
***
Bu Nira masih duduk di bangku depan ruang rawat inap Santi, sambil bingung memikirkan ia yang tidak bisa mengambil tindakan apa-apa. Di tengah kebingungan yang sedang melanda Bu Mira, tiba-tiba ada salah seorang suster yang kenal dengannya.
Suster itu bernama Tika, Tika ini orang yang pernah ngekost di rumah Bu Mira dulu waktu kuliah, jadi Bu Mira dan Tika ini sudah akrab lagi layaknya keluarga.
Bagaimana tidak coba, 5 tahun lamanya, selama Tika kuliah meteka berdua setiap hari bertemu, jadi mereka sudah tidak asa-asa lagi.
Setelah Tika jadi sarjana, kemudian ia di tugaskan untuk bekerja di Rumah Sakit ini, dan ia juga sudah menikah dengan seorang laki-laki yang berasal dari desa sebelah.
Waktu Tika menikah, Bu Mira ini tidak bisa datang, karena jaraknya yang tidak dekat juga, lagian ia juga tidak tahu jika Tika bekerja di Rumah Sakit ini, karena waktu dulu Tika pamit pergi, ia hanya hilang di tugaskan kerja di rumah sakit di kampung, tanpa menyebutkan Rumah Sakit apa namanya.
Walaupun bukan Rumah Sakit besar, hanya seperti puskesmas, tapi sudah sekian lamanya Tika mengabdikan dirinya di sini.
Tika jadi lupa menanyakan apa tujuan keberadaan Bu Mira disini, kemudian Bu Mira menjawab apa adanya, ia membicarakan semuanya, dengan penuh harapan bahwa Tika bisa membantunya.
__ADS_1
Mendengar itu Tika terdiam sebentar, ia punya sedikit uang hasil dari gajinya, tapi uang itu akan ia pakai untuk keperluan hidupnya, apalagi sang suami sudah beberapa bulan tidak bisa bekerja, di tambah untuk biaya jajan anaknya.
Tapi ia juga tidak enak dengan Bu Mira, karena biar bagaimanapun ia tidak akan jadi seperti ini jika selama ini Bu Mira tidak banyak membantunya. Apalagi ini taruhannya Nyawa, jika ia tidak memberikan pinjaman uang maka calon cucu Bu Mira dalam bahaya.
"Saya Mohon Tik, kamu bantu saya yak, saya tidak mau jika terjadi sesuatu pada menantu saya dan anak yang di kandungnya."
Melihat Bu Mira yang sudah bermohon-mohon seperti itu hati Tika tidak tega. akhirnya ia memutuskan untuk meminjamkan uangnya kepada Bu Mira, walaupun gajinya tidak seberapa tapi semoga itu cukup untuk membayar pengobatan menantunya.
Bu Mira sangat berterimakasih sekali pada Tika, karena ia telah membantunya.
Bu Mira memohon agar pihak Rumah Sakit memberikan keringanan, ia mohon agar membayar dulu tujuh ratus ribu nanti sisanya nyusul tapi menantunya itu segera di beri tindakan.
Waktu sudah dua jam setengah dari mulai dokter tadi mengucapkan bahwa Santi harus segera di berikan tindakan paling lambat tiga jam.
Bu Mira masih bingung, ternyata uang Tika tidak mencukupi, ia harus bagaimana? apa yang harus ia lakukan?.
__ADS_1
"Gak bisa di bayar segini dulu, ini gawat situasinya, jika tidak di beri tindakan maka nyawa yang akan jadi taruhannya" Ucap Santi kepada Suster pengurus administrasi yang juga teman kerjanya itu.
"Atau nggak gue aja yang jadi jaminannya, gue gak bakal kabur, gue kerja di sini tiap hari bareng lo, gue jamin secepatnya bakal di lunasin" Sambungnya.
"Maaf Tik, bukannya gue gak mau bantu, ini sudah prosedur Rumah Sakit, kan lu tau sendiri kalo gue melanggar, resikonya gue bisa di pecat" Jawab Suster administrasi itu.
.
.
.
Ya alloh semoga Santi tidak bisa di selamatkan yak.
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏