
Setelah selesai mereka masak, kemudian mereka mandi karena badannya kotor oleh tepung. Mereka mandi bergiliran karena untuk mandi bareng mereka masih punya rasa malu.
Setelah selesai mandi mereka berdua langsung wudhu karena kebetulan tinggal beberapa menit lagi untuk menunggu sholat maghrib.
Sambil menunggu adzan berkumandang, Mereka berdua memilih untuk belajar tatacara sholat melanjutkan yang tadi. Rifki ini memang orang yang memounyai daya pikir yang tinggi, buktinya baru di ajarkan dua kali dengan ini ia sudah lancar menghapal bacaan sholat.
Waktu adzan maghrib tinggal beberapa menit lagi, Rifki meminta Santi untuk mengajarinya mengaji, memang Rifki ini bisa sedikit-sedikit mengaji tapi belum lancar. Karena belajar mengaji di sekolahnya itu waktunya terbatas.
Mereka memulai dengan surat-surat pendek, dan ada beberapa di antaranya yang memang Rifki sudah hapal.
Adzan Maghrib sudah berkumandang, begitu merdunya sampai-sampai bisa menenangkan hati mereka. Jarak antara rumah Santi dan Masjid itu sangat jauh sehingga mereka memilih untuk sholat berjamaah di rumah.
Sepertinya suara Iqamah sudah terdengar, kemudian mereka melaksanakan sholat berjamaah berdua. Rifki yang menjadi imam di depan karena sekarang ia sudah lancar bacaan sholatnya.
Mereka sholat dengan khusyuk, sehingga menghabiskan waktu beberapa menit. Setelah mengucapkan salam, Santi bersalaman dan mencium tangan Rifki walaupun terhalang oleh kain mukena.
Entah bahagia atau gimana, yang jelas ada rasa haru yang di rasakan mereka berdua karena tidak pernah terpikir sebelumnya mereka akan bisa melaksanakan sholat berjamaah seperti ini.
Kemudian mereka berdua berdoa meminta hubungan rumah tangga yang harmonis dan di berikan kebahagiaan.
Setelah berdoa mereka kemudian melanjutkan belajar mengaji sambil menunggu sholat isya. Walaupun Rifki ini masih belajar mengaji di juz ama tapi ia sudah sedikit lancar membacanya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengajarkan Rifki mengaji.
Sekarang mereka telah selesai melaksanakan sholat isya. Mereka kemudian pergi ke dapur untuk makan bersama di sana. Tidak lupa juga Pak Agus dan Bu Ida di ajak. Namun, mereka memilih untuk makan di kamar karena alasan tertentu. Padahal alasan sebenarnya mereka tidak mau mengganggu mereka berdua.
__ADS_1
"Cuma kita berdua ini yang makan?" Tanya Rifki.
"Iya" jawab Santi singkat karena ia lagi fokus menyiapkan makanan di piring Rifki.
"Suka ini gak?" Tanya Santi menunjuk tumis kangkung.
"Semuanya aku suka" Jawab Rifki.
Kemudian mereka mulai makan, penglihatan Santi salfok pada Rifki yang begitu lahap makannya.
"Kirain orang kaya gak suka tumis kangkung. Saking lahapnya sampe gak sadar makannya sampe belepotan gitu, sini aku bersihin" ucap Santi yang sedang mengambil tisu dan membersihkan makanan yang belepotan di bibir Rifki.
Dag dig dug hati Rifki. Ia tidak menyangka ternyata saat ini Santi sudah begitu perhatian padanya.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu?" Tanya Santi dengan polosnya.
"Enggak, masakan kamu enak banget." Jawab Rifki. Padahal sebenarnya ia salting karena Santi.
"Aku suapin ya biar kek romantis gitu, kamu tau gak ini pertama kali kita makan bareng loh" jelas Rifki.
"Gak bakal malu sama ayah?" Tanya Santi yang masih takut ayahnya akan menggodanya sampai malu seperti sebelumnya.
"Udah ayah kamu juga ngerti. Aaaa, buka mulut nya yang lebar" goda Rifki sambil menyuapi Santi.
__ADS_1
Entah kenapa rasa bahagia saat ini berbeda dari bahagia sebelumnya. Terasa bagaimana gitu? Seperti gimana gitu? Intinya kebahagiaan saat ini kebahagiaan yang paling bahagia.
.
.
.
.
.
Sumpah seneng banget liat mereka berdua.
Jadi ikut bahagia sebahagia-bahagianya pokonya bahagia yang paling bahagia. Eh gimana si belepotan gitu🤣
Apakah kebahagiaan mereka akan terus berlanjut?
Atau tidak?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏