Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Terlambat


__ADS_3

Waktu terus berjalan, jarum jam terus berputar setiap detiknya, tinggal lima menit lagi waktu yang telah di tentukan tiba.


Bu Mira terus memohon-mohon agar Rumah Sakit memberikan keringanan, namun apa daya, suster yang mengurus administrasi hanya lah pegawai, ia tidak mungkin melanggar karena resikonya di pecat.


Begitupun dengan Tika, ia tidak tega melihat Bu Mita terus kebingungan seperti itu, andai saja uang yang ia punya banyak, mungkin ia sedikit bisa menghilangkan kebingungan yang melanda Bu Mira.


Bu Mira kemudian menelpon anak dan suaminya yang tak kunjung sampai, sudah sampai di mana mereka, kenapa sudah hampir tiga jam mereka tidak sampai-sampai.


"Hallo pak"


"Iya ma"


"Papa dan Rifki sudah di mana?"


"Papa masih kejebak macet"


"Udah hampir tiga jam loh pah, ini bagaimana Santi harus segera di tangani"


"Papa juga tidak tahu ma, ini juga dari tadi Rifki tidak berhenti menangis terus memikirkan keberadaan Santi"

__ADS_1


"Ya alloh pah, ini mamah juga bingung pah harus bagaimana."


Di tengah kebingungan itu, alloh menunjukan kuasanya, Pak Rt dan salah seorang warga sudah sampai ke Rumah Sakit.


Dengan penuh harapan, Bu Mira meminta tolong kepada Pak Rt untuk meminjamkan uang setidaknya sampai suaminya itu pulang.


Dan Alhamdulillah nya, uang hasil sumbangan warga cukup banyak sehingga jika di jumlahkan dengan uang yang di pinjam dari Tika bisa untuk melunasi administrasi supaya Santi segera di berikan tindakan.


Setelah selesai membayar administrasi Bu Mira kembali ke depan ruang rawat Santi, sedangkan Tika kembali pada pekerjaannya.


Dokter di dalam sana sedang menangani Santi, namun rupanya tidak ada perubahan dari tubuh Santi, apa mungkin Santi dan bayi yang ada dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan.


Dengan sekuat tenaga dokter memberikan pelayanan dan tindakan yang terbaik, di temani oleh suster yang melayaninya, sepertinya Santi sudah sangat parah sampai-sampai dokter yang menanganinya pun sampai kewalahan dan bercucuran keringat.


Sudah hampir seperempat jam Bu Mira menunggu, dokter dan suster tak kunjung keluar, mereka terus menangani Santi, apa separah itu Santi.


Bu Mira tidak bisa melakukan apa-apa, ia hanya bisa duduk diam dan menunggu informasi yang di dapatkan, ia kemudian memanjatkan doa kepada tuhan yang maha kuasa.


"Ya alloh, hamba yakin engkau ini maha kuasa, tolong berikanlah kesembuhan pada menantu dan cucu hamba yang berada dalam kandungannya, hamba tidak bisa terima jika mereka berdua terjadi apa-apa, hamba sangat menyayangi mereka ya alloh"

__ADS_1


Doa itu di panjatkan oleh Ibu Mira, sambil berdoa tidak berhenti mengalir air matanya, bukti bahwa ia benar-benar menyayangi mereka berdua.


Tidak lama setelah itu dokter keluar, Bu Mira hatinya mulai was-was, karena hanya ada kemungkinan yang akan terjadi pada mereka berdua, yaitu antara hidup dan mati.


Bu Mira menunggu dokter berjalan lebih dekat pada dirinya terasa sangat lana, ia sudah tidak sabar ingin menanyakan kondisi menantunya, rasa khawatir yang ia rasakan itu sangat-sangat dalam.


Kemudian dokter itu berbicara:


"Andai saja tindakan segera di lakukan, sehingga mereka tidak terlalu lama menunggu perawatan yang di berikan."


"Sepertinya tindakan terlambat di berikan"


.


.


.


.

__ADS_1


Yu ikuti terus ceritanya 🐾


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏*


__ADS_2