
Part Sebelumnya
Mendengar itu semua orang yang ada di sana bingung, bagaimana bisa mereka lupa bahwa harus ada ayah dari Santi untuk menjadi wali nikah. Mungkin karena Pak Guntur dan Bu Mira sibuk bekerja sampai ia lupa mengurus dan menanyakan tentang ayah nya kepada Santi.
"Santi, bagaimana ini?" Tanya Pak Guntur.
"Bapak di kampung pak penghulu. Apakah bisa di wakilkan?" Tanya Santi.
"Maaf Santi, kalau memang bapak kamu masih hidup pernikahan ini harus ada bapak kamu di sini. Tanpa terkecuali ayah kamu sudah tidak ada." Jawab pak penghulu.
"Terus gimana ini pak?" tanya Rifki pada pak Guntur.
. . . .
Pak Guntur menggelengkan kepala mengisyaratkan bahwa ia tidak tahu.
Dan akhirnya pernikahan itu gagal di laksanakan.
Semua bingung, kenapa mereka semua bisa lupa dengan harus nya hadir bapak dari Santi disana.
Pak Guntur dan Bu Mira ia menggeleng-gelengkan kepala nya, mungkin karena mereka terlalu sibuk bekerja sehingga mereka tidak ingat itu. Memang mereka ini selama mempersiapkan acara tidak tahu menahu apa-apa, mereka mempercayakan semua nya kepada anak buahnya yang tadinya akan menjadi saksi pernikahan Rifki dan Santi. Mereka hanya di beritahu ketika ada transaksi pembayaran.
__ADS_1
Dan anak buah mereka juga tidak mengingatkan karena yak seharusnya sebelum pernikahan itu semua sudah di bicarakan, apalagi kan Pak Guntur dan Bu Mira juga pernah melakukannya, jadi mereka sungkan untuk memberitahu karena takut di anggap menggurui.
Pak penghulu harus nya ia lebih tahu tentang semua ini. Tapi kenapa ia tidak memberitahu?, Jawabannya karena setiap ada orang yang menikah yak orang itu sudah tahu bahwa harus ada wali nikah yaitu bapak dari mempelai perempuan.
Selain itu pak penghulu juga menyangka bahwa Pak Guntur ini ayah dari Santi. Karena acara tersebut di gelar di Rumah keluarga Prayoga. Memang rata-rata setiap acara akad nikah disana itu di lakukan di kediaman mempelai perempuan.
Terus bukan kah Rifki ini orang yang pintar? Terus apakah dia tidak tahu yang namanya pernikahan itu harus ada wali nikah?. Mungkin Rifki tidak begitu memikirkan akan acara tersebut. Yang Rifki pikirkan itu hanya kenikmatan malam pertama. Sungguh bagi cowok mesum seperti Rifki itu yang lebih utama.
Santi yang melihat acara nya gagal ia langsung berfikir bahwa ini jawaban dari doa yang ia panjatkan. Mungkin tuhan menjawab apa yang Santi panjatkan. Keputusan itu mungkin tidak baik bagi Santi. Mungkin lebih baik Santi mengurus anaknya nanti sendiri.
Sebelumnya Santi tidak terpikir sedikit pun tentang wajibnya sang ayah datang pada acara tersebut. Yang ada di pikirannya jika ia memberitahu sang ayah urusannya akan panjang dan nanti jika sang ibu mengetahui semua nya itu akan berpengaruh bagi kesehatannya.
Mereka berempat kemudian kumpul di ruang keluarga mereka membahas tentang kapan akan di laksanakan akad nikah kembali. Dan orang tua Rifki menanyakan bahwa ayah dari Santi bisa datang kesini atau pernikahannya yang harus di gelar di kampung halaman Santi.
Santi menjelaskan semua nya tentang kondisi keluarganya, di mana sang ibu sedang sakit jika tahu bahwa ia hamil di luar nikah maka akan sangat berpengaruh bagi kesehatannya, jadi awalnya Santi tidak mau memberitahu sang ayah.
"Sepertinya ini akan memperlancar rencana ku" batin Pak Guntur.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Katanya orang kaya itu berpendidikan tinggi, masa gak tahu kalo nikah harus ada wali nikah dari mempelai wanita?
Sumpah gue gedek banget sama semua orang disana.
Lu juga Rifki, pikiran lu tuh udah di penuhi dengan yang belum terlaksana, ngehayal aje kerjaannya.
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1