
Part ini sedikit mengandung adegan dewasa, untuk yang tidak suka boleh di skip aja!
Mayang dan Aryo, dari tadi mereka belum selesai melakukan aktifitas panas mereka, entah obat apa yang di minum, sampai-sampai hasrat Aryo begitu menggebu-gebu sampai tidak puas melakukan satu kali.
Aryo dengan gagah perkasanya terus melakukan aktivitas panas itu tanpa henti, bahkan rasanya sudah lima kali ia mencapai puncaknya, namun ia tak kunjung puas.
Mayang rasanya sudah tidak kuat, rasanya ia sedang di siksa, badannya serasa ringsek, apalagi Aryo ini melakukannya dengan kasar.
Rasanya sekian banyaknya laki-laki yang berhubungan dengannya, baru kali ini ia mendapatkan laki-laki yang menungganginya seperkasa ini, bayangkan sudah lima kali ia masih belum terpuaskan.
"Yo udah Yo, gue gak kuat lagi." Ucap Mayang kepada Aryo dengan nafas tersengal-sengal.
Namun itu semua tidak Aryo hiraukan, ia terus melakukannya lebih kasar tanpa henti.
"Yo plis gue gak kuat, Aaaaa pelan-pelan Yo" Ucap Santi terdengar lirih merasakan sakit yang ia rasakan.
Mendengar Mayang yang terus meringis kesakitan, bukannya berhenti Aryo malah tambah semangat, ia terus memainkannya dengan seluruh tenaga yang masih ia miliki tanpa henti.
Entah sudah berapa lama, aktivitas itu terus berlanjut, walaupun Mayang sudah dari tapi merintis kesakitan tapi Aryo tidak menghiraukannya, ia tidak peduli, karena memang ia seperti itu jika melakukan dengan budak **** bayarannya, ia tidak peduli dengan lawan mainnya yang penting hasratnya terpuaskan.
Aaaaaaaaa Ucap Aryo terakhir kalinya sebelum ia terkapar lemah tidak bertenaga di samping Mayang. Tenaganya sudah habis terkuras tanpa tersisa, aktivitas panas itu terasa begitu menyenangkan walaupun terasa lebih melelahkan.
Mereka rebah di kasur yang sama, lelahnya aktifitas yang di lakukan membuat mereka langsung ketiduran.
***
__ADS_1
Di Rumah Sakit, Rifki masih terus duduk di samping istrinya, sambil menegang tangannya, ia tidak berhenti berdoa agar istrinya segera siuman.
Dan pada akhirnya, mata Santi terbuka, jati jemari yang lentik itu sudah bergerak, itu tandanya Santi sudah sadar.
Rifki kemudian memanggil dokter untuk memeriksanya, dan ketika dokter periksa katanya Santi keadaanya sudah membaik namun masih harus tetap istirahat.
Dokter kemudian keluar setelah memberikan obat yang harus di minum oleh istrinya itu.
"Yang" Panggil Santi kepada suaminya.
"Apa? Ada yang sakit?" Jawab Rifki takutnya istrinya kenapa-napa.
"Aku mau minum" Ucap Santi.
"Udah aku bisa sendiri Yang" Ucap Santi sambil mengambil gelas yang masih Rifki pegang.
"Gak papa aku bantu aja" Jawab Rifki.
"Aku minta maaf ya" Sambungnya dengan muka bersalahnya.
"Soal apa?" Tanya Santi heran.
"Aku gak bisa jaga kamu" Jawab Rifki.
"Udah ini bukan salah kamu ko" Ucap Santi sambil tersenyum pada suaminya.
__ADS_1
"Kamu yang kuat ya, aku yakin kamu pasti bisa lewatin ini semua" Ucap Rifki menyemangati istrinya itu.
"Amin, semoga ya Yang" Jawab Santi.
Setelah minum, Santi kembali merebahkan tubuhnya lagi di atas belangkar. Santi kemudian ingat dengan kondisi mama mertuanya, takutnya ia kenapa-kenapa karena tidak ada di sana.
"Mama gak papa kan Yang?" Tanya Santi.
"Nggak, mama baik-baik saja" Jawab Rifki apa adanya.
"Aku takut dia kenapa-kenapa" Ucap Santi mengucapkan kekhawatirannya.
"Udah gak papa mama baik-baik saja, sekarang lagi pulang untuk ambil baju ganti untuk kita" Jawab Rifki.
"Udah kamu istirahat saja" Tuturnya.
.
.
.
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff masih banyak typo 🙏
__ADS_1