Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Perjalanan


__ADS_3

Dalam mobil, Tika duduk di belakang sedangkan Bu Mira dan Pak Guntur di depan. Sepanjang jalan mereka terus mengobrol, karena mereka itu sudah layaknya keluarga.


"Saya ko gak tahu kalau kamu tinggal di sini" Ucap Bu Mira yang heran, padahal sudah cukup lama ia tinggal di desa sebelah.


"Iya aku juga kalau tahu mah udah sering-sering main ke rumah ibu" Jawab Tika.


"Kamu saking betahnya di sini, sampai logatnya udah sunda banget" Ucap Bu Mira juga yang merasa logat bicara Tika udah kaya orang sunda banget.


"Maklum bu, mungkin kebawakan orang sini" Jawab Tika sambil tersenyum malu.


"Ngomong-ngomong bukannya seharusnya Rifki masih kuliah?" Tanya Tika yang bingung, bukannya umur Rifki ini masih remaja-remaja yang seharusnya masih kuliah.


"Rifki nasibnya gak seberuntung kamu Tik" Jawab Pak Guntur meratapi nasib anaknya itu.


"Maksud om kenapa?" Tanya Tika.


"Ya begitulah, biar ibu aja yang cerita" Jawab Pak Guntur, mempersilahkan Bu Mira saja yang berbicara.


"Ini semua itu bukan semata-mata salah Rifki, mungkin karena Rifki kurang kasih sayang dari kami, sehingga dia mencari kesenangan di luar sana" Ucap Bu Mira.


"Maksud ibu gimana si?, bentar aku belum paham" Tika yang belum paham dengan maksud ucapan Bu Mira.


"Rifki harus menikahi Santi, karena waktu itu Santi sudah mengandung anaknya" Jawab Bu Mira lebih jelas.


"What? yang benar? bukannya Rifki dulu itu Indihome?" Tika yang terkejut mendengar kabar itu.

__ADS_1


"Manusia bisa berubah kapan saja Tik" Ucap Pak Guntur pada Tika.


"Ya sudahlah ya tan, om, biarkan itu jadi pelajaran aja, kelihatannya juga Rifki bahagia dengan pernikahannya." Ucap Tika yang memang ia lihat sepertinya Rifki sangat menyayangi istrinya.


"Ya semoga aja ya Tik" Jawab Bu Mira dengan penuh berharap.


"Pernikahan kamu sendiri gimana?" Tanya Pak Guntur pada Tika.


"Ya begitulah om" Jawab Tika yang tidak bisa menjelaskan perasaannya setelah menikah.


"Begitu gimana Tik?" Tanya Bu Mira yang penasaran, sepertinya ada sesuatu antara rumah tangga Tika dan suaminya.


"Aku kaya nya gak bisa cerita deh Tan" Jawab Tika sambil menunduk meratapi nasibnya.


"Alah mamah tuh kaya orang bijak aja" Sahut Pak Guntur ikut nimbrung meledek istrinya.


"Eh papa ngeremehin mama ya" Ucap Bu Mira yang tidak terima.


Di depan sana sudah terlihat rumah kecil yang tidak begitu mewah, rumah itu sama halnya dengan rumah-rumah yang ada di desa ini.


"Itu Rumah aku tan, berhenti di sini aja" Ucap Tika sambil menunjukan rumahnya.


Kemudian mereka pun turun dari mobil.


"Ko kaya ada ribut-ribut di rumah kamu Tik" Ucap Bu Mira yang mendengar suara keributan dari dalam rumah Tika.

__ADS_1


"Suaranya kaya kita kenal ya ma" Ucap Pak Guntur yang sepertinya ia mengenali suara yang berasal dari rumah itu.


"Itu paling juga suami aku lagi cekcok sama bapaknya, biasalah paling juga beda pendapat aja" Jawab Tika.


"Atau mau mampir dulu?" Sambungnya menanyakan pada mereka berdua.


"Nggak Tik, kapan-kapan aja, gak enak kasihan Rifki juga harus jaga Santi sendirian." Jawab Bu Mira.


"Oh iya, sering-sering kesini aja tan" Ucap Tika.


"Iya Tik insyaallah" Jawab Bu Mira.


"Kami pergi dulu ya"


Kemudian mereka pun pergi, walaupun dalam hati Pak Guntur masih kepikiran dengan suara dari dalam rumah itu yang sepertinya ia kenal.


.


.


.


Yu ikuti terus ceritanya 🐾


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2