Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Obat Penguat


__ADS_3

Santi di bawa dengan belangkar dengan terus meringis kesakitan merasakan sakit di perut bawahnya, semoga saja tidak terjadi apa-apa pada kandungannya.


Kemudian ia di masukan ke ruang perawatan, di sana dokter sedang menanganinya, semoga saja tidak terjadi apa-apa pada mereka berdua.


Bu Mira hanya bisa duduk di luar ruangan, pikirannya terus memikirkan bagaimana dengan keadaan menantu dan calon cucu yang di kandungnya, ia juga tidak tahu bagaimana jika sewaktu-waktu harus membayar administrasi untuk menangani Dewi, karena semua uangnya sudah di bawa rampok itu.


Semenjak Pak Guntur bangkrut, ia sekarang tidak memegang ATM ataupun kartu lainnya, ia hanya di berikan uang bulanan cash dari suaminya yang terkadang itu juga tidak cukup untuk kebutuhan hidupnya.


Ia kemudian menelpon Pak Guntur suaminya, karena cuma ia yang punya uang.


Tut, tut, tut.


Pak Guntur belum juga mengangkat telpon dari istrinya, sepertinya ia sedang sibuk, sampai-sampai telpon istrinya pun tidak di gubris.


Dan akhirnya Pak Guntur menerima telpon itu setelah sekian kalinya Bu Mira terus menelpon suaminya.

__ADS_1


"Hallo Pah"


"Mama mau kasih tahu sesuatu pah, ini mamah lagi bingung banget, Tadi mama di rampok dan Santi di dorong sampai terjatuh, alhasil Santi harus di bawa ke Rumah Sakit. Mama takut jika nanti harus segera membayar administrasi gimana, mana mama gak pegang uang sepeserpun lagi."


"Iya bentar pah ini dokternya udah keluar. Nanti mama telpon lagi ya."


Dokter berjalan keluar dari ruang rawat mendekati Bu Mira, Dokter bilang keadaan Santi begitu memprihatinkan, janinnya sangat lemah efek dari Santi yang panik dan banyak pikiran. Satu-satunya jalan Santi harus di suntik obat penguat janin, walaupun dokter juga tidak bisa memastikan hasilnya.


Bu Mira langsung setuju apapun yang dokter bilang, ia meminta agar dokter memberikan tindakan yang terbaik untuk menantu dan kandungannya.


Sebelum pergi dokter juga bilang bahwa tindakan itu harus di lakukan secepatnya, selambat-lambatnya 3 jam ke depan.


Mendengar itu, Ibu Mira tidak tahu harus berbuat apa-apa, ia kemudian menelpon suaminya dan memberitahukan semuanya, Namun lagi-lagi Pak Guntur dan Rifki tidak bisa pulang secepatnya karena ada kendala di jalan sehingga menyebabkan macet panjang.


Tapi secepatnya mereka akan usahakan agar bisa segera sampai. Karena mereka juga khawatir dengan kondisi Santi dan janin yang ada dalam kandungannya.

__ADS_1


Bu Mira hanya bisa berharap semoga mereka berdua bisa datang sebelum 3 jam, karena Bu Mira juga bingung harus bagaimana, ia sana sekali tidak memegang uang, jika meminjam, ia harus meminjam kemana, di sini ia masih baru, ia belum punya kenalan, tidak mungkin akan ada orang yang mau meminjamkan uang kepada orang yang tidak mereka kenal.


"Ya tuhan aku harus bagaimana, aku tidak mau terjadi sesuatu pada menantu dan cucu yang ada dalam kandungan. Aku yakin engkau ini maha kuasa, aku yakin engkau tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hambanya, semoga engkau mengangkat sakit yang sedang di derita menantu hamba, dan berikan keselamatan dan kekuatan pada janin yang di kandungnya, amiiin"


Bu Mira hanya bisa menangis, sambil memandang kondisi menantunya dari luar ruangan,karena kondisinya mungkin parah sehingga dokter tidak memperbolehkannya masuk.


.


.


.


Semoga Rifki dan Pak Guntur segera datang, ataupun semoga ada orang baik yang mau menolong mereka.


Yu ikuti terus ceritanya 🐾

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2