
Part ini mengandung adegan 18+. jadi buat yang gak suka boleh di skip aja!
Part Sebelumnya
Malam itu berlalu begitu saja sampai pagi hari telah tiba, mereka berdua terbangun kemudian bertatapan.
"Maaf aku, harus nya malam tadi aku melayani mu, tapi aku belum bisa, kebencian ku saat ini belum bisa terobati." Batin Santi.
"Aku akan berusaha menahannya, walaupun sebenarnya aku sudah tidak kuat." Batin Rifki.
. . . .
Setelah Santi meratapi kesalahannya kemudian ia mengambil handuk dan pergi bersih-bersih ke kamar mandi. Karena ia harus segera mengurus ibunya itu yang sedang sakit.
Sementara Rifki ia masih duduk di kasur itu sambil membuka matanya lebar-lebar karena rasa ngantuk belum hilang dari dirinya. Kebiasaan Rifki setiap pagi adalah susah bangun tidur, sekalinya cepat ia harus diam lama untuk memulihkan nyawa nya kembali.
Saat ini Rifki merebahkan kembali tubuhnya, karena rasa ngantuk itu tidak kunjung hilang dari dirinya.
Santi yang selesai mandi kemudian ia masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ia saat itu hanya memakai sehelai handuk. Kulit mulusnya itu terlihat jelas sehingga Rifki tergoda. Namun, Rifki diam saja sambil terus mengawasi gerak-gerik Santi.
"Pagi gini udah di siapin pemandangan yang indah". Kata Rifki pelan supaya Santi tidak mendengarnya.
Matanya yang tadi masih rapat karena ngantuk sekarang terbuka lebar.
Santi di sana sangat leluasa sekali, mencari pakaian di lemari dengan tubuhnya yang masih hanya di balut handuk, mungkin ia tidak sadar bahwa di kamar itu ada manusia, atau mungkin pikir Santi sekarang mereka sudah suami istri jadi tidak ada masalah.
Rifki sudah tidak tahan melihat Santi yang sangat menggoda itu. Ingin rasanya Rifki bermain dengannya. hasratnya pagi itu sangat memuncak. Namu, ia berusaha menahannya.
"Apa dia sengaja ingin membuatku tidak tahan." Batin Rifki.
Rifki yang sudah tidak tahan kemudian ia memeluk Santi dari belakang dan melingkarkan tangannya di atas perut Santi.
"Heh kamu siapa?". Sontak Santi kaget karena ia tidak sadar ada manusia di kamar itu sebelumnya.
__ADS_1
"Aku suamimu" Jawab Rifki dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Santi.
"Jangan kurang ajar kamu ya!!" Ucap Santi membentak.
"Kurang ajar gimana? Bukan kah aku denganmu sudah menjadi pasangan suami istri. Jadi aku berhak atas diri mu" jawab Rifki menjelaskan.
"Sial aku lupa bahwa di kamar ini ada laki-laki itu" gerutu Santi dalam hati.
"Jangan macam-macam, aku bisa berbuat sesuatu padamu!" Ancam Santi.
"Silahkan kalau berani. Aku ini suami mu, tidak takut disa kah?" Tanya Rifki dengan nada mengancam.
Mendengar perkataan Rifki yang seolah mengancam tersebut mengingatkan Santi atas kejadian yang terjadi malam itu. Ia teringat ancaman-ancaman yang Rifki berikan kepada nya. Dan itu membuat hatinya panas karena rasa benci itu mulai muncul lagi dalam dirinya.
Kemudian ia menggerakkan kakinya dan menendang salah satu anggota tubuh Rifki di belakang.
"Argggh sakit" Teriak Rifki. Karena bagian bawahnya di tendang.
Kemudian Santi membalikan mukanya ke belakang dan melihat Rifki yang meringis kesakitan.
"Mau aku bantu?" Tanya Santi yang tidak tega melihat Santi yang sepertinya benar-benar kesakitan.
"Kalau mau nolong langsung saja, gak usah nawarin dulu" ucap Rifki dengan nada ketus.
Kemudian ia terus berjalan dengan di bantu oleh Santi. Sesampainya di kasur ia kemudian merebahkan dirinya, sambil terus meringis kesakitan.
"Argggh ini masa depan kita bagaimana?" Tanya Rifki menggoda Santi.
"Bisa-bisanya dalam kesakitan seperti itu ia menggoda ku" ucap hati Santi.
"Bagaimana jika juniorku tidak bisa berdiri lagi?" Tanya Rifki sambil terus menggoda Santi.
"Jan keras-keras ngomong nya, malu sama bapak Ki" Pinta Santi yang juga jijik mendengar apa yang di ucapkan Rifki.
__ADS_1
"Pasti ayah kamu juga jika terjadi hal yang sama akan sepertiku, Ayo bantu aku menyembuhkan sakit ini" Ucap Rifki.
"Aku minta maaf" Ucap Santi.
"Minta maaf tak akan menyembuhkan sakit ini". Ucap Rifki.
"Terus aku harus bagaimana?" Tanya Santi.
"Bantu juniorku berdiri!" Perintah Rifki.
"Hah"
Santi terkejut, bagaimana mungkin, jangan sampai ia harus melakukan yang aneh Tapi ia juga tidak mau masa depannya terancam gara-gara si junior Rifki itu tidak bisa berdiri.
.
.
.
.
.
.
Guys namanya junior🤣
Bagaimana nasib juniornya?
Episode yang ini sumpah bengek banget.
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
__ADS_1
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏