
Part sebelumnya
Sementara di kamar lain Pak Guntur sedang sangat marah, walaupun emosi nya bisa di kontrol namun rasa kesal di hatinya belum juga reda. Ia sedikit pun tidak menyangka anak nya akan melakukan hal yang bisa membuat repotasi dan nama baiknya hancur di mata kolega-kolega bisnis nya. Dan itu akan sangat berdampak bagi perusahaannya.
"Pokoknya setelah pernikahan itu berlangsung aku harus menyusun cara agar nama baik aku tetap bagus di mata kolega bisnisku," gerutu Pak Guntur.
Kemudian ia berfikir sejenak dan mungkin saat ini ia sudah menemukan caranya, tapi ia sedikit ragu.
"Apa itu cara yang terbaik? Tapi biar bagaimanapun aku tidak akan membiarkan Rifki tersiksa, apalagi ia anak semata wayang ku" ucap Pak Guntur.
. . . .
Pagi hari telah tiba, suara burung berkicau membangunkan semua orang yang berada di rumah itu. Pagi itu Pak Guntur dan Bu Mira sudah pergi kerja pagi-pagi entah karena alasan apa tapi mungkin mereka masih kesal dengan Rifki.
Rifki saat ini sedang makan di ruang makan sendirian, kemudian ia teringat dengan Santi.
"Bi, Bibi" teriak Rifki memanggil ART.
"Iya Den ada apa" tanya si bibi.
"Tolong panggilkan Santi bi, suruh dia makan." pinta Rifki.
"Baik Den" jawab si bibi.
Si bibi pergi ke kamar Santi, dan Rifki melanjutkan sarapannya. Sudah hampir selesai Rifki sarapan si bibi baru turun dari lantai atas, si bibi memang selalu menggunakan tangga karena ia tidak berani menggunakan lift.
"Maaf Den, kata non Santi, ia makan nanti saja" ucap si bibi.
__ADS_1
"Oh iya bi, makasih" jawab Rifki.
Kemudian si bibi pergi lagi ke dapur. Sementara Rifki ia terpikir untuk membawakan makanan ke kamar Santi karena ia pikir Santi masih malu untuk makan bareng.
Rifki mengambil beberapa makanan yang ada di meja kemudian membawa nya ke kamar Santi.
Rifki sudah ada di depan pintu kamar Santi. Ia kemudian mengetuk pintu kamar itu, dan Santi membuka nya.
Rifki langsung nyelonong masuk ke kamar itu.
"Heh kamu, yang sopan kalo masuk kamar orang" teriak Santi.
"Maaf, aku kira ini kamar ku juga" jawab Rifki sambil menggoda Santi.
"Mau ngapain kamu kesini?" Tanya Santi dengan nafa ketus, ia masih kesal dengan Rifki.
"Flis stop jangan goda aku, jangan jangan...." ucap Santi semakin ketus kemudian dipotong oleh Rifki.
"Jan judes-judes gitu sama calon suami" goda Rifki lagi.
"Cepat to the point aja mau apa? Jangan goda aku" pinta Santi.
"Aku mau kita melakukan yang kaya waktu itu" goda Rifki lagi.
Mengingat hal itu Santi yang tadi memasang muka judes ia kemudian meneteskan air matanya. Ia tidak sanggup jika harus mengingat hal itu. Hidup nya hancur karena hal yang terjadi malam itu.
Sontak amarah Santi menggebu-gebu ia kemudian mengeluarkan unek-unek nya.
__ADS_1
"Belum puas kamu menghancurkan hidup aku, menghancurkan masa depan aku yang aku impi-impikan, kamu itu laki-laki jagat yang sudah menghancurkan hidup ku, kalau bukan karena aku memikirkan nasib anak yang ada dalam perut aku ini aku tidak akan sudi menikah dengan laki-laki bejad seperti kamu, laki-laki jahat, tidak bermoral. Aku benci sama kamu, aku benci" ucap Santi panjang lebar sambil menangis dan terjatuh di lantai.
"Aaaaaaaa aku benci aku bencii" teriak Santi.
Mendengar apa yang keluar dari mulut Santi Rifki hatinya sedikit teriris, segitu bencinya Santi sama Rifki. Namun ia sadar ala yang telah di perbuatnya itu sungguh telah menyakiti hati Santi lebih dari yang Rifki rasakan, bahkan Rifki sadar ia telah menghancurkan hidupnya.
Rifki hanya bisa terdiam melihat Santi menangis dan meluapkan unek-unek nya. Ia hanya bisa minta maaf dalam hatinya dan berjanji akan menebus kesalahannya.
Semoga setelah menikah nanti Santi bisa membuka maaf untuk Rifki dan membuka hatinya untuk mencintai Rifki yang sekarang sudah benar-benar tulus.
.
.
.
.
.
Bagaimana kisah mereka?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1