
Pagi itu mereka di bangunkan oleh adzan subuh. Kemudian mereka mengambil wudhu dan melaksanakan sholat berjamaah berdua. Setelah selesai sholat mereka berdua kembali rebahan di kasur itu.
Mereka berdua sibuk dengan ponselnya masing-masing, sudah lama mereka tidak membuka media sosialnya. Walaupun mereka sedang sibuk bermain ponsel tapi matanya tetap melirik satu sama lain.
"Ngapain kamu liat aku kaya gitu?" Tanya Santi yang semakin salting di liatin terus oleh Rifki.
"Kamu juga liatin aku terus, kenapa hayoh?" Rifki yang kembali bertanya.
"Kamu inget waktu pagi kemarin yaaa?" Sambungnya sambil menggoda Santi.
"Ih dasar mesum, baru di lirik segitu aja udah GR" Ucap Santi pura-pura jijik dengan ucapan Rifki.
Padahal apa yang di katan Rifki itu benar. Mereka berdua memang sedang mengingat kenikmatan yang terjadi kemarin pada waktu yang sama.
"Gak usah malu-malu gitu, kalau sama suami orang baru. Dah lah, mau sekarang?" Tanya Rifki to the poin sambil tersenyum.
"Ya ..... " Ucapan Santi terpotong karena di luar sepertinya ada yang mengetuk pintu.
"Siapa si, ganggu aja" Gerutu Rifki.
"Santi tolong bukain pintu, ayah lagi urus ibu kamu dulu" Teriak Pak Agus dari kamar sebelah.
Kemudian Santi beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu.
Ceklek, suara pintu yang di buka oleh Santi.
"Mayang, ada apa tumben kesini?" Tanya Santi.
Memang terasa heran ada Mayang yang main kesana, karena dari sebelumnya juga hubungan mereka tidak baik-baik saja. Dari dulu Mayang dan Santi selalu dibanding-bandingkan sehingga hubungan mereka renggang.
"Ada yang mau aku omongin sama kalian semua, ini penting" Jawab Mayang.
"Tentang?" Tanya Santi singkat.
"Boleh aku masuk?, Ini sangat penting sehingga aku takut nanti ada orang lain yang dengar." Jawab Santi.
"Oke silahkan masuk, langsung duduk saja aku ambilkan minum dulu" Ucap Santi seraya pergi ke dapur.
"Yang, siapa yang datang?" Tanya Rifki dari kamarnya sambil berjalan ke ruang tamu.
Pas Rifki sampai di ruang tamu, ia syok karena yang datang adalah Mayang. Untuk apa ia datang ke sini?. Pikir Rifki.
"Ayo silahkan duduk di sini" Ucap Mayang kepada Rifki dengan nada liciknya.
"Saya duduk disini aja mbak" Jawab Rifki sambil duduk di kursi yang jaraknya agak jauh dari kursi Mayang.
__ADS_1
Karena Rifki tidak mau duduk dekat Mayang, maka Mayang lah yang mendekati Rifki.
"Gimana masih kenal denganku?" Tanya Mayang.
"Aku gak tahu" Jawab Rifki memasang muka tegang.
"Oke, aku kenalin yak, aku Mayang. Wanita pertama yang kamu sentuh, sampai kamu ketagihan dan membayar ku lagi untuk mengulangi perbuatan yang sama" Bisik Mayang di telinga Rifki.
Mendengar itu hati Rifki jadi dag dig dug. Ada apa dia ke sini lagi?. Bukankan ketika aku sudah membayarnya urusan kita sudah selesai.
Dari kejauhan suara orang yang sedang berjalan sudah terdengar, mungkin saja itu Santi, sehingga Mayang buru-buru kembali ke posisi duduknya semula.
"Oke, silahkan di minum" Ucap Santi sambil menyodorkan air minum di meja. Kemudian Santi duduk di dekat Rifki.
"Oke, karena sudah ada semua disini. Aku akan to the poin aja dengan tujuan ku datang ke sini" Ucap Mayang.
"Jadi kedatangan ku kesini aku mau meminta pertanggungjawaban suami kamu?" Ucap Mayang.
Rifki sekarang benar-benar terkejut dengan perkataan Mayang.
"Maksud wanita itu apa? Pertanggungjawaban apa?" Batin Rifki karena ia bingung.
"Bukankan aku sudah membayarnya waktu itu, dan setelah itu aku dan dia tidak ada urusan apa-apa lagi?" Tanya Rifki dalam hatinya.
"Maksud kamu pertanggungjawaban apa?" Tanya Santi, ia bingung dengan perkataan Mayang.
Mayang sebenarnya tahu kalau janin yang ada di rahimnya itu bukan anak dari Rifki, karena usia nya juga sudah 5 bulan, sedangkan ia berhubungan dengan Rifki baru sekitar 3 bulan yang lalu. Jadi sudah bisa di pastikan jika Mayang sudah hamil ketika berhubungan dengan Rifki. Ia hanya memanfaatkan situasi saja supaya ada yang mau mempertanggungjawabkan nya.
"Jangan asal bicara kamu tuh ya!" Ucap Santi dengan nada tinggi karena tidak terima dengan perkataan Mayang.
Santi masih tidak percaya dengan apa yang Mayang ucapkan karena ia tahu Mayang itu orangnya licik. Sedangkan Rifki dari tadi memilih untuk diam.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Pak Agus yang keluar dari kamarnya.
"Aku bisa buktikan apa yang aku ucapkan ini benar" Ucap Mayang.
Kemudian ia mengambil handphone nya dan memperlihatkan photo cek senilai 10 juta dari atas nama Michael Rifkianda Prayoga.
"Kamu bisa lihat, ini photo cek yang Rifki berikan untuk aku karena aku sudah menemaninya malam itu. Dan kamu tahu, sebelum ia melakukannya dengan mu ia melakukannya denganku dulu" Ucap Mayang sambil memperlihatkan poto itu.
"Kita ini sama-sama korban dia, dan aku tahu kamu juga sedang menanggung akibat dari yang di lakukan laki-laki bejad itu kan?" Sambungnya.
"Kita sama-sama korban, bedanya aku ini tidak di pertanggungjawaban oleh dia" Sambungnya lagi dengan acting nangis yang penuh penjiwaan.
"Sudah cukup, Benar apa yang di katan Mayang ki?" Tanya Santi dengan tegas.
__ADS_1
Sementara Rifki hanya terdiam saja.
"Jawab aku Ki, jawab!" Santi kembali bicara dengan tegas.
"Iya, aku memang melakukannnya dengan dia. Tapi anak yang dia kandung itu belum tentu anak ku" Jawab Rifki yang menjawab sejujurnya. Karena tidak mungkin ia berbohong karena bukti sudah ada di depannya.
Plak, Satu tamparan mendarat di pipi Rifki. Sakitnya tamparan keras yang di rasakan oleh Rifki saat itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang ia rasakan saat itu.
Baru saja ia akan mencintainya namun perbuatan yang membuat Santi kecewa melebihi kejadian kemarin itu datang menghampiri nya.
Air matanya mengalir tanda begitu sakit beban yang di rasakan oleh Santi. Sementara Rifki dari tadi ia hanya terdiam dengan rasa bersalahnya.
Sedangkan Mayang ia hatinya tersenyum bahagia. Bagaimana tidak ia berhasil membuat dua kebahagiaan. Pertama, ia berhasil membuat rumah tangga Santi hancur. Dan yang kedua, sekarang sudah ada yang mau mempertanggungjawabkan kehamilannya.
"Ayah sebenarnya tidak menyangka Ki dengan apa yang telah kamu lakukan itu. Ternyata tidak hanya satu wanita yang menjadi korban nafsu kami itu" Kata Pak Agus kecewa.
"Biar bagaimanapun apa yang kamu perbuat harus kamu pertanggungjawabkan. Jika memang anak itu anak kamu, kamu harus menikahinya" Sambung Pak Guntur.
Mendengar itu hati Mayang langsung bahagia. Ia tidak menyangka rencananya akan sukses.
Santi yang mendengar itu, rasa emosinya tidak terkontrol. Tanpa ia sadari ia melontarkan semua unek-uneknya.
"Aku benci sama kamu Ki, aku udah berusaha memaafkan kamu atas apa yang telah kamu perbuat. Dan ketika rasa kecewa aku sudah perlahan menghilang dan aku sudah sedikit mencintai mu, kamu membuat aku kecewa lagi. Belum puas dengan kekecewaan yang kamu perbuat untuk aku. Setelah kamu membuat masa depan ku hancur karena aku harus mengandung anak dari benih yang kamu paksa tanam dalam rahimku. Sekarang kamu harus menikahi wanita lain yang juga sedang mengandung anak kamu sama seperti ku. Aku benci! Aku benci kamu ki!" Ucap Santi sambil menangis tersedu-sedu.
"Karena mungkin kalian masih terpukul. Aku pulang dulu. Aku tunggu pertanggungjawaban kamu Ki." Ucap Mayang sambil pergi meninggalkan mereka.
Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang menyaksikan mereka. Bahkan orang itu memvideokan semua kejadian di rumah itu.
.
.
.
.
.
.
Baru juga bahagia, udah di terpa masalah.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
__ADS_1
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo.