Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Senja


__ADS_3

"Yang" Panggil Santi pada suami tercintanya.


"Apa?" Tanya Rifki pada istrinya itu.


"Aku pengen keluar ih bosen di sini terus" Rengek Santi yang sudah bosen diam di ruangan itu terus, ia ingin pulang tapi suaminya gak setuju.


"Tapi kan kondisi kamu belum stabil" Jawab Rifki mengingat kondisi Santi saat ini.


"Ih kamu mah gitu" Santi yang cemberut mendengar suaminya itu.


"Ya udah deh aku izin dulu sama suster" Ucap Rifki yang tidak tega melihat istrinya itu.


"Sama Tika aja izinnya biar bisa di kedip-kedipin" Saran Santi yang sumringah kembali.


"Nggak ah tar dia ngoceh lagi yang ada" Gerutu Rifki yang tidak setuju dengan saran istrinya itu.


"Ya udah serah kamu aja dah"


Setelah beberapa lama Rifki kekuar dari ruangan itu, tiba-tiba Rifki kembali dengan membawa kursi roda.


"Gimana Yang?" Tanya Santi yang sudah tidak sabar ingin keluar menghirup udara segar, rasanya sudah seperti di penjara ia di sana terus.

__ADS_1


"Iya boleh, tapi cuma ke depan aja" Jawab Rifki sambil tersenyum.


"Iya deh yang penting ke luar, aku bosen sumpah Yang" Santi yang saat itu cuma pengen keluar.


"Tapi..." Rifki yang berbicara di potong oleh istrinya.


"Tapi apalagi?" Tanya Santi yang kesal dari tadi banyak tapi nya.


"Gak boleh minta jajan, aku gak punya uang" Jawab Rifki sambil tersenyum malu.


"Punya suami bokek amat sumpah, ya udah iya dah" Jawab Santi pasrah.


"Kita kemana lagi Yang?" Tanya Rifki pada istrinya.


"Lihat Yang di sana ada senja, kita liat kesana biar lebih jelas" Jawab Santi sambil menunjuk kearah senja itu berada.


"Ya udah iya" Rifki yang terus mendorong kursi roda istrinya sampai ke ujung Rumah Sakit supaya bisa melihat senja dengan jelas.


"Liat itu matahari terbenam nya indah banget" Santi yang tersenyum bahagia melihat pemandangan indah di hadapannya.


"Tapi sayang ini cuma sebentar, palingan beberapa menit lagi udah hilang" Tuturnya.

__ADS_1


"Iya begitulah, dari sana kita dapat tahu bahwa yang indah tidak selamanya datang, pasti nantinya akan ada kegelapan, dan sesudah kegelapan pasti akan terang kembali" Rifki yang tiba-tiba jadi bijak.


"Kamu ngerti gak maksud aku?" Sambungnya, siapa tahu ia panjang lebar ngobrol istrinya tidak ngerti.


"Aku paham, karena itu lah yang kita rasakan, saat ini kehidupan kita sedang berada pada kegelapan, semoga nantinya bertemu dengan terang ya" Jawab Santi panjang lebar membalas suaminya.


"Semoga ya kita bisa lewati ini semua" Rifki dengan penuh harapan untuk bisa melewati semua cobaan yang menimpa dirinya.


"Amiin" Jawab Santi.


"Kadang aku juga suka ngeluh Yang, kenapa gitu hidup kita penuh banget cobaan, udah Papa sama Mama kamu bangkrut, Ibu dan Ayah aku meninggalkan, rumah kebakaran, dan janin yang aku kandung ini lemah." Sambungnya sambil terlihat rasa kecewa dalam raut wajah nya.


"Udah kamu lupain aja, tuh lihat lagi senja nya tar keburu ilang" Rifki yang sengaja mengalihkan topik karena tidak mau istrinya bersedih dan mungkin bisa berdampak fatal pada bayi yang di kandungnya.


.


.


.


Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Si Rifki ini suami idaman kalian gak tuh? Yu ikuti terus ceritanya 🐾 Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2