karena ulahnya ia telah menghancurkan masa depan gadis yang ia cintai. Kemudian ia pergi mencari Santi ke kost nya, ia ingin mempertanggungjawabkan apa yang telah ia perbuat.
Walaupun awalnya Santi tidak mau, karena ia masih benci dengan Rifki. Namun ia sudah tidak punya pilihan lagi, sekarang ia sudah tidak punya tujuan di kota ini, mungkin jika ia menerima pertanggungjawaban Rifki ia setidaknya bisa bertahan hidup. Karena untuk saat ini Santi sudah tidak punya uang sama sekali. Sehingga Santi berpikir bagaimana jika nanti anak ini sudah lahir dan ia mengurusnya sendiri, ia tidak akan mungkin kuat. Santi berpikir ia tidak perlu egois, ia harus menerima pertanggungjawaban Rifki karena biar bagaimanapun ia tidak akan sanggup mengurus anaknya nanti sampai tumbuh besar sendiri.
Akhirnya mereka berdua pergi ke Rumah keluarga Prayoga, barang barang Santi sudah Rifki bawa dari tempat kost nya. Karena Rifki pikir secepatnya mereka akan menikah dan tinggal bersama.
Mendengar apa yang telah di lakukan Rifki, Pak Guntur sangat marah, anak yang dulu itu sekarang sudah benar-benar berubah, memang pak Guntur itu dulu ingin Rifki yang cupu berubah namun tidak seperti ini. Sungguh saat ini ulah Rifki sangat mempermalukan nya, apalagi jika kolega-kolega bisnisnya sampai tahu.
.
__ADS_1
.
.
.
Apakah pak Guntur akan merestuinya?
Atau?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏