Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Nasihat


__ADS_3

Part Sebelumnya


Dokter pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Santi masih ada di sana ia belum bisa berdiri, kepalanya masih pusing. Apalagi di tambah ia sekarang sedang menangis sejadi-jadinya meratapi nasibnya yang membuat kepala Santi makin pusing.


Ia sekarang terus berpikir, apa mungkin ia akan tega menggugurkan kandungannya, atau ia akan membiarkan kandungan itu biar bagai mana pun benih yang ada di rahim nya itu adalah darah dagingnya. Tali bagaimana dengan nasib sekolah nya, beasiswa santi bisa di hapus jika mereka mengetahui bahwa Santi hamil di luar nikah.


Ia kemudian menenangkan dirinya, walaupun Santi sudah berusaha tenang, namun ia tidak bisa berhenti menangis. Air matanya itu keluar terus bercucuran dengan sendiri nya.


Setelah mulai agak tenang Santi kemudian pulang di antar oleh bos nya, untung saja bos nya itu baik, ia begitu perhatian pada Santi.


. . . .


Dalam perjalanan Santi terus menangis, air mata nya terus bercucuran tak henti. Pak bos nya yang melihat itu ia penasaran, penyakit apa yang di derita Santi sampai ia sesedih itu, namun ia memilih tidak menanyakan apa-apa dulu.


Di tengah perjalanan Santi menangis semakin menjadi-jadi sehingga menggerakkan hati bos nya itu untuk bertanya.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa San? Kenapa menangis seperti ini? Penyakit apa yang dokter katakan?" Tanya bos nya itu khawatir.


"Aku gak kenapa-kenapa kok pak" jawab Santi berusaha menyembunyikan kesedihannya itu.


"Kamu gak usah bohong, kalo kamu ada masalah cerita saja sama saya, anggap saja saya ini bapak kamu yang akan selalu ada dalam hal apapun" Ucap bos nya dengan tulus.


Melihat perkataan yang bos nya ucapkan begitu tulus akhirnya Santi bercerita. Karena mungkin dengan bercerita ia bisa meredakan emosi dan kesedihannya.


Santi menceritakan semuanya bahwa ia di jebak sehingga harus melakukan itu dan sekarang ia sedang hamil hasil dari perbuatan itu.


Namun Santi menolak, ia terlanjur benci dengan laki-laki itu, ia sudah tidak ingin ada hubungan apa-apa lagi dengannya, bahkan ketemu oun ia sudah tidak mau rasanya. Pilihan sekarang hanya ada dua yaitu melakukan aborsi atau membiarkan janin yang ada salam rahimnya itu terus berkembang dan ia membesarkan nya sendiri ketika sudah lahir.


Pak bos nya terus menasihati Santi, ia meminta santi agar tidak egois, biar bagaimanapun melakukan aborsi itu dosa, dan membesarkan anak sendiri itu tidak mudah. Bahkan yang namanya seorang anak itu pasti butuh kasih sayang seorang bapak, dan mungkin akan susah untuk mencarikan bapak yang nau menerima anak itu sepenuhnya seperti anak kandungnya sendiri.


Mendengar nasihat bos nya itu Santi hanya bisa merenung, ia memikirkan matang-matang keputusan apa yang akan ia lakukan kedepannya, biar bagaimanapun ia tidak akan tega untuk membunuh anak nya sendiri.

__ADS_1


Mobil itu sudah berhenti di depan kost-an nya Santi, Santi turun dengan di bantu oleh bos nya, bos nya mengantarnya sampai ke depan kamar, dan memastikan bahwa kondisi Santi saat ini baik-baik saja.


.


.


.


.


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author ya @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2