
Part sebelumnya
Ceklekk" suara pintu kamar mandi yang di dorong oleh Santi, kemudian ia berjalan pelan-pelan karena sekujur tubuhnya masih terasa sakit.
Sontak Rifki yang berada dalam kamar mandi pun kaget, Rifki yang sedang santai lulur pun akhirnya menoleh ke belakang, terlihat gadis cantik berbadan mulus sedang berjalan menuju dirinya, kulit putih yang hanya tertutupi oleh handuk sebagian itu membuat Rifki tergoda.
"Ternyata wanita itu masih ada disini, mungkin dia mau melakukannya lagi" bisik Rifki dengan senyum tipis.
Santi masih belum sadar dengan Rifki yang ada di sana, ia terus berjalan dengan menunduk sambil merasakan sakit yang ada di tubuhnya. Ketika Santi mulai mengangkat wajahnya ia kemudian kaget melihat Rifki yang ada di sana dalam keadaan sedang lulur telanjang bulat.
. . . .
Melihat itu Santi kemudian teriak dengan kencang.
"Aaaaaaaaaaaa"
"Hey kenapa teriak? Bukan kah kamu telah melihatnya, bahkan merasakannya bukan?" Teriak Rifki dengan nada menggoda sambil mendekati Santi.
"Sudah cukup, jangan mendekat lagi" ucap Santi.
"Ayo lah, bukan semalam kau menikmatinya" goda Rifki.
__ADS_1
"Cukuppp" teriak Santi yang kemudian tersungkur jatuh ke lantai sambil menangis.
"Sudah cukup jangan ingatkan aku lagi, apa belum cukup semalam sampai kau ingin melakukannya lagi saat ini?, Apa yang kamu lakukan semalam belum cukup untuk melunasi uang yang telah kau berikan, bukan kah keperawanan ku ini menurutku lebih berharga daripada uang 10 juta mu itu, kalau bukan karena ibu ku yang sedang sakit aku tidak akan mau melakukannya, dan kau dengan tega memanfaatkan situasi itu demi kepuasan mu, sungguh kamu itu laki-laki paling jahat yang pernah aku temui" ucap Santi panjang lebar dengan terisak-isak menangis.
Melihat Santi yang menangis seperti itu hati kecil Rifki tersentuh hingga ia tidak tega melihatnya, ia kemudian mengambil handuk dan merangkul Santi.
"Ayo lakukan jika itu membuat mu senang dan bisa melunasi uang itu" teriak Santi.
"Sudah cukup, aku minta maaf, aku minta maaf" ucap Rifki sambil merangkul Santi.
"Aku benci sama kamu, aku benci" teriak Santi sambil memukul-mukul tubuh kekar Rifki.
Hingga akhirnya Rifki dapat meredakan tangisan Santi, Rifki membawa Santi kembali ke kamar, dan di rebahkannya di kasur, rasa bersalah timbul dalam hati Rifki, ia tidak tega melihat Santi seperti ini karena ulahnya, ia berjanji dalam hati nya bahwa jika terjadi sesuatu Rifki akan bertanggungjawab.
Tubuh mulus Santi yang terlentang di atas kasur itu sungguh menggoda, wajah polosnya itu sangat membuat Rifki tertarik, Rifki terus terbayang-bayang dengan kejadian semalam. Jeritan dan ******* itu membuat Rifki tidak bisa melupakannya, apalagi Rifki yang dari tadi berusaha menahan nafsunya, tubuh putih yang hanya tertutupi oleh handuk itu membuat junior Rifki terus berdiri namun Rifki harus berusaha menahannya katena ia tidak tega dengan Santi.
Setelah tidur beberapa puluh menit Santi terbangun, Sekarang keadaan Santi sudah mulai tenang. Santi melanjutkan bersih-bersih ke kamar mandi. Sementara Rifki duduk di sofa sambil memesan baju ganti untuk Santi.
Mereka saat ini sudah rapi, mereka akan pulang.
"Mulai saat ini hutang aku sudah lunas, jadi lupakan apa yang telah terjadi, anggap saja kita tidak pernah kenal dan tidak pernah melakukan apa-apa, karena menurutku kenal denganmu adalah suatu hal yang sangat aku benci" ucap Santi sambil air matanya bercucuran membasahi pipinya yang mulus itu.
__ADS_1
"Taapi" jawab Rifki terhenti karena Santi pergi meninggalkan Rifki begitu saja, tanda begitu dalam sakit yang di rasakan Santi.
.
.
.
.
.
Bagaimana kisah Rifki dan Santi selanjutnya?
Apakah kejadian malam itu akan terlupakan begitu saja?
Atau akan ada sesuatu yang mengikat mereka?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏